Luka putus cinta kadang bisa berubah jadi benci hingga membuat orang yang dulu kita sayangi tega membongkar aib kita ke publik. Beberapa kali aku gregetan dan risih banget pas baca status temanku yang dengan entengnya menulis tentang ‘aib’ sang mantan dan membongkar kelakuan serta tabiat mantan. Hal yang ditutup-tutupi akhirnya dipaparin secara detail di media sosial. Teganyaa…

Putus dengan pujaan hati memang ngga mengenakan, apalagi kalo putusnya ngga baik-baik. Namun apa pantas rasanya kita beberin keburukan dan kelakuan jelek mantan di media sosial? Bukankah itu justru nunjukin keburukan diri sendiri di hadapan orang lain? Kita memulai hubungan dengan baik, maka mengakhirinya juga harus dengan baik-baik. Sekalipun penyebab berakhirnya karena sesuatu yang menyakitkan, tapi itu bukan alasan buat beberin keburukan mantan kepada publik. Sobat Muda, kita perlu bijak dalam bersikap di media sosial karena wajah kita di dunia maya dilihat oleh banyak orang. Lantas, apa yang mesti kita lakuin kalo aib diri sendiri terpampang di status mantan ? Apa yang harus kita lakuin kalo mantan tega membuka aib kita di media sosial?

1. Putusin Pertemanan dan Blokir Akun Sang Mantan

 

Ini bukan tindakan emosional, tapi suatu tindakan tegas supaya kedepannya kita ngga terus menerus habisin waktu hanya untuk ngeresponi ulah mantan. Apalagi kalo kita putusnya ngga baik-baik, lebih bijak kalo kita menenangkan diri. Kita perlu bersikap tegas supaya kedepannya ngga lagi mengalami hal yang kaya gitu. Gimanapun tindakan mantan beberin aib kita ngga bisa dibenarkan. Jadi mutusin pertemanan di media sosial adalah hal terbaik buat menghindari hal-hal yang ngga perlu terjadi, seperti ‘pertengakaran status’.

2. Ngga Perlu Dikomentari dan Dibalas

Kita ngga perlu balas dengan komentar pedas kalo mantan menuliskan ‘aib’ atau kejelekan kita di status Facebooknya atau akun media sosialnya. Kita juga ngga perlu bereaksi dengan balas membongkar aibnya. Hal ini ngga akan menyelesaikan apa-apa. Malah kita jadi perang status dan akhirnya yang kita dapat justru rasa malu, karena banyak orang jadi tahu yang terjadi sebenarnya antara kita sama mantan.

Kalo pun mau balas, lebih baik mengirim via inbox atau message khusus via email atau chatting, tapi itupun kita perlu bijak dengan ngga gunain kata-kata kasar. Who knows, ntar mantan malah capture dan posting lagi di media sosial.

3. Ampuni dan Jangan Terpancing Emosi


Mengampuni, mengampuni dan mengampuni lebih lagi. Inilah yang harus kita lakuin kalo kita diperlakuin ngga adil sama orang lain. Betul, kita sakit hati, malu dan ada keinginan buat ngebales perbuatan mantan. Namun, cara tersebut ngga akan membuat kita merdeka dari amarah. Justru cuma memuasakan emosi sesaat. Jadi dalam hal ini, mengampuni itu bukan untuk orang lain, tapi lebih untuk diri sendiri, supaya kita merdeka dan bisa move on tanpa harus dibayang-bayangi dengan kegagalan masa lalu.

4. Klarifikasi Tanpa Harus Men-tag Nama Sang Mantan

Kalo kita merasa perlu buat klarifikasi, apalagi kalo banyak teman yang udah baca postingannya kemudian pada tanya ini itu sama kita, boleh aja kita lakuin tapi tetap dalam nilai-nilai kebenaran. Artinya, kita ngga jelekin mantan dalam klarifikasi itu, tapi lebih kepada bersihin nama baik diri kita. Jadi ngga perlu harus men-tag akun facebook mantan, tapi kita lebih kepada ungkapin kalo kurang bijak membongkar aib atau kejelekan orang lain cuma gara-gara putus cinta.

Kalo kita ngelakuin hal ini dengan kepala dingin dan memilih dengan hati-hati kata-kata yang akan kita posting, pastilah orang yang baca bisa menangkap maksud kita tanpa mereka merasa kita jelek-jelekin orang lain.
Intinya sih, jangan sampe putus cinta membuat kita jadi orang yang ngga bijak. Apapun yang udah pernah kita alami bersama mantan dan gimanapun kelakuannya, ngga perlu kita bongkar itu semua ke publik. Sebaliknya, ketika mantan yang ngelakuin terhadap kita, belajarlah berhikmat dan bijak dalam bertindak.