17 Tipe Manusia Pada Akhir Zaman

pemfitnah

Saat dunia sedang menuju kehancurannya, manusia pun menuju kebobrokannya. Banyak manusia yang menjadi hamba si jahat. Bahkan ada yang tidak segan untuk menjual jiwanya kepada setan demi mendapat kekayaan, jabatan, atau ketenaran.

1 Timotius 3 : 1 – 5 mengatakan, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”

Lantas, Seperti apakah manusia pada akhir jaman itu ?

Mencintai diri sendiri

Mencintai diri sendiri atau disebut egois. Mereka hanya peduli terhadap kepentingan diri sendiri, tidak peduli terhadap orang-orang disekelilingnya.

Menjadi hamba uang

Seperti yang sudah disebutkan diawal, bahwa banyak orang yang rela hati menjual jiwanya kepada iblis untuk mendapat keuntungan atau kekayaan. Dan seperti yang kita tahu, uang merupakan akar dari segala kejahatan. So, hati-hati guys. Jangan sampai uang mengendalikan hati kita.

Membual dan menyombongkan diri

Hari-hari ini memang sering dijumpai anak-anak Tuhan yang senang menyombongkan diri. Entah itu dalam hal penampilan, kekayaan, pasangan, dan lainnya. Mereka kerap kali ‘dengan sengaja’ menunjukkan hal-hal yang menjadi kebanggaannya didepan umum.

Pemfitnah

Istilah “hoax” menjadi sangat akrab bagi telinga masyarakat. Menjadi penyebar hoax atau berita bohong sama saja kita memfitnah yang bersangkutan. Jadi, kalau perlu kamu harus validasi terlebih dahulu informasi yang kamu terima. Jangan ditelan mentah-mentah dan menyebarkannya.

Memberontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterimakasih

Hal ini bukan hal yang asing saat ini. Banyak sekali anak-anak yang memberontak terhadap orang tuanya. Banyak kasus yang menyebutkan bahwa sang anak sampai melaporkan orang tuanya kepada pihak berwajib hanya karena uang. Ia bahkan tidak mengingat jasa orang tua yang melahirkannya dan merawatnya sampai tumbuh dewasa. Sama sekali tidak tahu terima kasih.

Tidak mempedulikan agama

Agama hanya dianggap sebagai pelengkap di Kartu Identitas. Banyak yang mengaku Kristen tapi tidak mau beribadah.

Tidak mengasihi

Jika manusia hanya mencintai dirinya sendiri, bagaimana dia bisa mengasihi orang lain. Saat dunia sudah hamper sampai kepada kesudahannya, kasih akan semakin memudar. Oleh sebab itu, selagi kita masih memiliki waktu, yuk mengasihi sesama dengan sepenuh hati kita.

Tidak mau berdamai

Perdamaian menjadi barang langka hari-hari ini. Bung Karno mengatakan, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Bahkan di dalam negeri sendiri pun perdamaian sulit didapati karena setiap kelompok memperjuangkan egonya masing-masing.

Suka menjelekkan orang

Menyombongkan diri dan mencintai diri sendiri yang ujungnya adalah merasa diri kita adalah yang terbaik. Bahkan lebih baik dari orang lain yang akan membuat kita bisa dengan mudah menjelekkan orang lain.

Tidak dapat mengekang diri

Salah satu buah roh adalah mampu mengendalikan diri sendiri. Jika kita tidak mampu mengendalikan diri sendiri, apapun yang kita inginkan akan kita lakukan tanpa berpikir apakah hal itu baik atau jahat.

Garang

Garang berarti pemarah. Sekarang ini banyak orang menjadi sangat sensitive. Mereka mudah sekali terbakar api kemarahan. Bahkan hanya karena hal yang sangat kecil, dan sepele.

Tidak suka yang baik

Mereka tidak menyukai hal baik. Saat seseorang hendak melakukan hal baik, mereka justru mengatakan, “Sok suci, lu”. Jika hal itu terjadi kepada kita, jangan pedulikan apa kata orang lain. Tetaplah berbuat apa yang baik.

Berkhianat

Berkhianat berarti tidak setia. Bukan hanya tentang pasangan. Bahkan banyak orang yang mulai berkhianat dengan Tuhan. Mereka meninggalkan Tuhan hanya karena pasangan, harta, jabatan, dll.

Tidak berpikir panjang

“Yang penting aku happy”. Itulah kebanyakan moto yang digunakan orang muda saat ini. Tapi bagi kita, “Yang penting Tuhan happy”. Oleh karena itu, setiap memutuskan sesuatu, pikirkanlah matang-matang. Apakah keputusan/pilihan yang kamu ambil untuk kesenangan hatimu atau untuk kesenangan hati Tuhan.

Berlagak tahu

Bahasa kerennya, “sotoy”. Banyak orang muda yang berlagak tahu hanya untuk menutupi kekurangannya. Supaya tidak diejek, supaya terlihat kekinian. Just be your self, guys. Bertanyalah jika kamu memang tidak tahu.

Menuruti hawa nafsu

Hawa nafsu terhadap kekayaan, ketenaran, pasangan mampu mengiring kita kepada hal-hal duniawi yang dibenci Tuhan. Oleh karena itu, kita perlu pengendalian diri yang baik. Kita memerlukan Firman Tuhan yang memperkuat keimanan kita sehingga mampu mengendalikan diri untuk tidak berbuat yang Tuhan tidak kehendaki.

Tidak menjalankan ibadah dengan benar

Banyak anak muda yang menjalankan ibadah hanya karena rutinitas belaka, kewajiban. Padahal ibadah merupakan kebutuhan setiap orang Kristen. Disana tanah hati kita ditanami oleh Firman-Nya yang menguatkan sehingga mampu menjadi tantara Tuhan yang militan.

Itulah 17 gambaran manusia akhir jaman. Apakah kamu mau menggenapinya? Tentu tidak, kan. Yuk, sama-sama belajar menjadi pribadi yang lebih baik, semakin rajin berdoa dan membaca firman. Tidak ada ruginya, lhooo!!! Karena saat kita serius dengan Tuhan, Tuhan juga tidak akan pernah main-main dengan kita.

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top