8 Kriteria Pasangan Menurut Alkitab

relationship

Masih jomblo? Atau sudah punya pasangan? Apakah pasanganmu memenuhi kriteriamu? Apakah pasanganmu memenuhi kriteria-Nya? Permasalahan mengenai pasangan hidup seringkali membuat sebagian remaja menjadi “galau”. Ada yang galau karena belum juga menemukan pasangan. Ada pula yang galau meski sudah memiliki pasangan.

Lantas apa saja sih kriteria pasangan yang tepat menurut Alkitab? Nah, untuk kamu yang belum memiliki pasangan, jadikan beberapa kriteria berikut ini sebagai acuan untuk menemukan pasangan. Sementara buat kamu yang sudah memiliki pasangan, jadikan kriteria ini sebagai acuan untuk menilai apakah pasangan kamu sudah memenuhi kriteria sesuai dengan yang diinginkan Tuhan.

Iman di dalam Kristus

Pertama dan terutama. Seperti yang sering kali kita dengar, banyak sekali khotbah bagi anak muda yang menyinggung tentang hal ini. Iman menjadi pertimbangan utama yang perlu kita pikirkan sebelum memilih pasangan. “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Korintus 6:14). Apakah pasangan atau calon pasanganmu sudah memenuhi syarat pertama ini?

Komitmen untuk bertumbuh secara pribadi di dalam Kristus

Secara otomatis yang non-Kristen, tidak masuk hitungan. Masing-masing dari kita diharapkan punya komitmen bertumbuh secara pribadi, bukan bersama. Karena kalau setiap pribadi tidak punya komitmen untuk bertumbuh secara pribadi, maka saat menikah nanti, akan menemui banyak masalah mengenai kerohanian.

Sedangkan kalau masing-masing punya komitmen untuk bertumbuh secara pribadi dalam Yesus, maka mereka akan saling support dan menguatkan di saat yang satu lemah, bukannya justru jatuh bersama. Carilah orang yang “Growing in God” bukan “Glowing in God”.

Memiliki visi hidup untuk menyenangkan Tuhan

Filip 1:21-22a mengatakan “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”

Visi hidupnya menyenangkan Tuhan. Orang itu hidupnya produktif, punya visi yang jelas, dan tahu kemana ia harus pergi.

Jujur

Lukas 16:10 mengatakan bahwa, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Hati yang tulus bukan berarti bodoh dan mudah dibodohi. Tapi kita bisa lihat, jika seseorang yang punya hati yang tulus, meskipun kadang ia bisa berbuat salah, ia akan menyesal dan punya keinginan untuk hidup benar.

Dewasa dan bertanggung jawab

Dewasa tidak hanya berbicara tentang umur meskipun umur itu penting. Ada orang yang sudah berumur 35 tahun namun masih belum mau bekerja. Kenali pandangan dan cara hidup pasangan, maka dari itu penting sekali untuk kita berteman dekat lebih dahulu. Lihat bagaimana cara dia bergaul. Gentle atau tidak bagi yang lelaki. Noble atau tidak kalau itu wanita.

Akan sangat repot sekali kalau kita menikah dengan orang yang belum dewasa dan tidak bertanggung jawab.

Gambaran diri yang baik

Mengasihi diri sendiri bukan berarti sama dengan mengasihani diri sendiri. Orang yang mengasihi diri sendiri tahu bagaimana caranya ia merawat dirinya sendiri. Menjaga kebersihan dirinya, merawat tubuhnya, menjaga kesehatan, dan lainnya. Apa jadinya kalau kita menikah dengan orang yang merawat diri sendirinya saja dia belum bisa?

Sikap positif terhadap hidup

Mempunyai sikap hidup yang positif terhadap hidup. Tidak bersungut-sungut. Menyalahkan diri sendiri. Memang kadang-kadang kita sering melihat calon pasangan kita gagal, tapi bukan berarti kita harus menghapus dari “daftar” kita. Maka dari itu, pertemanan sebelum pacaran itu sangat penting.

Jatuh Cinta

Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.

Cinta itu sangat perlu, meskipun check list 1-7 terpenuhi, tapi apa jadinya kalau kita menikah dengan orang yang tidak kita cintai dan setiap hari sampai seumur hidup kita?

Milikilah dulu hubungan pertemanan dan persahabatan yang baik sebelum memulai sebuah hubungan.  Kenali pasangan dengan baik, kenali karakternya, dan selalu saling mendukung dalam pertumbuhan iman. Hubungan yang baik akan selalu membangun dan pasangan yang baik tidak akan membuat kita menjauh dari Tuhan. Yuk, check hubungan kita dengan pasangan!

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top