Tessa Kaunang adalah salah satu finalis “Gadis Sampul” pada tahun 1993. Tidak puas hanya dengan menjadi Model wanita kelahiran Surabaya, 5 November 1976 ini mencoba merambah ke dunia sinetron bersama teman-teman finalis Gadis Sampul lainnya. Sejak saat ini, Tessa mulai mendapat banyak tawaran untuk membintangi sejumlah iklan dan sinetron.

Gemerlap dunia entertainment membuat kehidupan Tessa Kaunang berubah. Ditambah dengan permasalahan keluarganya yang seakan ingin ia lupakan malah semakin membuat Tessa terperosok dalam jurang kesenangan duniawi.

“Mencari kesenangan dengan pergi ke Club, dimana semua orang, ya hampir semuanya minum, merokok, dan nge-drug, jadi ya ngikut. Apalagi waktu itu saya masih remaja dan pengen cari tau, jadi ya coba ini deh,coba itu deh”

kata Tessa kaunang

Namun semua kesenangan sesaat itu tidak bisa melepaskan Tessa dari ancaman broken home yang diakibatkan oleh perselingkuhan Ayahnya yang sudah terjadi selama 29 tahun. Pertengkaran antara Ayah dan Ibunya yang sering Tessa saksikan membuatnya semakin tertekan dan semakin menggilai clubbing, minum,merokok, dan nge-drug, hingga juga free sex. Kelakuan ini terasa biasa bagi Tessa karena dia sudah bisa menghasilkan uang sendiri.

“Mereka (Ayah & Ibu Tessa) tuh kalo berantem sampe buat rumah itu pecah semua, sudah kayak kapal pecahlah ya…” ujarnya

Tessa pun juga sempat menceritakan bahwa dia pernah melihat Ayahnya yang sedang larut dalam emosi memukul Ibunya yang bertubuh kecil.

Karena perjuangannya, pada tahun 1999-2000 Tessa naik daun. Dia mulai dikenal oleh masyarakat luas, namun Tessa takut jika orang lain mengetahui kehidupan pribadinya maupun kehidupan keluarganya.

Karena merasa sudah mampu menghidupi Ibunya dengan penghasilan sebagai artis, Tessa menganjurkan agar Ibunya mau menceraikan Ayahnya. Namun Ibu Tessa bersikeras tidak mau bercerai meski ia selalu mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya.

“Sampai saya sebel juga, sudah tau disiksa, sudah tau kayak gini, masih saja mau menerima Ayah,” ungkap Tessa

Suatu saat salah satu selingkuhan Ayahnya mengaku hamil dan menuntut Ayah Tessa untuk bertanggungjawab. Namun Julia Kaunang yang bukan lain adalah Ibu Tessa masih mau mengampuni suaminya itu. Dengan penuh rasa terima kasih Ayah Tessa mencoba memperbaiki hubungannya dengan istri dan anak-anaknya. Itikad baik Ayahnya membuat Tessa kembali merasakan kasih sayang dalam keluarga yang utuh.

Hal ini membuat Tessa kembali pada firman Tuhan dan melakukan perintah-perintah-Nya. Meski berat dia mencoba mengampuni Ayahnya.

“Bagaimana cara bisa memaafkan dia? Kita harus meminta bantuan Tuhan. kalau kita sendiri yang memaafkan tidak akan kuat, itu yang saya rasakan,” ucap Tessa.

 “Makanya mengapa saya sekarang berani menceritakan, karena saya ingin keluarga saya ini menjadi terang dan garam buat semua orang,” tambahnya.

Melalui tahap mengampuni dan melupakan ini sangat sulit, namun dengan Tuhan kita bisa melakukan semuanya. Kalau kita sudah berani mengambil keputusan untuk bertobat, kita juga harus berani menjadi saksi Tuhan.