Apakah Kamu Termasuk Kristen Calo?

Calo-Tiket

Istilah calo tidaklah asing bagi kita. Kita bisa menemukan banyak calo di banyak tempat seperti stadion bola, konser, bahkan ada calo untuk pembuatan KTP. Luar biasa!

Di luar gedung konser atau stadion, para calo akan menjajakan tiketnya dengan berteriak, “Tiket, tiket”, “Tribun, tribun” atau “Pestipal, pestipal”. Tidak perlu menunggu lama, akan ada banyak sekali orang yang menghampiri si calo untuk membeli tiket.

Setelah orang-orang itu mendapat tiket, mereka segera masuk ke dalam gedung atau stadion untuk menonton sepak bola atau konser, sedangkan si calo masih sibuk berputar-putar di sekeliling stadion. Bahkan tidak ikut masuk sampai konser atau pertandingan usai.

Sangat ironis jika kita, anak-anak Tuhan, menjadi seorang calo. Bukan calo tiket konser atau tiket pertandingan sepak bola. Tapi “tiket sorga”. Kita hanya berteriak, “Sorga, sorga”, eh, kita sendiri menolak dan tidak mau masuk ke dalamnya. Menyedihkan bukan.

1 Korintus 9 : 27 mengatakan, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”

Banyak diantara kita yang menjadi pelayan pekerjaan Tuhan. Namun lupa untuk memiliki quality time dengan Tuhan dan menjaga kekudusan. Lalu bagaimana supaya kita tidak hanya menjadi Kristen calo?

Melayani Pekerjaan Tuhan dengan Motivasi yang Benar

Banyak sekali anak Tuhan yang sudah diberikan kepercayaan untuk melayani, namun dengan motivasi yang keliru. Terkadang ada yang memiliki motivasi untuk mendapat uang, untuk dikenal atau dilihat orang, untuk menyalurkan hobi, dan lain-lain.

Seharusnya, saat kita melayani pekerjaan-Nya, hati kita tetap focus kepada-Nya. Kita melayani supaya nama-Nya yang dimuliakan. Bukan untuk kemuliaan nama kita sendiri atau kepuasan masing-masing pribadi.

Memiliki Quality Time dengan Tuhan

Saat teduh dan berdoa adalah hal yang sangat sering dilupakan. Atau bahkan banyak anak Tuhan yang memberikan waktu “sisa” kepada Tuhan. Seharusnya, kita memberikan segala yang terbaik bagi Tuhan. Kita bisa melihat jadwal sekolah atau kerja kita dan menentukan waktu khusus untuk melakukan saat teduh yang berkualitas.

Ketika kita semakin mendekat dengan Tuhan, kita pasti akan terus merasakan hadirat Tuhan yang membawa keteduhan. Dan jangan lupa ibadah dan pelayanan kita bukan hanya di mimbar gereja, melaikan disetiap kehidupan kita dimana hanya kamu dan Tuhan yang mengetahui. Yuk, belajar buat quality time dengan Tuhan.

Melakukan Firman dan Menjaga Kekudusan

Tidak hanya menjadi pembawa, atau pendengar, terlebih dari itu, kita harus melakukan Firman Tuhan. Apa yang menjadi perintahNya, kita lakukan. Apa yang menjadi larangan-Nya, kita jauhi. Supaya kita juga mendapat bagian dalam kerajaan-Nya.

Seperti kutipan diatas, sibuk pelayanan dan lupa menjaga kekudusan adalah sama seperti calo. Hal seperti ini tidak seharusnya menjadi bagian dalam kehidupan kita dalam mengiring Tuhan. Yuk sama-sama belajar untuk menjadi pelaku-pelaku Firman. Jangan hanya sibuk bekerja untuk menjual tiket, tapi kita harus bekerja keras untuk menjadi bagian dari perusahaan terbesar itu, yakni Kerajaan Sorga.

khotbah-rendy

*Di kutip dari Kotbah Rendy Chandradinata.

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top