Minggu (11/2), seperti biasa Gereja St. Lidwina mengadakan Misa pagi. Awalnya, ibadah berlangsung dengan khidmat, tenang dan damai sejahtera. Namun, keadaan tiba-tiba berubah setelah seorang pria berinisial “S” (22) mengeluarkan senjata tajam dan menyerang empat anggota gereja, yakni Pastur, seorang jemaat, seorang pengurus gereja, dan seorang polisi.

Melihat peristiwa tersebut dengan sigap aparat kepolisian berusaha mengamankan pelaku dan melindungi jemaat lainnya. Namun, pelaku enggan menyerahkan diri, pelaku malah menyerang salah satu petugas kepolisian.

Setelah melewati berbagai macam usaha, pelaku yang diketahui berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur tersebut berhasil dilumpuhkan oleh petugas kepolisian dengan menembakkan senjata api. Tembakan tersebut secara langsung mengenai bagian perut pelaku. Selanjutnya, tim kepolisian membawa pelaku ke rumah sakit UGM untuk dirawat sementara.

Sejauh ini belum diketahui motif dari penyerangan yang di lakukan pria asal Banyuwangi tersebut.  “Belum diketahui motif dari pelaku, masih diperiksa. Sekarang pelaku dan korban sedang dirawat di rumah sakit,” ujar Kepala Humas Polda DIY Yogyakarta, AKBP Yulianto.

serang-gereja

Menurut keterangan kepolisian, pelaku masuk dari pintu bagian barat gereja dan langsung menyerang Martinus Parmadi Subiantoro yakni seorang pengurus gereja dan sekaligus menjadi korban pertama dalam insiden tersebut.

Kepolisian juga mengungkapkan bahwa pelaku masuk sambil mengayun-ayunkan senjata tajam sehingga para jemaat berlarian keluar dari gereja. Setelah itu pelaku maju ke tempat koor dan langsung menyerang Pastur yang sedang memimpin Misa. Pastur yang diketahui bernama Romo Prier mengalami luka sabitan dibelakang kepalanya.

Kemudian pelaku menyerang jemaat yang masih ada di dalam gereja dan mengenai seorang jemaat. Jemaat yang di ketahui bernama Budjiono tersebut mengalami luka sobek di kepala bagian belakang dan leher belakangnya. Pelaku juga merusak patung Yesus dan patung Bunda Maria yang berada di mimbar dengan senjata tajam.