Anak Berusia 4 Tahun Yang Meninggal Akibat Kanker Ini Berhasil Menginspirasi Jutaan Orang

“Ibu aku mencintaimu”. Itulah kata-kata terakhir dari salah satu prajurit Tuhan yang sangat pemberani, Nolan Scully. Saat pertempuran terakhir, bocah berusia 4 tahun ini membahas kematiannya yang akan datang dengan keyakinan yang tak tergoyahkan, mengatakan pada ibunya bahwa dia akan menunggu di surga. Dan meskipun Nolan memiliki hidup yang terbilang singkat, hidupnya sangat memberkati dan memberi dampak besar kepada orang-orang yang tahu tentang perjalanan hidupnya.

Hanya Tuhan yang bisa memenuhi begitu banyak cinta ke dalam tubuh mungil Nolan. Cinta berseri dari senyuman anak kecil yang menarik ratusan ribu pengikut ke halaman Facebooknya, NolanStrong.

Keluarga Nolan mulai menulis dihalaman Facbook sejak ia didiagnosis rhabdomyosarcoma (kanker jaringan lunak langka) ketika Nolan berusia 3 tahun. Pengikutnya di Facebook mengikuti naik turunya kondisi Nolan. Semangat yang membara dari bocah ini mencuri hati masyarakat setempat dan juga jutaan orang asing.

“Setiap pertempuran yang dihadapinya, dia selalu bangkit kembali. Luar Biasa.” Kata Mark Bell, sorang teman dari keluarga Nolan dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Leonardtown. “Jika dia jatuh, dia akan segera bangun dan berlari.”

Hati Seorang Hamba

Nolan kecil ingin melayani masyarakat sama seperti ayahnya, Jonathan, seorang pemadam kebakaran yang mengundurkan diri dari pekerjaannya setelah anaknya didiagnosis kanker.

Anak kecil itu ingin menjadi seorang polisi. Sementara di rumah sakit, Komisaris Polisi kota setempat membuat impian Nolan menjadi kenyataan.

Semua orang berusaha mencari Nolan. Dari orang asing, sampai kepada dokter berusaha mati-matian untuk membuatnya sembuh. Ibu Nolan, Ruth, mengingat hari yang memilukan ketika menyadari bahwa hari-hari akhir Nolan mendekat.

CT Scan yang diperbarui menunjukkan tumor besar yang tumbuh di tabung bronikal dan jantungnya. Rhyldomyosarcoma Mestral Alveolar menyebar seperti api liar.

Saat keadaan semakin memburuk, Ruth mengumpulkan kekuatan untuk memberi tahu Nolan. Namun, reaksinya menunjukan bahwa ia memiliki iman yang kuat. Tidak hanya takut akan kematian, tapi ia mengatakan pada ibunya bahwa dia akan menunggu di surga.

Percakapan Spesial

Ruth berbagi pengalaman melalui diskusi luar biasa mereka di Facebook :

“Aku duduk bersamanya dan melakukan percakapan berikut ini :

Aku        : “Poot, apakah kau kesulitan bernafas? Apakah itu sakit?”

Nolan    : “Welllllll… ya”

Aku        : “Kamu merasa sakit sekarang ?”

Nolan    : “Iya” (menunduk)

Aku        : “Poot, kanker memang tidak mudah. Kamu tidak perlu lagi untuk melawannya”

Nolan    : “Tapi aku akan ada untukmu, ibu”

Aku        : “Apakah itu yang kamu lakukan? Berperang untuk ibu?”

Nolan    : “Yaa”

Aku        : “Nolan, apa pekerjaan ibu?”

Nolan    : “Untuk menjaga aku”

Aku        : “Sayang, aku tidak bisa lagi melakukannya disini. Satu-satu nya cara untuk mu   supaya aman adalah berada disurga”

Nolan    : “Jadi, aku akan pergi ke surga dan bermain sampai kau sampai di sana, ibu ? kau akan datang kan?”

Aku        : “Tentu saja!”

Nolan    : “Terimakasih ibu!”

Nolan menghabiskan waktu-waktu terakhir bersama dengan keluarganya. “Kami berbaring ditempat tidur bersamanya dan dia membuat sketsa bagaimana dia menginginkan pemakamannya, memilih apa yang akan dia pakai, menuliskan apa yang dia tinggalkan untuk kami masing-masing, dan bahkan menuliskan apa yang ingin dia capai, ya tentu saja adalah menjadi seorang polisi.

Mengucapkan Selamat Tinggal

Nolan sangat mengasihi ibunya. Dia selalu ingin melihat dan menyentuhnya. Pada hari terakhir dalam hidupnya, ia mendapat izin untuk pergi dan mandi dengan cepat. Tidak lama setelah pintu kamar mandi berbunyi, “dia memejamkan mata dan tidur nyenyak”

Saat Ruth keluar dari kamar mandi, seluruh tim medis Nolan yang ada disekitarnya tidak dapat menahan air mata mereka. Dia mengalami koma – paru-parunya roboh dan oksigen dalam tubuhnya menurun.

Ruth menulis tentang saat-saat terakhir yang memilukan sekaligus menakjubkan. “Aku berlari dan melompat ke tempat tidur bersamanya dan meletakkan tangan ku di sisi kanan wajahnya. Maka keajaiban yang tidak pernah saya lupakan. Malaikatku menarik nafas, membuka matanya, tersenyum kepadaku dan berkata “Aku menyayangimu, Ibu”, dia menoleh ke arahku. Dan tepat pukul 11.45 WIB, Rollin Nolan Scully meninggal saat aku menyayikan ‘You are My Sunshine’ di telinganya.”

Ketika Ruth membagikan ceritanya di media online, ia menyertakan foto berdampingan dilantai kamar mandi. Nolan sangat mencintai ibunya. Ibunya yang berduka menulis :

“Sekarang aku yang takut mandi. Tak ada apa-apa selain permadani mandi kosong dimana anak laki-laki sedang menunggu ibunya.”

Jika bukan karena kepercayaan Nolan dan keluarganya, kematian pasti terasa menjadi akhir. Tapi Nolan tahu dan tanpa ragu bahwa karena harga yang telah Yesus bayarkan untuk kita semua, kematian hanyalah sementara. Karena Yesus, Juruselamat kita, Nolan akan mencapai janjinya untuk menunggu orang-orang yang dikasihinya di surga.

Penghormatan Untuk Nolan

Kini semangat Nolan yang luar biasa telah meninggalkan bumi. Tiba saat nya untuk meletakkan tubuhnya untuk beristirahat. Dan seluruh komunitas berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada Nolan. Ribuan orang mengucapkan bela sungkawa. “Dia ingin semua orang tersenyum bahagia.” Kata Diana Rogers, nenek Nolan. “Jadi pada akhirnya, dia tidak memikirkan dirinya sendiri”

Pemakaman Seorang Pahlawan

Pemakaman Nolan dibagikan kepada pengikut Facebook Nolan melalui live stream. Petugas pemadam kebakaran dan polisi bergilir mengawasi peti merah Nolan – sebuah hak istimewa yang biasanya disediakan untuk petugas yang meninggal dalam tugas. Prosesi pemakaman dimulai di Pemadam Kebakaran Hollywood. Peti mati itu dibawa keluar dimana ada sekitar 100 orang berdiri dan memberi hormat kepada petugas kecil tersebut.

Kisah memilukan ini memberi kita pengertian. Nolan memberikan dampak luar biasa hanya dalam waktu 4 tahun yang menunjukkan bahwa bukan berapa banyak waktu yang kita miliki, tapi apa yang dapat kita lakukan selama kita masih diberi waktu oleh Tuhan. Malaikat manis ini mengilhami begitu banyak orang dengan imannya yang luar biasa.

“Dia membuat orang tidak percaya menjadi percaya. Dia membawa masyarakat kepada Tuhan. Bersama-sama dengan cara yang positif” kata neneknya.

Tuhan pasti memiliki tujuan khusus untuk Nolan. Dan satu hal yang pasti, anak laki-laki manis ini sekarang tumbuh dengan sempurna dan menunggu keluarga yang dikasihinya di dalam surga.

“Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya dan Tuhan Allah akan menghapuskan air mata dari pada segala muka dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab Tuhan telah mengatakannya. Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah Tuhan yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya”” (Yesaya 25 : 8 – 9). Bagikan Artikel ini kepada semua orang yang kamu kenal. Tuhan Yesus memberkati.

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top