Wahyu 22 ayat 12 menyatakan dengan jelas bahwa Tuhan Yesus akan segera datang. Itu adalah janji yang diucapkan Tuhan dan janji-Nya pasti akan digenapi. Walau pun hingga saat ini, hari-hari itu belum juga terjadi. Akan tetapi, kondisi dunia yang semakin jahat seolah memberi sinyal bahwa hari-hari dahsyat itu akan tiba.

Salah satu ancaman terbesar bagi kehidupan manusia terletak pada sektor teknologi. Ya! Perkembangan teknologi yang melesat begitu cepat, melahirkan perangkat-perangkat canggih yang berpotensi menciptakan kekacauan di muka bumi ini (jika jatuh ke tangan orang yang salah).

Teknologi yang diduga akan menjadi penyebab kekacauan dunia tak lain dan tak bukan adalah AI alias Kecerdasan Buatan. Sederhananya, AI adalah otak yang diracik manusia khusus untuk perangkat-perangkat canggih seperti robot.  Teknologi ini sejatinya dapat membantu pekerjaan manusia, tapi jika jatuh ke tangan orang yang salah, tak menutup kemungkinan bakal menimbulkan masalah besar.

Melalui film pendek berjudul “Slaughterbots”, Organisasi University of California memperlihatkan bahaya dibalik teknologi AI yang tengah dibuat para manusia. Film tersebut menggambarkan kekacauan negara Paman Sam yang disebabkan oleh Drone berteknologi AI.

Walau memiliki ukuran yang kecil, drone sudah dibekali beragam fitur canggih seperti kamera, chipset AI, face recognition dan bahan peledak.
Dengan adanya teknologi AI dan Face Recognition, drone mampu mengenali target melalui informasi pribadi seperti pola wajah, nama, jenis kelamin dan informasi pribadi lainnya. Mirisnya, informasi semacam ini dapat diketahui melalui akun sosial media. Lantas, bagaimana cara kerja Drone pembunuh tersebut?

Begini, saat diluncurkan Drone langsung mencari dan mengejar target. Ketika target ditemukan, drone akan melesat kencang, menyerang bagian kepala dan meledakkan diri. Walau masih dalam bentuk film, banyak yang meyakini bahwa peristiwa semacam ini akan terjadi di masa depan.

Oleh sebab itu, ada baiknya untuk selalu waspada dan berjaga-jaga, serta menjaga hubungan kita dengan Tuhan. Sehingga ketika hari-hari jahat itu tiba, hidup kita sudah memuliakan nama Tuhan. Jangan takut dan gelisah sebab jika kamu menyerahkan hidupmu kepada-Nya, hidupmu akan aman.