Kisah Seorang Ateis Menemukan Yesus

laki-laki-depresi

Lee Strobel adalah seorang jurnalis profesional, ia lahir di Arlington Heights, Amerika pada tahun 1952. Sejak kecil ia tidak pernah percaya akan keberadaan Tuhan. Ya, Strobel memutuskan untuk menjadi seorang ateis.

Bicara soal karier, Strobel cukup sukses di dunia jurnalistik. Berbekal ilmu yang ia peroleh dari University of Missourim dan Yale Law School, Strobel  berhasil mendapatkan penghargaan atas laporan penyelidikan pada tahun 1980 yang juga menjadikannya seorang editor hukum di Chicago Tribune, salah satu media besar pada waktu itu.

Singkat cerita Strobel menikah dengan Leslie. Hubungan pernikahannya berjalan dengan sangat harmonis. Mereka sudah dikaruniai satu anak perempuan, namun disisilain istrinya juga tengah mengandung anak kedua Strobel. Keluarga Strobel tumbuh sebagai keluarga yang tidak percaya Tuhan. Mereka tidak mengenal ibadah, doa apalagi membaca firman Tuhan.

Sampai akhirnya di suatu malam, Strobel, istrinya dan anak perempuannya pergi ke sebuah restoran untuk makan malam bersama. Saat menikmati hidangan makan malam, anak perempuan Strobel tersedak dan hampir mati. Untung saja ada wanita tua bernama Alfie (seorang perawat) yang berhasil menyelamatkan gadis kecil tersebut. Dengan rasa haru, istri Strobel mengucapkan banyak terima kasih kepada Alfie.

Ditengah perbincangan, istri Strobel berkata “sungguh kebetulan kau ada disini, mungkin jika kau tidak ada, anak ku akan mati”.

“Tidak ada yang kebetulan di dalam Tuhan. Semua karena Yesus. Malam ini aku dan suamiku ingin makan di restoran lain, namun entah mengapa aku ingin datang ke restoran ini, dan ya ternyata Tuhan mengutusku” jawab Alfie.

Sebagai orang ateis Strobel dan Istrinya hanya mengucapkan Terima kasih kepada wanita tua tersebut. Meski begitu, Leslie (istri Strobel) dihantui rasa penasaran yang mendalam tentang pribadi bernama ‘Yesus’. Hatinya mulai bertanya, “benarkah Yesus yang menyelamatkan anakku?”

Untuk mengobati rasa penasaran tersebut, Leslie menemui Alfie untuk mencari tahu siapa Yesus sembari membawa kue sebagai bentuk ucapan terima kasihnya.

Dengan bijak, Alfie mengundang Leslie untuk datang ke gereja dan mulai berdoa kepada Tuhan di sana. Tentu ini bukan keputusan yang mudah bagi Leslie, mengingat ia sudah lama tidak datang ke gereja apalagi suaminya adalah seorang ateis yang kuat.

Namun, rasa penasaran itu terus menggema di hati Leslie. Akhirnya ia memutuskan untuk datang dan beribadah di gereja. Leslie menemukan banyak hal di sana. Leslie menemukan kasih, iman dan keyakinan yang tak pernah ia temukan sebelumnya. Sampai akhirnya Leslie percaya kepada Yesus dan memutuskan untuk dibaptis serta menjadi Kristen.

Melihat istrinya yang percaya kepada Yesus, Strobel tak terima dan menolak keputusan istrinya tersebut. Strobel meminta Leslie untuk menanggalkan kepercayaan tersebut dan kembali ke jalan semula. Namun, Leslie tetap bersikukuh dengan imannya. Konflik pun tak dapat dihindari.

Strobel yang ateis ingin membuktikan bahwa Yesus itu tidak ada. Dengan ilmu jurnalis yang ia miliki, Strobel mulai meneliti dan mencari bukti demi bukti tentang keberadaan Yesus. Sebagai jurnalis profesional, sebisa mungkin Strobel menanggalkan pandangan subjektifnya sebagai seorang yang tak percaya Tuhan.

Untuk membuktikan keyakinannya, Strobel menemui banyak orang terpelajar dan orang yang ahli di bidang tersebut. Strobel datang ke ahli sejarah Kristen, ia mencatat setiap laporan yang ia dapat di sana. Strobel menemukan banyak salinan Alkitab dan bukti fisik lainnya. Tak puas dengan jawaban tersebut, ia datang kepada pendeta, ia juga mendatangi ahli medis, ahli psikologi dan masih banyak lainnya. Sampai akhirnya semua data terkumpul.

Dengan penuh keraguan, Strobel mulai membuat laporan khusus tentang penyelidikannya tersebut. Namun, saking banyaknya bukti yang menyatakan bahwa Yesus itu ada, ia menyerah dan mengaku kalah. Ia datang kepada Istrinya dan berkata “Ya, aku menyerah, Tuhan itu memang ada”. Singkat cerita akhirnya Strobel percaya kepada Yesus dan mulai berdoa kepada-Nya. Strobel membagikan beberapa pengalamannya kedalam sebuah buku yang ia tulis. Beberapa diantaranya adalah

The Case for Christ

Buku ini merupakan hasil dari penyelidikan dan petualangan  Strobel dalam menemukan Yesus dan menjadi seorang Kristen. Buku The Case for Christ adalah hasil wawancara dengan tiga belas narasumber yang merupakan orang terpelajar.

The Case for Faith

Buku ini menjawab semua keraguan mengenai Kekristenan, seperti kontradiksi antara mujizat dan ilmu pengetahuan alam, apakah Yesus jalan satu-satunya ke Surga serta mencatat sejarah perkembangan gereja di dunia.

The Case for a Creator

Buku The Case for a Creator merupakan hasil wawancaranya dengan berbagai pemikir teologi dan filsuf.

The Case for the Real Jesus

Lebih kompleks lagi, buku ini menyampaikan cara pandang para penginjil Kristen yang berbeda-beda. Pada buku ini, Strobel juga membahas perbedaan pendeskripsian Yesus dalam Injil Non-Kanonik dengan empat Injil Kanonik. Dan masih banyak lainnya.

Dari ke-empat buku tersebut, Buku The Case for Christ dipilih oleh Pure Flix untuk dijadikan sebuah film. Dengan tokoh dan cerita yang sesuai dengan kisah nyata, film The Case for Christ akan memberkati banyak orang. Jika kamu ingin menonton filmnya bisa buka link dibawah ini.

Tonton Film

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top