Saat malam hari, ketika aliran listrik di rumah kita padam hal pertama yang pasti kita lakukan adalah mencari alat penerangan. Alat yang biasa kita gunakan adalah lilin, lampu petromaks, atau juga lampu minyak. Ya! Meskipun tidak se-terang lampu listrik tapi keberadaan lilin dan kawan-kawannya ini sangat membantu kita dalam keadaan seperti itu.

Ada sebuah cerita tentang seorang raja yang tinggal di kerajaan yang sangat megah. Raja ini sudah tua dan dia sadar akan fisiknya yang semakin lama semakin melemah, oleh sebab itu raja mengadakan sayembara bagi anak-anaknya untuk menggantikan posisinya sebagai raja. Raja ini memiliki tiga orang anak laki-laki yang pintar, gagah dan pemberani.

Raja memberikan uang modal sebesar Rp 1.000.000 kepada setiap anaknya. “Siapa diantara kalian yang bisa mengisi ruangan kosong itu dengan penuh dan memiliki uang sisa paling banyak akan terpilih menjadi raja yang baru di kerajaan ini”, ucap raja tersebut. Semua anaknya memiliki rencana masing-masing untuk mengisi ruangan kosong itu.

Anak pertama mempunyai ide untuk membeli dan mengisi ruangan itu sampai penuh dengan kerupuk seharga 500.000 dan uang yang tersisa 500.000. Demikian juga dengan anak kedua dia mengisi ruangan itu dengan kapas seharga 300.000 hingga penuh dan uang sisanya 700.000. Tapi hal yang dilakukan anak ketiga sangat berbeda dia malah membeli suatu barang yang kecil untuk mengisi ruangan itu sampai penuh. Dia membeli suatu pelita yang bercahaya. Harga pelita itu adalah 1.000 dan uang sisanya adalah 999.000. Lalu raja melihat cara berfikir anak ketiga yang begitu luas dan begitu sederhana. Raja pun memutuskan anak ketiga-nya sebagai penerus takhta kerajaan.

Di dalam kehidupan orang percaya, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita hidup dalam terang yang artinya adalah hidup dalam tuntunan Yesus Kristus, dimana Yesus yang menjadi cahaya dalam terang itu. Salah satu sikap hidup dalam terang adalah hidup dalam kasih.

Tuhan juga tidak pernah menginginkan sesuatu yang besar dari kita tapi Tuhan menginginkan yang terbaik dari kita agar nama Tuhan selalu dimuliakan dengan apa yang kita telah lakukan, sehingga banyak orang yang terketuk hatinya untuk mengikut dan melayani Tuhan.

Kasih itu bukan hanya sekedar menolong ataupun berbagi. Tetapi kasih adalah bagaimana sikap iman kita. Kalau kita hanya menolong tetapi dengan paksaan itu bukan kasih. Kalau kita memberi tetapi tidak ikhlas itu pun bukan kasih. Karena kasih mengajarkan untuk memberi dengan hati dan iman yang sungguh-sungguh. Hidup dalam kasih pun berarti hidup untuk rendah hati. Rendah hati berarti selalu bersyukur untuk apa yang diterima. Tidak mengeluh akan kesulitan-kesulitan hidup. Karena orang yang memiliki sikap menjadi terang yakin bahwa cahaya Tuhan mengisi hidupnya.

cahaya-Tuhan

Ketika kita sudah hidup dalam terang kita harus membawa terang itu kepada setiap orang. Jangan kita biarkan terang itu hanya menyinari satu tempat saja, tetapi biarlah terang ini mampu menyinari semua tempat yang gelap. Artinya kita harus menjadi berkat bagi semua orang. Sikap terang yang telah kita pahami yaitu tentang kasih dan sikap selalu bersyukur. Dari sikap ini kita akan menghasilkan buah yang luar biasa. Buah itulah yang harus kita bagikan ke semua orang dengan penuh suka-cita. Sehingga setiap orang yang melihat boleh hidup dalam terang yang berasal dari cahaya Tuhan Yesus yang membuat kehidupan yang penuh dengan suka-cita di dalam Tuhan.

Mari dalam kehidupan ini kita bersama-sama menjadi terang dan membawa terang dalam dunia ini. Karena Tuhan ingin anak-anakNya tidak lagi hidup dalam kegelapan. Melainkan hidup dalam terang kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Sehingga kehidupan ini penuh dengan kedamaian dan memberikan sebuah hasil yang indah untuk kemuliaan nama Tuhan. Tuhan Yesus Memberkati. Amin