Dalam 1 Timotius 2: 9 – 10, Paulus mengatakan “Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.”

Namun yang kita lihat sekarang ini, banyak perempuan maupun laki-laki memakai pakaian yang tidak sesuai dengan Firman Allah. Mode dunia telah membutakan kita dari perintah Alkitab. Banyak remaja yang rela mengeluarkan budget berlebih hanya untuk menunjang fashion mereka agar terlihat kekinian. Namun terkadang apa yang keren di mata dunia, tidaklah sesuai dengan apa yang Alkitab katakan.

Lalu, pakaian seperti apa yang sebaiknya kita pakai? Kita dapat menarik tujuh prinsip dari Alkitab tentang memilih pakaian.

Apakah pakaianku menggambarkan penyerahan diri kepada Tuhan dan komitmen terhadap kekudusan? (Roma 12: 1, Titus 2: 11 – 12, 1 Timotius 2: 10)

Hal ini bukan berarti kita tidak boleh berdandan sama sekali. Namun yang lebih penting adalah, bagaimana kita mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan. Yaitu dengan menjaga kekudusan kita. Secara khusus bagi wanita, yang terpenting adalah bagaimana kita terus berbuat baik dan mempercantik setiap hati kita.

Apakah aku fokus kepada hatiku atau kepada lemari pakaianku? (1 Samuel 16: 7, Amsal 31: 30)

Kita harus bisa membedakan. Bagaimana keindahan menurut dunia, dan bagaimana keindahan sejati menurut Alkitab. Banyak orang hanya menyibukkan diri pada apa yang harus mereka pakai. Tapi kita harus mengerti bahwa kedewasaan iman adalah prioritas.

Apakah pilihan pakaianku konsisten? (Roma 12: 2)

Salah satu buah Roh adalah pengendalian diri. Bagaimana kita melawan kedagingan dan menguasai hawa nafsu kita. Apakah kita tetap konsisten untuk menjadi diri sendiri dan fokus kepada Tuhan atau kita menjadi budak mode karena tidak bisa mengendalikan hawa nafsu.

Apakah aku puas dengan pakaian yang aku miliki? (Matius 6: 28 – 30)

Tuhan akan selalu memenuhi kebutuhan kita. Bukan keinginan kita. Jika kita hanya sibuk untuk memenuhi lemari pakaian kita dengan pakaian-pakaian yang sedang menjadi trend, kita mungkin lupa bahwa Allah tau apa yang kita butuhkan. Termasuk pakaian.

Apakah aku mempraktekkan kerendahan hati dan kebijaksanaan dalam memilih pakaian? (1 Petrus 5: 5b)

Kesopanan bukan berarti anti-fashion. Namun, kita juga harus bijak dalam menentukan pakaian. Jangan mengikuti mode atau gaya berbusana yang terlalu terbuka ditempat-tempat umum. Karena kita tinggal dan hidup di lingkungan dan budaya yang menganut nilai-nilai kesopanan.

Apakah pakaianku menunjukkan harga diriku? (Amsal 31: 25a)

Hidup kita harus dihias dengan sikap hormat kepada Tuhan. Namun kita pun juga harus menjaga martabat diri kita sendiri yaitu dengan berpakaian sopan dengan tidak mempertontonkan bagian-bagian tubuh yang harusnya tertutup.

Apakah pilihanku membawa kemuliaan bagi Tuhan? (1 Korintus 6: 19 – 20, 10: 31)

Tubuh kita adalah bait Allah. Dan kami bukanlah milik kami sendiri. Oleh karena itu, kita harus menghargai tubuh kita. Karena kita adalah bait Allah. Maka kita harus bijak dalam menentukan pakaian yang harus kita pakai. Supaya orang lain yang melihat kita pun bisa melihat karakter Kristus dalam diri kita.

Kita memang memiliki kebebasan dalam memilih pakaian. Namun bebas bukan berarti tiada batas. Alkitab telah menuntun kita untuk memakai pakaian yang memang selayaknya kita pakai. Pilihan kita haruslah mencerminkan Ketuhanan Kristus dalam kehidupan kita. Yuk, sama-sama belajar menghormati tubuh kita, dan menghormati Tuhan dengan sungguh-sungguh. God bless you.