Pemulung Ini Bangun 2 Sekolah Gratis Untuk Anak Miskin

pemulung-bangun-sekolah

Tak perlu kaya untuk dapat memberi dampak kepada orang lain. Mungkin kalimat itulah yang cocok untuk menggambarkan sosok inspiratif, Yoseph Orem Bikololong (58). Ya, Pria asal Kota Kupang ini berhasil membangun dua sekolah gratis untuk anak-anak miskin.

Terdengar nekat memang, mengingat ia hanya seorang pemulung sampah. Namun dengan penghasilan yang pas-pasan tersebut, pak Yoseph memberanikan diri untuk mendirikan dua sekolah, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dibangun sejak tahun 2008, sekolah PAUD berlokasi di kediamannya sendiri. Hal ini dilakukan supaya tak menghabiskan banyak biaya. Awalnya, sekolah PAUD ini memiliki 60 siswa namun sekarang jumlah siswanya menurun menjadi 20 siswa.

Sementara untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pak Yoseph menyewa ruangan bekas TK yang disekat menjadi empat bagian terdiri dari 3 kelas untuk siswa dan satu ruangan untuk guru. Dibangun sejak tahun 2011, jumlah siswa SMP kian meningkat, dari 60 siswa kini menjadi 80 siswa.

Untuk sekolah PAUD, ada satu guru yang mengajar sedangkan untuk sekolah SMP ada 9 guru yang mengajar. Sesuai dengan informasi yang kami terima dari pak Yoseph, Guru PAUD digaji Rp. 200.000/ bulan sementara Guru SMP digaji Rp. 100. 000/ bulan.

“Sebenarnya kita tidak sebut itu sebagai gaji, tapi hanya uang transport buat para guru ini. Mereka semua bekerja secara ikhlas dan membantu para siswa miskin ini”, ucap Pak Yoseph seperti yang dilansir oleh kompas.

Latar Belakang Pak Yoseph

Yoseph Orem Bikololong dan istrinya dikaruniai 6 anak. Awalnya, ia bekerja sebagai sopir. Namun karena penghasilan yang kurang mencukupi, sejak tahun 2004 pak Yoseph memutuskan untuk menjadi seorang pemulung sampah. Rupanya, uang hasil dari memulung ini terbilang lumayan.

Dalam sehari pak Yoseph mampu meraup uang 100 ribu hingga 200 ribu, itu artinya jika dirata-rata penghasilan pak Yoseph dalam sebulan mencapai 3-6 juta rupiah.

Pemulung-Mengumpulkan-Sampah

Namun, jumlah keluarga yang tak sedikit tentu membuat kebutuhan keluarga menjadi besar. Meski begitu, pak Yoseph sudah berhasil mengkuliahkan 3 anaknya, sementara yang lainnya masih SMP dan SMA.

Keinginan membuat sekolah PAUD dan SMP gratis ini muncul ketika ia melihat banyak anak-anak dilingkunganya yang putus sekolah bahkan kerja sebelum waktunya.

“Saya melihat di sekitar lingkungan sini banyak anak-anak usia dini berkeliaran. Mereka sebenarnya mau sekolah, tapi sekolah yang ada memasang biaya yang mahal, sehingga karena orang tuanya tidak punya biaya mereka akhirnya tidak bersekolah. Karena itu saya punya keinginan untuk menampung mereka tanpa biaya atau gratis,” ucap Yoseph.

Keinginan bukan sekedar keinginan. Pak Yoseph berhasil mewujudkan keinginan tersebut dan memberikan dampak yang luar biasa kepada lingkungannya. Ia pun berencana untuk membangun SD dan SMA untuk anak miskin dilingkunganya tersebut.

sekolah-gratis

Ia juga meminta pemerintah untuk memperhatikan anak-anak yang kurang dan memberikan bantuan kepada mereka, sebab sejatinya kemajuan bangsa ada pada sektor pendidikan.

Lewat keterbatasan yang ada, Pak Yoseph mau berkorban dan berjuang untuk mereka yang kurang beruntung. Sekarang giliran kita untuk memberi dampak kepada orang lain. Kita tidak akan miskin dengan memberi sesuatu kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati.

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top