Konflik di Yerusalem Kian Memanas, Pemimpin Gereja Dunia Panjatkan Doa Bersama

Konflik-di-Yerusalem-Kian-Memanas

Perseteruan antara dua negara ini tak kunjung selesai. Suasana memuncak ketika Israel menutup sejumlah pintuk masuk yang merupakan akses menuju masjid Al-Aqsa, dan hanya membuka dua pintu untuk warga Palestina, dimana dua pintu tersebut sudah terintegrasi dengan detektor logam.

Melihat situasi ini, Warga Palestina marah dan melakukan demo karena merasa dikekang dan tidak diberikan kebebasan dalam beribadah. Palestina menganggap bahwa pemasangan detektor logam tersebut telah menyalahi perjanjian quo yang telah disepakati.

Disisi lain, Israel tetap kukuh untuk tidak mencabut detektor yang telah mereka pasang. Akhirnya, demo yang semula kondusif berubah menjadi kacau dan tindakan kekerasan pun tak bisa dihindarkan. Akibatnya, 2 tentara Israel tertembak dan 3 orang demonstran mati.

Demi kebaikan bersama, Perdana menteri Israel akan mempertimbangkan alternatif keamanan untuk kawasan tersebut. Menanggapi persoalan ini, pemimpin gereja dari seluruh dunia turut serta mengungkap kesedihannya. Dr Olav Fykse Tveit, selaku sekretaris jenderal Dewan Gereja Sedunia, mengajak para pemimpin dunia untuk berdoa bersama.

“Hatiku dan doaku menyertai mu dan gerejamu hari-hari ini, dan kepada semua orang beriman di Yerusalem. Kami meminta gereja-gereja dari seluruh penjuru dunia untuk berdoa demi perdamaian yang adil bagi Yerusalem. Kami yakin gereja-gereja di seluruh dunia mengikutimu dan dengan tekad yang besar, bersama-sama, kita akan mengubah situasi ini”, tulisnya dalam sebuah surat seperti yang dilansir oleh Jawaban.

Tveit juga menegaskan bahwa pihaknya terus memantau permasalah yang terjadi di Yerusalem dan terus berharap akan ada jalan keluar dari semua permasalahan ini. Tveit juga meminta kepada kedua belah pihak untuk mendiskusikan ini secara kondusif dan tenang agar situasi dan keadaan bisa kembali damai.

“Sebagai persekutuan gereja di seluruh dunia, kami mendesak tubuh gereja dunia dan semua orang yang memiliki niat baik untuk bersatu dalam doa untuk solusi yang adil dan perdamaian di Yerusalem,” tambahnya.

Tak hanya Tveit, pemimpin gereja Yerusalem juga angkat suara dan meminta pemerintah segera menangani hal ini serta merealisasikan kembali status quo. Dengan harapan, kedua negara bertetangga ini bisa hidup dalam kedamaian dan kebebasan beribadah.

Meski kita tinggal di Indonesia yang notabene tak ikut campur secara langsung dalam urusan tersebut. Kita wajib untuk ikut berdoa demi kebaikan dan kedamaian di Yerusalem. Semoga Tuhan sendirilah yang turun tangan dan menyelesaikan perdebatan dan permasalah panjang ini.

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top