Apa Kata Alkitab Tentang Hutang?

hutang

Seorang pebisnis terkemuka Dave Ramsey pernah berkata, “Kamu dapat berkelana untuk mencari hutang, sampai akhirnya kamu akan terjerat”. Lantas apa maksud dari kata-kata ini? Kamu dapat memahaminya setelah membaca Amsal 6: 5, bunyinya “lepaskanlah dirimu seperti kijang dari pada tangkapan, seperti burung dari pada tangan pemikat”.

Ya! Untuk dapat bertahan hidup, kijang selalu waspada dan berhati-hati dalam bertindak. Karena gerombolan cheetah siap menerkamnya kapan dan dimana saja. Selain itu, para pemburu liar juga akan mengambil tanduknya untuk dijual.

Oleh sebab itu, ketika berada dalam bahaya kijang akan berlari sekencang mungkin. Tak peduli ada mawar yang indah di sekelilingnya, baginya yang terpenting adalah selamat dari mara bahaya.

Sobat, kita hidup dimana hutang dianggap sebagai hal yang normal. Saya pikir semua orang punya hutang atau setidaknya pernah berhutang. Namun perlu diingat bahwa saat hutang kita menumpuk, hidup kita akan berantakan! Malam tak lagi dihiasi dengan bintang, melainkan dengan bayang-bayang jumlah hutang yang begitu banyak.

Kalau sudah begini, kita pasti lupa untuk bersyukur dan akan terus mencemaskan hutang-hutang yang belum terbayarkan. Tentu, ini bukanlah hal yang baik bahkan Allah tidak menghendaki hal ini terjadi pada kita, Roma 13 : 8 berkata “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. ” Pada intinya, Tuhan tidak ingin hidup kita diperbudak oleh pinjaman, hutang atau sejenisnya.

Mulai dari sekarang, berusahlah untuk keluar dari jerat hutang dan hiduplah secara bebas. Bagaimana mungkin ada bisa membantu orang lain apabila hidupmu sendiri masih dibelenggu dengan hutang?

Lalu, apakah berhutang itu salah? Dalam kondisi tertentu, saya harus katakan bahwa “berhutang itu tidak baik”. Mengapa bisa begitu? Sebab, saya menemui banyak orang yang malas bekerja justru menggantungkan hidupnya dengan cara berhutang. Selain itu, tak sedikit pula orang yang memaksakan hidup mewah dan kaya sehingga pada akhirnya mereka harus berhutang.

Oleh sebab itu, sebelum berhutang coba tanyakan pada dirimu terlebih dahulu. Apakah saya benar-benar membutuhkan uang ini? Mengapa saya harus berhutang?

Jika kita masih bisa menghindari hutang dan berusaha mencari uang dari hasil kerja keras kita sendiri, mengapa kita harus meminta pinjaman kepada orang lain? Keluarlah dari rantai hutang dan buatlah hidupmu sebebas mungkin. Jangan khawatir akan hidupmu, jika kamu bekerja keras, Tuhan akan mencukupkanmu.

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top