Advertising

Breaking News

Your Word Creates Your World

Beberapa minggu lalu salah satu teman SMKku dulu mengeluh tentang hidupnya. “Kenapa ya brai, hidup gue kok selalu begini ? Nasib gue apes terus. Dapat kerjaan bentar ngga lama pasti dipecat. Punya pacar, dari dulu selalu gue yang jadi korban perasaan. Selalu ditinggalin sama mantan-mantan gue“. Itulah tulisan yang aku baca di BlackBerry Messenger (BBM) yang dikirimnya. Sebagai teman, saat itu aku ngga bisa berbuat banyak selain menasehatinya agar optimis menjalani hidup dan memberinya semangat untuk ngga terpuruk dalam kegagalan-kegagalan yang dialaminya.

Banyaknya kegagalan dalam hidup memang terkadang membuat kita sering mengeluh dan ngga jarang malah merendahkan diri sendiri, sehingga kita pesimis menjalani hidup. Tanpa sadar perkataan pesimis meluncur begitu aja dari mulut kita. Padahal perkataan-perkataan negatif bisa membuat mental menjadi down, apalagi kalo perkataan negatif dilontarkan pada saat kita sedang bersusah hati. Karena itulah penulis Amsal mengingatkan  kepada kita jangan asal berucap atau berkata-kata, karena buah dari ucapan kitalah yang akan memakannya. Itu artinya, tiap perkataan yang kita ucapkan, kita pulalah yang akan menerima dampaknya.

Nah, kehidupan kaya apa sih yang Sobat Muda harapin terjadi pada diri sendiri ? Periksa kembali perkataan kita selama ini, perkataan seperti apa yang sering kita ucapkan. Apakah membangun diri sendiri atau justru sebaliknya, merendahkan diri sendiri ? Biasakanlah memperkatakan atau mengucapkan kata-kata yang membangun diri sendiri. Temukanlah janji Tuhan dalam kebenaran firman-Nya. Perkatakan kebenaran tersebut pada diri sendiri. Percayalah, suatu hari, tepat pada waktu-Nya, janji itu akan digenapi Tuhan atas hidup Sobat Muda.

No comments