Di zaman now, kesetiaan semakin jarang ditemui. Malahan, kita semakin sering mendengar sederet kasus pasangan suami-istri bercerai karena adanya pihak ketiga. Tidak hanya dalam hal pasangan, namun ketidaksetiaan ini juga terjadi pada hal-hal lain seperti melayani pekerjaan Tuhan di gereja.

Seperti halnya dosa lainnya, ketidaksetiaan adalah keputusan yang tidak benar di mata Tuhan. Pada hakikatnya, Tuhan menginginkan kita untuk terus setia kepada teman, orang tua, pasangan, dan terlebih lagi kepada-Nya. Jangan sampai kita mendua hati!

Di dalam Alkitab, sebenarnya ada banyak tokoh yang menunjukkan kesetiaan-Nya kepada Tuhan. Namun, pada kesempatan kali ini Generasihero hanya akan membahas 5 tokoh wanita setia yang mungkin bisa menjadi teladan bagi para kaum hawa atau bahkan bisa jadi tolak ukur bagi para kaum Adam ketika mencari sosok “penolong yang sepadan”.

MARIA (Ibu Yesus)

Maria, ibu Yesus adalah tokoh yang begitu setia terhadap perintah Tuhan. Ia dikenal sebagai sosok yang takut akan Tuhan dan terus menaruh rasa percaya-nya hanya kepada Allah.

Lukas 1: 38 mengatakan “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan Dia.” Melalui ayat tersebut tampak jelas bahwa Maria adalah wanita yang taat dan setia akan perintah Tuhan. Sekalipun orang lain berpikir negatif tentangnya (mengandung saat belum bersuami), Maria tidak ragu untuk mengambil keputusan untuk tetap taat dan setia.

RUT

Kisah Rut pasti tidak asing lagi bagi kita semua. Sekalipun suaminya telah mati, ia tetap menemani Naomi dengan penuh kesetiaan. “Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamu lah bangsaku dan Allahmu lah Allahku; di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!” (Rut 1: 16). Begitu besar kesetiaan Rut yang ia tunjukkan kepada Naomi. Sekalipun dalam keadaan sulit. Ia tidak meninggalkan Naomi seorang diri.

ELISABET

Elisabet adalah ibu dari Yohanes Pembaptis. Elizabet memiliki suami bernama Zakharia. Mereka telah menikah begitu lama. Namun sampai kepada usia senja pun mereka belum dikaruniai seorang anak. Saat malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Zakharia, dan mengatakan bahwa istrinya akan mengandung, Zakharia tidak mempercayainya karena mereka telah lanjut usia. Karena ketidakpercayaan-nya, Zakharia ditegur malaikat Gabriel dan seketika ia menjadi bisu.

Elisabet pun mengandung di usia senja. Saat Maria mengunjungi Elisabet, bayi dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan dan Elisabet dipenuhi Roh Kudus. Akan kah kita akan tetap menunggu dengan setia seperti Elisabet saat merasa doa-doa kita tidak kunjung di jawab oleh Tuhan?

HANA

Hampir sama seperti kisah Elisabet. Hana telah menikah dengan Elkana, namun tak kunjung dikaruniai anak. Sehingga Penina (Istri Elkana yang lainnya) kerap kali menghina dirinya. Namun Hana pun tidak menyerah, ia terus berdoa kepada Tuhan dan ia pun bernazar, apabila Tuhan memberikan seorang anak kepadanya, ia akan mempersembahkan anak itu kepada Tuhan seumur hidupnya.

Doa dari Hana dikabulkan oleh Tuhan. Ia melahirkan seorang anak laki-laki bernama Samuel. Seperti nazar yang telah diucapkannya, Hana menepati semuanya. Ia memberikan anaknya satu-satunya kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apakah selama ini kita selalu setia terhadap janji yang sudah kita buat untuk sesama ataupun untuk Tuhan? Atau kita malah mencari-cari alasan untuk menghindari janji kita?

MARIA (Saudara Marta)

Berbeda dengan poin yang pertama, Maria di poin ini adalah Maria saudara Marta. Lukas 10: 39 mengatakan “Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,”

Maria setia untuk duduk diam mendengarkan setiap Firman yang disampaikan Yesus ketika berkunjung kerumahnya. Maria dengan sungguh hati dan dengan setia melayani Tuhan. Apakah kita telah melakukannya dalam keseharian kita? apakah kita telah setia mendengar perkataan-Nya yang baik itu melalui Firman yang disampaikan dalam ibadah di gereja maupun saat kita membaca Firman Tuhan di rumah ?

Itulah 5 wanita yang memberikan teladan baik kepada kita semua. Masih banyak tokoh Alkitab yang bisa kita contoh cara hidupnya yang berkenan kepada Tuhan.

Lalu bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita setia terhadap semua perintah Tuhan seperti Maria ibu Yesus? Apakah kita setia terhadap orang tua, saudara, sahabat, sesama kita seperti Rut? Apakah kita setia menunggu jawaban atas setiap doa-doa kita seperti Elisabet? Apakah kita setia terhadap janji-janji yang kita buat seperti Hana? Apakah kita setia mendengar Firman seperti Maria? Mari untuk terus setia dalam melayani Tuhan maupun melayani pekerjaan-Nya.