Saat Kamu Bertanya, “Mengapa Tuhan Pertemukan Aku dengan Dia, Jika Akhirnya Harus Berpisah”

kehilangan

Hingga saat ini tak satu pun orang yang dapat mendefinisikan arti sesungguhnya dari kata cinta. Karena pada dasarnya cinta tak dapat dijelaskan dengan kata-kata dan hanya bisa dirasakan. Oleh sebab itu, tak salah bila kami menyebutkan bahwa cinta adalah hal yang rumit.

Cinta bisa berakhir dengan bahagia, namun tak sedikit juga cinta yang berakhir menyakitkan. Apakah kamu juga mengalami cinta yang berakhir menyakitkan? Beberapa orang yang terlalu mencintai terkadang sulit untuk menerima kenyataan. Sehingga mereka mulai berpikir, jika segala sesuatu terjadi karena kehendak Tuhan mengapa Tuhan izinkan aku bertemu dengan dia?

Sobat, jika kamu termasuk orang yang menanyakan hal itu, berikut ini adalah kemungkinan alasan mengapa Tuhan izinkan pertemuan yang akhirnya harus berpisah.

Dia Ingin Kamu Belajar Untuk Mengampuni

Seseorang tidak akan tahu bagaimana cara untuk bangkit, jika iya tidak pernah jatuh. Begitu pun dengan mengampuni. Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana cara untuk mengampuni jika kamu tidak pernah disakiti. Dari rasa sakit itulah, kamu bisa belajar memaafkan kesalahan orang lain meski sebenarnya terasa sangat sulit.

Faktanya, tak ada luka yang paling menyakitkan selain luka yang diberikan oleh orang yang kita cintai. Sama halnya ketika Tuhan rela berkorban untuk menebus dosa kita. Dia yang begitu mencintai manusia, justru mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari manusia. Dia diludahi, dicambuk, dihina bahkan disalib.

Namun, apa yang dilakukan Tuhan  Yesus? Ya, Dia mengampuni orang-orang itu. Sobat, Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepadamu untuk terus mengampuni, mengampuni dan mengampuni.  Untuk itu kamu wajib merealisasikan hal itu kepada semua orang termasuk orang yang pernah mengisi hatimu. Sulit? Ingat ini adalah tugas yang harus kamu lakukan. Belajarlah!

Dia Ingin Kamu Bertumbuh Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Dalam menjalin sebuah hubungan, pastinya kamu akan berbagi banyak hal dengan pasanganmu. Entah itu hati, perasaan hingga hal-hal yang berbau materi. Kamu juga memberikan sebagian waktumu untuk dia. Dan, ketika dia pergi darimu, semua yang telah kamu berikan kepadanya terasa sia-sia, padahal tidak. Ya, Tidak ada hal yang sia-sia.

Dari semua kejadian yang telah kamu lewati bersama dia, kamu dapat belajar banyak hal tentang “bagaimana cara mencintai orang lain dengan benar?”. Sehingga di masa depan kamu akan menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mampu menyikapi segala sesuatu dengan cara yang lebih bijaksana.

Dia Ingin Tahu Mana yang Menjadi Prioritasmu

Cinta terkadang membutakan segala hal. Sehinga banyak dari kita yang terbuai dan lupa dengan dasar-dasar yang telah ditetapkan Tuhan. Bahkan tak jarang pula seorang percaya menjalin hubungan dengan orang tidak menaruh iman kepada Yesus. Menurut dunia hal itu tidaklah salah.

Namun, perlu diingat ada beberapa perbedaan yang tak bisa disatukan. Seperti terang dengan gelap dan air dengan minyak. Perbedaan keyakinan inilah yang terkadang menjadi pemicu putusnya sebuah hubungan. Dalam hal ini, bisa jadi Tuhan tengah menguji seberapa penting Dia dalam hidupmu. Apakah kamu lebih memilih ciptaannya daripada sang Pencipta?

Dia Ingin Kamu Mengerti Makna Tabur-Tuai

Alkitab katakan bahwa apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai. Begitupun dengan percintaan, ketika kamu menaruh dan memberikan hal-hal baik kepada pasanganmu, kamu akan menerima hal yang baik di masa depan, pun begitu dengan sebaliknya jika kamu menyakiti nya kamu akan menuai hal yang buruk di masa depan. Ketika putus kamu akan benar-benar sadar mengenai hal ini. Sehingga di masa depan kamu akan bertindak lebih bijak.

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top