Berbagai Jenis Puasa Kristen Yang Wajib Kamu Ketahui

puasa

Puasa memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar menahan lapar dan haus (tidak makan dan tidak minum). Lebih dari itu, puasa adalah sarana untuk mendekatkan diri kita kepada Tuhan dengan menyangkal semua hal yang sifatnya duniawi.

Dalam Kristen puasa tidak diwajibkan. Kendati pun begitu, jika dilakukan dengan motivasi dan tujuan yang benar, puasa akan mendatangkan banyak keuntungan bagi kehidupan kerohanian kita. Nah, sebelum melangkah begitu jauh apa sih tujuan berpuasa?

1. Merendahkan diri di hadapan

Mentang-mentang kuat berpuasa, sejumlah orang menyombongkan diri dan menganggap dirinya lebih suci ketimbang orang lain. Tentu saja, pikiran semacam itu tidaklah berkenan di hadapan Tuhan.

Heroes, puasa yang kita lakukan sejatinya untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan, bahwasanya kita tidak mampu hidup sedetik pun tanpa-Nya dan untuk menyatakan bahwa Dia lebih penting dari apapun juga.

Mat 6: 16: “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.”

2. Menyangkal hal-hal duniawi dan fokus kepada hal yang kekal

Seringkali hal-hal duniawi menjauhkan kita dari kasih-Nya. Masalah duniawi seperti uang, jabatan dan lain sebagainya jika tidak dikontrol dengan benar akan menciptakan tembok pemisah antara kita dengan Tuhan. Nah, dengan berpuasa kita dituntut untuk kembali menaruh fokus utama kepada Tuhan dan bukan kepada hal-hal yang fana.

3. Menanti jawaban dari Tuhan

Beberapa Nabi melakukan puasa ketika mereka menantikan jawaban dari setiap doa dan pergumulan yang tengah diajukan.

Dalam hal ini kita juga dapat melakukan hal yang sama. Semua pergumulan hidup kita seperti jodoh, pekerjaan, karier, sekolah dan lain sebagainya dapat kita nyatakan dalam doa dan pengharapan kepada-Nya.

4. Menyatakan Rasa Cinta kita kepada Tuhan

Ada banyak cara untuk membuktikan rasa cinta kita kepada Tuhan, salah satunya adalah dengan berpuasa. Walau sejatinya Tuhan tahu isi hati kita, namun melalui tindakan berpuasa kita telah mengaplikasikan rasa cinta kita kepada-Nya.

Itulah beberapa tujuan puasa yang wajib diterapkan. Selanjutnya kita akan bahas tentang jenis-jenis puasa yang tercatat dalam buku paling akurat, yakni Alkitab. Langsung saja, berikut ini adalah jenis-jenis puasa menurut Alkitab:

Puasa dalam Perjanjian Lama:

  1. Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum.
  2. Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah.
  3. Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki
  4. Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum
  5. Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara
  6. Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih, doa dan puasa, berkabung selama 21 hari
  7. Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan

Puasa dalam Perjanjian Baru:

  1. Puasa Yesus, 40 hari 40 malam tidak makan
  2. Puasa Yohanes pembaptis, tidak makan dan tidak minum
  3. Puasa Paulus, 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum dan tidak melihat

Ada banyak jenis puasa yang dapat kita temui dalam Alkitab. Mana yang perlu kita ikuti?

Puasa dapat kita lakukan sesuai kemampuan masing-masing, boleh 1 hari, 3 hari bahkan jika memang mampu boleh berpuasa 40 hari seperti yang dilakukan Tuhan Yesus. Selanjutnya, kita harus memilih jenis puasa diantaranya tidak makan, tidak minum atau tidak makan dan tidak minum.

berdoa

Jika sudah menentukan jenis puasa dan jangka waktunya, satu hal yang harus diingat bahwa ketika berpuasa kita diwajibkan untuk memberikan seluruh waktu kita kepada Tuhan dengan cara berdoa dan beribadah. Sebisa mungkin kita harus meliburkan segala aktivitas di luar ibadah kita kepada Tuhan.

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top