Agus Sutikno, pria yang berasal dari Probolinggo, Jawa timur ini adalah seorang pendeta. Siapa sangka dengan penampilannya yang seperti anak punk dengan wajah yang penuh tato dan rambut gondrong nya, ternyata dia memiliki hati yang lembut.

Sudah lebih dari 14 tahun, dia membantu kehidupan orang-orang yang tersisihkan di Semarang. Dia membantu orang-orang yang dianggap “sampah masyarakat” bagi sebagian orang, yaitu pekerja seks, anak jalanan, pemabuk, pecandu narkoba, dll.

Agus dengan senang hati membantu orang-orang tersebut. Tenaga, waktu, pikiran, dan bahkan materi rela dia berikan untuk membantu orang-orang yang tersisihkan tersebut. Dalam menjalankan kegiatan sosialnya, Agus tidak pernah melihat seseorang melalui agama, ras, maupun suku. Niatnya tulus, yaitu hanya untuk membantu.

“karena bagi saya itu hati Tuhan. Hati Tuhan itu ada pada orang-orang miskin, dan orang-orang yang tersisihkan.” Ucap Agus

Agus merangkul mereka agar mereka mendapatkan kasih Tuhan yang didapat oleh Agus setelah dia bertobat.

Dulu, Agus lama hidup di jalanan. Kehidupan Agus di jalanan bermula saat dia kabur dari rumahnya di Probolinggo, Jawa Timur setelah bertengkar dengan Ayahnya yang sering menyiksanya. Perlakuan kasar Ayah Agus kepadanya seolah warisan yang diterimanya ketika hidup di jalanan, Agus sering melakukan bermacam kekerasan dan juga sering mabuk-mabukan.

Namun suatu hari Agus mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus. Dia merasakan kasih yang luar biasa di dalam Yesus, yang akhirnya menuntunnya untuk masuk ke dalam salah satu perguruan tinggi teologi.

“Bukan saya yang mengubah diri saya, tapi Tuhan yang mengubah saya. Siapa pun tidak bisa mengubah dirinya sendiri.” Ucap Agus dengan suara serak nya.

Kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan Agus awalnya tidak berjalan mulus. banyak warga sekitar yang menuduh Agus memiliki tujuan lain, yaitu untuk mengkristenkan orang sehingga awalnya banyak warga yang tidak mau membantu aksi sosialnya tersebut. Banyak juga orang yang meragukan kebaikan hati dari Agus ini, namun buktinya telah banyak orang merasakan kasih Tuhan melalui Agus.

Kalau saya bicara kebaikan saya percaya begini.. Siapa pun kita, dari background apa pun kita, dari agama mana pun kita. Yang penting satu, yaitu kita harus berdampak.” Ujarnya.

Agus tidak memiliki niat terselubung di dalam kegiatan-kegiatannya tersebut, bahkan banyak orang-orang yang ia bantu adalah seorang muslim dan Agus tidak pernah menganjurkan bahkan memaksa mereka untuk berpindah agama. Agus hanya ingin menjadi saksi Yesus, dan menjadi saluran berkat untuk orang-orang di sekitarnya.

Guys, menjadi saksi Yesus dapat kita lakukan bukan hanya melalui perkataan. Namun, salah satunya adalah tindakan seperti yang sudah dilakukan oleh Pendeta jalanan, Agus Sutikno. Dengan bertindak, kita akan secara langsung memberikan dampak kepada seseorang. Nah, mulai sekarang, jadilah saluran berkat bagi orang-orang di sekelilingmu ya.