7 Dosa Yang Mulai Diabaikan Oleh Orang Kristen

dosa-diabaikan

Dalam aksi pertamanya, seorang pencuri akan merasa ragu dan takut. Namun, setelah berhasil di aksi pertama dan kedua, ia mampu melancarkan aksinya tanpa rasa takut dan ragu sedikit pun. Dari kasus tersebut, kita mengambil kesimpulan bahwa suatu tindakan buruk jika dilakukan berulang-ulang kali akan menjadi kebiasaan, bahkan dipandang sebagai tindakan yang lazim dan lumrah oleh si pelaku. Ya, tindakan yang jelas-jelas berdosa dan salah, menjadi hal yang sepele. Namun, bukankah itu seperti bom yang akan meledak dalam kurun waktu tertentu?

Sobat, ingatlah bahwa Allah telah memisahkan kita dari dosa sejak 2000 tahun yang lalu melalui darah Yesus (Kolose 1:21-22). Jangan biarkan dosa itu membelenggumu lagi. Dan berikut ini adalah 7 dosa yang mulai diabaikan oleh orang Kristen.

Egois atau Merasa Paling Benar  

Dalam banyak kesempatan, Tuhan Yesus selalu membahas cara hidup orang Farisi yang tidak patut untuk ditiru. Ya, mayoritas dari mereka memiliki sifat yang egois dan merasa paling benar. Hal ini juga dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan mungkin beberapa dari kita juga memiliki sifat buruk ini.

Sobat, sifat egois dan merasa paling benar adalah kebodohan yang hakiki. Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang benar di dunia ini. Maka dari itu, buang sifat egois dari dalam dirimu. Jangan biarkan sifat egois merusak hubunganmu dengan sesama dan Tuhan.

Takut dan Khawatir

Sikap takut dan khawatir selalu dipandang manusiawi bahkan tak sedikit orang yang menganggap bahwa hal ini bukan termasuk bagian dari dosa. Perlu diketahui, sifat takut dan khawatir sejatinya mengidentifikasikan bahwa kamu tidak sepenuhnya percaya kepada kuasa Tuhan. Dengan maksud lain, kamu tidak menaruh iman yang kuat kepada Tuhan. 1 Yohanes 4:18 berkata “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”

Jika kamu mengasihi dan percaya kepada Dia, tentu kamu tidak takut ataupun khawatir, namun jika kamu masih sering takut dan khawatir akan dunia ini, itu berarti kamu tidak benar-benar percaya kepada-Nya. Yuk, jangan buat Tuhan kecewa dengan sikap takut dan khawatir.

Kesombongan

sombong

Masih berkaitan dengan poin yang pertama, sikap sombong juga masuk kedalam kategori dosa yang sering diabaikan. Ketika kamu berkata “tidak, aku tidak sombong”, justru di situlah kesombongan tengah menguasai dirimu. Merasa lebih tinggi dari orang lain tentu bukanlah tindakan yang benar.

Ada banyak contoh tentang kesombongan di kehidupan sehari-hari, contohnya saja ketika kamu tidak mau meminta maaf terlebih dahulu kepada orang lain atau sebaliknya kamu tidak mau memaafkan orang lain karena kamu merasa tidak membutuhkannya. Hindari sifat sombong, sebelum hal buruk menimpamu.

Iri Hati

Dosa yang satu ini berkaitan dengan sikap sombong. Tak mau kalah dan selalu menginginkan hal yang lebih dari orang lain adalah contoh sederhana dari sikap iri hati. Bicara soal iri hati, saya memiliki 2 tetangga yang saling bersaing satu sama lain, sebut saja tetangga a dan tetangga b. Ketika tetangga a membeli sebuah motor, tetangga b ikut membeli motor yang jauh lebih mahal.

Tak mau kalah, tetangga a membalas dengan merenovasi rumah dengan biaya yang mahal. Melihat hal itu tetangga b juga ikut merenovasi rumah dengan biaya yang mahal pula. Kedua tetangga tersebut saling bersaing. Saya tak tahu berapa banyak utang yang mereka punya hanya karena sifat iri hati tersebut.

Sobat, sikap iri hati tentu tidak dibenarkan dalam Kristen. Selain berdosa, hal ini juga akan berdampak buruk kepada kehidupan kita. Seperti contoh yang telah saya sampaikan diatas, dua tetangga saya sibuk memikirkan urusan orang lain hingga melupakan keperluan dan kebutuhan dirinya sendiri.

Gosip

masih-suka-bergosip

Bagi beberapa kaum wanita, gosip sudah menjadi makanan sehari-hari. Meskipun tak menutup kemungkinan kaum pria juga melakukan hal buruk tersebut. Apakah gosip termasuk tindakan berdosa? Tentu saja iya. Tapi, bagaimana jika gosip yang diucapkan adalah benar? Bukankah membongkar aib orang lain adalah tindakan yang buruk dan berdosa.

Selain itu, gosip selalu mengandung kata-kata yang menyudutkan “korban” dengan menyisipkan kata-kata yang lebay atau berlebihan bahkan tak jarang pula memasukan informasi bohong alias fitnah. Sebelum bergosip, alangkah lebih baik jika kamu melihat dirimu di kaca dan berkata apakah kamu sudah lebih baik dari dia? Dan apakah kamu sudah sempurna?

Membenci Orang Lain

membenci

Jelas, membenci adalah tindakan yang salah dan berdosa. Namun, karena terlalu sering dilakukan oleh kebanyakan orang, “benci” menjadi suatu hal yang dipandang lumrah dan disepelekan. Pertanyaannya, Ada berapa banyak kasus pembunuhan yang terjadi hanya karena kebencian? Saya rasa tak terhitung.

Sikap benci sangatlah bertolak belakang dengan ajaran Tuhan Yesus. Sebab Tuhan Yesus selalu mengajarkan kita untuk saling melayani dan mengasihi. Sederhananya, ketika kamu mengasihi orang lain, maka kamu akan dikasihi. Begitupun dengan kebencian, ketika kamu membenci orang lain, maka kamu juga akan dibenci.

Menghakimi Orang Lain

Menghakimi orang lain merupakan kombinasi dari kebencian, iri hati, sikap egois, hingga gosip. Ya, ada banyak orang yang menghakimi kesalahan orang lain tanpa pernah melihat kesalahannya sendiri. Sobat, kita tidak bisa menilai orang lain hanya dari kesalahan yang mereka buat. Karena faktanya kita juga penuh dengan dosa. Ketika orang lain melakukan kesalahan, bukankah lebih baik jikalau kita mengasihi dia dan merangkulnya untuk kembali ke jalan yang benar.

Lukas 6 : 37 mengatakan “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top