Ibadah adalah hal yang sakral dan istimewa, karena di sinilah kita dapat berinteraksi dengan Tuhan. Kesempatan untuk beribadah kepada Tuhan merupakan hal yang berharga, dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga. Bahkan Daud melalui Mazmur-Nya berkata lebih baik 1 hari di pelataran-mu daripada 1000 hari ditempat lain. Oleh sebab itulah kita harus menguduskan hari Sabat dan beribadah dengan Tuhan.

Mungkin Minggu ini kita dapat beribadah kepada Tuhan, tapi siapa yang tahu bahwa hari minggu depan kita tidak bisa beribadah kepada Tuhan di Gereja? Umur kita di dunia ini tidak ada yang tahu. Mungkin bagi beberapa orang kematian terdengar sangat menakutkan. Tapi mengapa kita harus takut dengan hal yang tidak bisa kita hindari? Heroes, waktu sangat berharga!

Nah, ketika beribadah di gereja faktanya ada beberapa hal yang kerap mengganggu dan mencuri perhatian kita dari Tuhan, seperti halnya empat hal berikut ini.

Semoga setelah membaca ulasan ini kita dapat berjaga-jaga dan bersikap benar ketika ibadah berlangsung.

Pakaian Tidak Sopan

Pada dasarnya, setiap orang ingin tampil cantik maksimal atau ganteng yang hakiki. Itu adalah hal yang wajar dan lumrah. Namun, seringkali “kelumrahan” ini disalahgunakan oleh beberapa orang. Sehingga ketika beribadah mereka menggunakan pakaian yang terbuka dan kesannya kurang bahan, khususnya untuk kaum hawa.

Model pakaian semacam ini tentu akan mengganggu proses ibadah, mengganggu mata orang lain atau bahkan mengganggu keimanan orang lain. Fokus ibadah tidak lagi kepada Tuhan sebab dirusak oleh pakaian sexy yang dikenakan sejumlah orang. Jadilah orang yang mampu menyesuaikan diri, kita boleh saja menggunakan pakaian yang trendi atau istilahnya terbuka di tempat-tempat tertentu, tapi di gereja alangkah baiknya untuk tidak!

Aksesori Yang Terlalu Lebay

Beberapa orang menggunakan aksesori untuk menambah tingkat kepercayadirian mereka. Namun tak bisa dimungkiri, faktanya ada saja saudara kita yang menggunakan aksesori dengan berlebihan. Seperti menggunakan gelang emas dengan jumlah yang banyak, anting yang sangat besar, kalung emas yang sangat mencolok, hingga cincin yang terlalu banyak.

Heroes, sekali lagi kami tidak melarang hal ini. Namun, ibadah bukan tentang apa yang kita kenakan tapi tentang apa yang kita beri kepada Tuhan dan sesama. Bagaimana kita bisa berdampak jika stigma orang lain tentang kita buruk atau terkesan sombong.

Notifikasi Di Smartphone

Hampir semua orang di dunia ini memiliki smartphone. Pasalnya, benda 4-6 inci tersebut sudah jadi kebutuhan khusus umat manusia. Tak ada lagi istilah sandang, pangan, papan, namun kini diganti dengan istilah sandang, pangan, dan smartphone.

Senada dengan hal itu, smartphone nyatanya bisa jadi alat pengganggu ketika ibadah berlangsung. Ada beberapa orang yang tidak mematikan atau men-silent smartphone hingga pada akhirnya setiap notifikasi yang masuk akan menimbulkan bunyi yang keras dan mengganggu orang lain. Kita memang membutuhkan smartphone tapi bukankah kita jauh lebih membutuhkan Tuhan?

Suasana Yang Gaduh

Meskipun fokus utama kita adalah Tuhan tak dapat di-elak bahwa suasana lingkungan juga mempengaruhi tingkat kenyamanan kita ketika beribadah. Suasana yang terlalu gaduh seperti anak kecil yang keluar-masuk gereja dengan “bebas”, atau bahkan orang-orang yang sibuk bertukar cerita atau gosip bakal mengganggu suasana ibadah.

Ketika beribadah sebisa mungkin pusatkan segala sesuatu kepada Tuhan, hilangkan urusan yang lain. Cobalah menegur orang-orang yang ramai sendiri atau yang menjual cerita ketika beribadah. Mintalah mereka untuk mengatakan itu diluar ibadah.

Masalah anak-anak yang berkeliaran, sebenarnya pihak gereja bisa mengalihkan anak-anak ke kegiatan positif seperti membaca buku, menggambar atau bahkan menonton video seraya menunggu jam Sunday School tiba.