Mikayla Grace gadis berumur 21 tahun ini adalah gadis yang tau benar bahwa setiap hari adalah anugerah. Grace menderita penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya menjadi benteng bagi tubuh malah menyerang sel-sel sehat yang ada di dalam tubuhnya.

Masalah kesehatannya dimulai saat usianya 16 tahun dan semakin memburuk dari waktu ke waktu. Setelah dirawat di rumah sakit, akhirnya pada bulan September tahun 2016, Grace menerima alat pacu jantung yang dipasang di dalam tubuhnya. Setelah menghabiskan 1 minggu di rumah sakit dia bisa pulang ke rumah, keadaan Grace tampak membaik, namun kemudian dia merasakan sakit saat alat pacu jantungnya bekerja.

“Dalam 2 hari aku dinonaktifkan 100%. Tidak bisa bergerak, makan, minum, atau pergi ke kamar mandi. Aku juga tidak bisa berbicara dengan benar, setiap kata yang ku ucapkan akan menghasilkan kata yang sama sekali berbeda dan tidak terkait. Aku berbaring di sana selama berhari-hari dan sebagian diriku tau bahwa aku sedang sekarat,” Tulis Grace di akun facebooknya.

Grace dibawa ke rumah sakit dalam keadaan yang hampir tidak responstif. Setelah tinggal beberapa hari di rumah sakit, Grace pun dipindahkan ke rumah sakit lain. Dokter mengklaim bahwa katub jantung (alat pacu jantung)  yang telah dipasang secara implan tersebut terinfeksi.

“Apa yang seharusnya menyelamatkanku hampir membunuhku?”  pungkasnya.

Dokter bekerja dengan cepat untuk melepaskan alat pacu jantungnya yang terinfeksi. Sayangnya hal itu membawa masalah lain, yaitu emboli paru (penyumbatan pembuluh di paru-paru akibat lepasnya gumpalan sumbatan pada pembuluh darah balik di bagian tubuh lain). Tubuhnya dengan cepat mulai gagal dalam waktu 48 jam.

Alat pacu jantungnya di bawa keluar, tapi masalahnya belum selesai.

Tepat saat kondisi Grace membaik dia mulai terserang demam. Dia menulis bahwa dokternya merasa tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk membantunya.

“Mereka masuk ke kamarku,dengan wajah yang terlihat putus asa bahkan tidak bisa menjanjikan semuanya akan membaik, jadi mereka melipat tangan dan berdoa.”  Tulisnya.

Grace hanya ingin pulang ke rumah. Akhirnya dokter melakukan operasi lain, yang memungkinkan kondisi Grace untuk menerima perawatan di rumah.

“Aku mensyukuri setiap natal, waktu bersama keluarga dan teman-temanku yang sangat berharga. Sejak menderita penyakit ini hal yang paling penting bagiku sekarang adalah untuk menghidupi hidupku dan melakukan hal-hal yang membuatku bahagia.” tulis Grace

Meskipun Grace tidak disembuhkan dari penyakit autoimun berat yang parah dan hatinya masih belum sepenuhnya membaik, sekarang Grace bertahan dan berjuang keras untuk kehidupannya.

Grace menulis bahwa akhirnya setelah 2 bulan yang panjang dan menyiksa, dia menerima alat pacu jantung pengganti. Tiga bulan kemudian dia belum memiliki masalah dengan hal itu.

mikayla-grace-tatto

“Bahkan ketika aku masih merasakan penderitaan, aku masih bisa melewati  hari-ku dengan baik. Hal itu menunjukkan kepadaku  bahwa aku memiliki kekuatan yang begitu besar dalam hidupku yang bahkan tidak pernah ku sadari sebelumnya.” Tulisnya.

Karena kekuatannya menghadapi penyakit yang ia derita, Grace mendapat tato sebagai pengingat akan apa yang telah ia alami.

Sobat, doa mungkin tidak mengubah keadaanmu. Yakinlah, Dia memiliki rencana yang lain untuk hidupmu, tidak peduli apa penyakitmu dan bagaimana keadaanmu, Yesus selalu berjalan bersama mu. Dia ada di sana untuk memberi mu kekuatan dan harapan yang baru.