Seberapa Pentingkah Nasehat dan Teguran Dalam Kehidupan Kita?

teguran

Setiap manusia pasti memiliki masa yang sukar, merasa dikecewakan, ada diposisi sulit menentukan pilihan, atau bahkan marah terhadap situasi tertentu.

Di situlah terkadang peran teman-teman, sahabat, atau bahkan orang tua dibutuhkan dalam memberi nasihat atau bahkan terguran kepada kita. Namun tak jarang, seringkali kita menganggap bahwa mereka yang memberi nasihat atau teguran itu “sok tahu” tentang apa yang kita alami. Dan akibatnya, nasihat dan teguran itu akan lalu begitu saja.

Tidak hanya nasihat teman, sahabat, dan orang tua. Bahkan mungkin kita pernah mengabaikan teguran-teguran atau nasihat Tuhan melalui Firman yang diberitakan oleh hamba Tuhan. Sebenarnya, seberapa pentingkah nasihat dalam kehidupan kita?

Kita manusia adalah terbatas

Tidak ada manusia sempurna, yang mampu hidup sendirian tanpa bantuan orang lain, yang memiliki kecerdasan tanpa adanya guru yang mendidik, yang mampu menyelesaikan masalah tanpa nasihat dari seorang pun. Setiap kita pasti memiliki keterbatasan, baik dalam pengalaman hidup, pengetahuan, dan hikmat. Itulah sebabnya kita sangat memerlukan nasihat dan teguran dari orang-orang disekitar kita.

Setiap manusia pasti memiliki pengalaman hidup dan kapasitas pengetahuan serta karunia yang berbeda satu dengan yang lainnya. Tuhan menghendaki agar kita bisa saling menolong, saling membantu, dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Bahkan saling memberi nasihat.

Nasihat adalah bentuk kepedulian

Setiap orang yang mau menyisihkan waktunya untuk menasihati kita dikala kita dirundung masalah pasti adalah orang-orang yang mengasihi dan peduli kepada kita. Bahkan terkadang ada yang menganggap orang tua mereka adalah orang tua yang “bawel” karena tidak henti-hentinya memberi nasihat. Namun, sebenarnya inilah bentuk kepedulian mereka terhadap anak-anak yang dikasihinya. Begitupun dengan Tuhan.

Seperti yang dikatakan Ibrani 12 : 6, “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Jika Tuhan mengasihi kita dan menganggap kita sebagai anak yang dikasihi-Nya, Tuhan pasti akan memberikan nasihat-nasihat dan teguran-teguran kepada kita melalui Firman-Nya.

Teguran Datang Untuk Mengembalikan Kita kepada Allah

Nasihat yang datang juga bisa dalam bentuk teguran. Inilah yang seringkali membuat kita jengkel kepada seseorang yang memberi kita teguran. Sekalipun teguran itu bertujuan baik. Amsal 27 : 6 mengatakan, “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.”

Kita perlu berhati-hati. Tidak semua orang yang ada di sekitar kita memiliki maksud yang baik. Ada yang justru menjerumuskan. Namun, jika ada teman yang benar-benar peduli, saat kita melakukan kesalahan, ia pasti akan menasihati bahkan memberi teguran. Teguran seorang teman adalah baik untuk kita. Kita patut bersyukur jika memiliki teman seperti ini. Karena teman seperti inilah yang membantu kita kembali mendekat kepada Allah.

Beberapa poin diatas menunjukkan betapa pentingnya nasihat dalam kehidupan kita. Bayangkan jika tidak ada seorang pun yang mau menasihati atau menegur saat kita berbuat dosa, saat kita merasa dikecewakan, saat situasi kita benar-benar sulit.

Pasti kita merasa tidak ada seorang pun yang peduli kepada kita. Kita perlu bersyukur bahwa orang-orang di sekitar kita masih mau memberi kita nasihat. Oleh sebab itu, saat diberikan nasihat atau teguran. Kita harus mau menerimanya dengan lapang hati karena hal itu adalah untuk kebaikan kita sendiri.

Seperti yang dikatakan Amsal 15:5, “Orang bodoh menghina didikan ayahnya, tetapi siapa memelihara teguran adalah bijak.” Seperti pesan yang datang kepadaku pagi ini, “Teguran, komentar, nasihat dengan cara apapun, terimalah dengan hati yang rela sehingga kita bisa semakin baik dan terus menjadi berkat.”

Like This!
Berikan Komentar

Trending

To Top