Kesaksian mengejutkan ini berasal dari Ali Dektash, seorang pria keturunan Turki. Pria ini mengaku pernah bertemu dengan Yesus Kristus dalam mimpi. Sebelum bertemu Yesus, Ali adalah pria yang kerap memukuli istrinya. Dia tau perbuatannya itu salah namun ia tidak pernah bisa mengontrol emosinya ketika bertemu istrinya.

Merasa kasian melihat istrinya yang sering kali dia pukuli, akhirnya Ali memutuskan untuk bekerja di Arab Saudi karena pikirnya jika tidak bertemu dengan istrinya maka dia tidak akan memukuli wanita malang itu. Sifat kasar yang dimiliki Ali adalah dampak dari penolakan terhadap dirinya yang dilakukan oleh keluarganya dulu. Awalnya dia tidak diakui oleh ibunya, lalu kemudian Ali diasuh oleh pamannya yang akhirnya malah mengusir Ali dari rumah.

Ketika bekerja di Arab Saudi teman-temannya mengajak Ali untuk berziarah ke Mekkah.

“Saya tau bahwa bagaimanapun keadaan saya, saya adalah milik Tuhan. Saya mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali, dan melihat semua orang mencium batu hitam itu, tapi saya berjalan ke arah lain. Saya percaya kepada Tuhan yang hidup, bukan di batu.” katanya

Ketika mereka kembali ke tenda untuk beristirahat, Ali memilih tidur dibawah bintang karena udara saat itu sangat panas. Saat itulah Ali mengalami mimpi yang merubah hidupnya.

“Yesus datang kepada saya dalam mimpi, meletakkan jariNya di dahiku dan tanganNya di dadaku, Dia tersenyum kepada saya dan berkata: bangunlah dan tinggalkan tempat ini,” kenangnya

“Saya tidak begitu mengerti, tapi saya tau bahwa saya sudah diselamatkan. Saya merasa ada seseorang yang berbicara dari hati saya, dan dia terus mengatakan hal yang sama. Saya menjadi sangat takut. Saya sempat ingat bahwa saya pernah membaca satu artikel yang berkata bahwa terlalu banyak alkohol dapat mempengaruhi otak saya, saya berpikir mungkin saya sudah gila, atau bahkan saya mau mati.” ujarnya

Ketika Ali memberi tahu teman-temannya tentang mimpinya, mereka menertawakan Ali dan mengatakan bahwa hal itu terjadi karena Ali makan terlalu banyak.

Akhirnya Ali memilih untuk tidak menyelesaikan ziarah muslim nya. Sebelum dia pergi, dia melihat bahwa rambut hitam di dadanya memiliki bekas tangan putih di satu sisi. Ketika dia mencoba menggosoknya, dia mendengar suara, suara itu berkata: “Kamu akan melihat lebih banyak hal daripada ini.”

“Jadi saya berlutut dan berkata,”Tuhan apapun yang Engkau mau dari saya akan saya lakukan”,” kata Ali

Dia meninggalkan tempat itu dan kembali kepada istrinya sebagai pria yang telah berubah. Bahkan dia menangis dan meminta maaf kepada istrinya atas perlakuan yang dulu telah dia lakukan. Ali bahkan belajar menjadi pastor di Ankara, Istanbul. Sekarang tujuannya adalah untuk menyampaikan firman Tuhan di Turki.

Heroes, aku yakin tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh tangan Tuhan. Jika ada keluargamu yang belum percaya Tuhan, berdoalah. Tidak mustahil Tuhan akan menjamahnya dan mengubahkan hatinya.