Beberapa orang sering mengalami rasa kurang nyaman dalam keluarga, misalnya bertengkar dengan saudara atau bahkan melihat kedua orang tua bertengkar hebat, seolah rumah sedang diguncang bencana alam gunung meletus. Sebenarnya masalah semacam ini pasti dialami sebuah keluarga, mulai dari perbedaan pendapat hingga sikap keras kepala bisa jadi pemicu sebuah pertengkaran. Apakah kamu juga mengalami hal yang sama?

Heroes, sesungguhnya kita mampu menyelesaikan masalah keluarga dengan tetap berpegang teguh pada perintah dan janji Tuhan Yesus yang selalu menyertai dan memampukan kita. Seperti halnya 3 ayat Alkitab berikut ini. Ayat-ayat ini akan menguatkan, memberi solusi serta menegur kita untuk melakukan hal-hal yang bijak sehingga kita dapat menghindari atau mengatasi sebuah masalah. So, berikut adalah ulasannya.

Saling Menghormati Antar Anggota Keluarga (EFESUS 5: 22-25)

Suami dengan istri atau anak dengan orang tua sering bertengkar entah itu karena masalah besar atupun kecil. Dalam hal ini, firman Tuhan dalam Efesus 5:22-25 mengingatkan bahwa rasa saling menghormati akan membuat suasana dalam keluarga lebih damai.

Dan begitulah faktanya, ketika kita saling menghormati satu sama lain, dimana orang tua menghormati anak dan anak menghormati orang tua, damai sejahtera dan suka-citalah yang memenuhi kehidupan keluarga kita.

Segani Kedua Orangtua (IMAMAT 19:3)

memeluk-orangtua

Peran ibu dalam suatu rumah tangga sangatlah penting, coba bayangkan jika kamu mengalami suatu kondisi dimana orang tuamu sakit atau pergi keluar kota dan kamu sendirian. Apakah yang akan terjadi dengan kondisi rumahmu? pastilah akan sangat berantakan, seperti pasar hewan tanpa petugas kebersihan.

Maka dari itu, Imamat 19:3 menjelaskan bahwa setiap kita harus menyegani kedua orang tua kita. Karena mereka adalah wakil Allah di dunia ini. Jika mereka yang keliatan saja tidak hargai apalagi tidak keliatan.

Tidak Menyimpan Amarah (IMAMAT 19:17)

Sering sekali saya bertengkar dengan kedua saudara entah itu karena perkara sepele atau mungkin hanya karena perkataan saudara saya yang membuat tersinggung. Sehingga orang tua saya selalu menangis melihat kami yang setiap hari selalu bertengkar. Padahal, Alkitab dengan jelas menyebutkan bahwa kita tidak boleh membenci apalagi sampai menyimpan dendam kepada orang lain apalagi itu saudara kita sendiri. Bukankah lebih baik kita membicarakannya dengan hati yang damai, duduk bersama sambil menikmati secangkir teh?

Maka kita sebagai anggota keluarga harus berusaha membentuk keluarga yang damai sejahtera di dalam Tuhan seperti firman-Nya dalam Imamat 19:7. Hingga pada akhirnya, tidak ada satu pun anggota keluarga yang mengalami kepahitan atau sakit hati.

Mengekang lidah (Yakobus 1:26)

menghilangkan-bau-mulut

Tak jarang, cek-cok antar keluarga terjadi. Anak berkata kasar kepada orang tua atau bahkan sebaliknya. Sadar atau tidak sadar, lidah yang tidak dikekang bisa jadi pemicu keretakan rumah tangga.

Dalam Yakobus 1:26 tertulis “jikalau ada seseorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.” Tuhan ingin kita mengekang lidah dan menjaga setiap omongan yang keluar dari mulut.