Ditengah kesibukan dan kepadatan kota Hangzhou, China, tampak Ding Liang (63) seorang ibu tua terlantar di pinggiran jalan tengah terisak meratapi nasibnya. Ding Liang datang dari desa kumuh di pinggiran kota Yuyai, Propinsi Hangzhou datang ke kota Hangzou berniat pengen berkunjung ke tempat anaknya yang udah sukses jadi orang kaya. Namun, Ding Liang ditolak. Ketika pernikahan, si anak malu dengan kehadiran Ding Liang karena ibunya itu dari kampung dan penampilannya sangat buruk alias kampungan. Saking malu dan marahnya si anak ngga mau mengakui ibunya. Setelah menikah, si anak makin ngga peduli dengan ortu dan keluargannya yang lain di kampung.

Seburuk apapun penampilan, latar belakang, sifat/karakter, ataupun betapa miskinnya ortu kita, mereka tetaplah ortu yang sangat berperan besar dalam kehidupan kita. Tanpa mereka, kita ngga akan pernah ada di dunia ini. Tanpa mereka, kita pasti ngga akan seperti ini. Sebab itulah, ortu disebut sebagai wakit Tuhan di dunia, terlepas dari para ortu yang memperlakukan anak-anaknya dengan buruk bahkan membuangnya.

Betapa keberadaan ortu begitu penting di pemandangan Tuhan, sehingga firmanNya berkali-kali menekankan kepada para generasi muda agar senantiasa menunjukan sikap hormat, sopan, ngga meremehkan, dan menghargai ortu. Tanpa melihat situasi apa pun dan kondisi ortu, menghormati ortu adalah keharusan. Bagi mereka yang ngga mau hormat pada ortu, kutuk Tuhan ada di dalam kehidupan mereka. Sebaliknya, mereka yang menghormati ortu, berkat Tuhan akan senantiasa ada dalam kehidupan mereka.

Baca Juga : Tuhanmu Yang Mana?

Sekarang, pilihan ada ditangan Sobat Muda. Kasihilah ortu kita apa adanya mereka! Karena gimanapun merekalah yang berjuang keras demi kita punya penghidupan yang layak. Tunjukin kasih itu melalui perbuatan yang nyata, bukan melalui kata-kata kosong!