Doa adalah aplikasi chatting paling canggih. Mengapa? karena doa sanggup menghubungkan manusia dengan Tuhan. Sayangnya, ada beberapa orang yang tidak menginstal aplikasi chatting ini dalam hidupnya. Atau sudah menginstalnya, tetapi tidak menggunakannya setiap hari.

Lebih dari itu, Alkitab mengatakan bahwa napas hidup orang percaya hanya diperoleh melalui doa. Itu artinya, doa jauh lebih penting dari sandang, pangan dan papan. Akan tetapi di era serba digital seperti sekarang ini, sebut saja Facebook, Twitter dan Instagram berubah menjadi sarana untuk memasang dan menulis setiap doa bahkan doa-doa yang sifatnya pribadi. Entah apa tujuannya, namun apakah salah jika saya berpikir bahwa mereka tengah memamerkan doa agar dilihat orang?

Sebab fokus doa adalah Tuhan dan bukan orang lain, sementara ketika seseorang memajang doanya di sosial media, bukankah itu berarti bahwa seseorang itu ingin mendapatkan like atau komentar dari followers atau teman-teman sosial medianya? Faktanya Tuhan tidak butuh like, komentar atau love dari doamu. Nah, buat kamu yang masih sering menulis doa di sosial media, kamu harus tahu fakta-fakta tentang doa berikut ini.

Doa itu Sakral

Fakta yang pertama dan utama adalah doa itu sakral. Meskipun kamu dapat melakukannya dimana pun dan kapan pun juga, namun bukan berarti kamu dapat berdoa seenaknya atau dengan aturan yang tidak benar. Aturan yang paling hakiki ketika berdoa adalah kamu harus menjadikan Tuhan sebagai fokus utama-mu, bukan teman atau orang lain.

Dan ketika kamu menulis doa di sosial media, sangat besar potensi bahwa kamu tidak tulus dalam berdoa. Sebab kamu berdoa untuk dilihat orang lain, bukan kepada Tuhan!

Doa itu Intim

Doa adalah urusanmu dengan Tuhan. Itu adalah hubungan yang intim antara kamu dengan Tuhan. Ingat, Tuhan sangat menghargai sebuah hubungan. Jangan sampai kamu menjual hubungan intim-mu dengan-Nya. Ketika berdoa jadikan Dia sebagai yang utama, sebab itulah yang harusnya kamu lakukan. Oleh sebab itulah, mengapa Alkitab menganjurkan kita untuk berdoa di dalam kamar atau tempat-tempat yang sepi dan damai supaya kita dapat berbicara dengan Dia secara intim.

Doa itu lebih dari berbicara

Seperti yang saya katakan, bahwa doa adalah sarana mengobrol antara manusia dengan Tuhan. Dengan kata lain, ada dua pribadi yang saling berkomunikasi, bukan hanya kamu saja tapi Dia juga. Banyak dari kita, ketika berdoa mengatakan banyak hal kepada Tuhan tanpa memberikan kesempatan atau sesi khusus untuk mendengarkan apa yang ingin Tuhan katakan.

Meski kamu tidak dapat mendengar perkataannya secara langsung akan tetapi kamu akan merasakan hadirat-Nya. Dan jawaban dari doamu akan kamu terima dengan cara yang unik, bisa melalui ayat Alkitab, penglihatan, atau suara di benak hatimu. Lantas, apakah kamu bisa mendapatkan jawaban dari doa yang kamu tulis di sebuah status? Apakah Tuhan akan mengomentari doamu di status, tentu hal itu tidak akan pernah terjadi.