“Pelakor” adalah kata yang cukup sering kita dengar akhir-akhir ini. Banyak media yang memberitakan tentang perselingkuhan dikalangan artis. Dan parahnya, pihak yang selingkuh atau pihak yang menjadi selingkuhan, secara terang-terangan mengakui bahwa mereka menjalin hubungan yang tidak seharusnya mereka jalani. Perselingkuhan tidak hanya terjadi pada pasangan yang masih berpacaran, mereka yang telah menikah bertahun-tahun pun bisa terjerat dalam perselingkuhan.

Ada banyak sekali penyebab perselingkuhan. Karena rasa bosan terhadap pasangan, cekcok yang terjadi terus menerus dalam kurun waktu yang lama, kurangnya komunikasi, tidak adanya perhatian yang cukup, hilangnya kedekatan emosional terhadap pasangan, adanya riwayat perselingkuhan di dalam keluarga, dan lain-lain.

Perselingkuhan adalah satu tindakan yang berdosa. Imamat 19: 11 mengatakan, “Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.” Selingkuh pasti diawali dari sebuah kebohongan kepada pasangan. Dan tentu saja, Tuhan membenci kebohongan. Yang artinya, Tuhan juga melarang dan membenci sebuah perselingkuhan.

Oleh karena perselingkuhan merupakan dosa, kita tidak boleh melakukan hal ini bagaimanapun keadaan kita bersama pasangan. Karena Yakobus 1: 8 mengatakan “Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” Ya! Mereka yang berselingkuh pasti tidak merasa tenang. Karena akan selalu berusaha menyembunyikan ketidaksetiaan mereka. Hubungan yang dijalani pun akan disembunyikan dari semua orang. Tidak bisa bergerak bebas saat bersama. Ingin pergi makan berdua, takut ketahuan, ingin berlibur, takut ketahuan. Tidak ada ketenangan.

Amsal 11: 3 mengatakan “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” Akan ada banyak kebohongan lain yang akan muncul saat kita melakukan perselingkuhan. Semakin kita tidak jujur kepada pasangan, semakin kita terjebak dalam lingkaran kebohongan yang kita ciptakan sendiri. Kita semakin berdosa setiap harinya.

Selain itu, orang-orang yang berkhianat akan sulit mendapatkan kepercayaan lagi dari orang lain. Banyak orang pasti akan berpikir dua kali untuk percaya kepada seseorang yang pernah berkhianat. Bagi pihak yang berselingkuh, bertobatlah. Bagi yang menjadi selingkuhan, coba pikirkan, jika dia bisa berselingkuh dari pasangannya yang sekarang, dia pasti juga memiliki potensi untuk berselingkuh darimu nanti. Bagi yang menjadi korban perselingkuhan, tetap miliki hati yang mengasihi walaupun hal seperti ini sangatlah sulit. Tapi percaya bahwa Tuhan memiliki rencana terbaik dalam hidup kita.

Oleh sebab itu, bagi kita yang belum menikah. Buka telinga selebar-lebarnya. Kenali pasanganmu sebaik-baiknya. Apakah dia memang yang terbaik yang diberikan Tuhan atau justru sebaliknya. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari. Karena kalian akan melewati sisa hidup kalian bersama suami/istri. Karena “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19: 6)

Yuk kita jaga hati kita, pandangan kita untuk tetap setia kepada pasangan. God bless 🙂