Advertising

Breaking News

Kisah Mengharukan Dibalik Lagu Kunyanyi Haleluya

“Ku nyanyi haleluya, ku nyanyi haleluya, sungguh Kau hebat, ajaib perkasa, perbuatan-Mu (di hidupku)", begitulah sepenggal lirik lagu Kunyanyi Halelulya. Lagu penyembahan ini membekas banget di telinga dan di hati kita. Apalagi di Indonesia, lagu ini cukup sering dinyanyikan.

Lagu Kunyayi Haleluya mulai populer semenjak dinyanyikan oleh Symphony Worship dari GBI City Tower, Jakarta Pusat. Nada yang enak serta liriknya yang mendalam membuat lagu ini begitu spesial bagi sebagian besar orang percaya. Tetapi tau ngga sih kalau ada kisah mengharukan dibalik terciptanya lagu Kunyanyi Haleluya ini?

Lagu ini ternyata ditulis oleh Wawan Lee, seorang penyanyi rohani yang berdomisili di Singapura . Dalam kesaksiannya, Wawan Lee mengungkapkan bahwa setiap lirik yang ia tulis benar-benar berasal dari kisah hidupnya sendiri. Dulu kehidupan keluarganya benar-benar sulit dan serba kekurangan. Ayahnya harus menjalani perawatan medis akibat sakit jantung yang diderita. Disisilain ia harus menerima kenyataan bahwa keluarga kekasihnya tak merestui hubungannya karena kondisi ekonomi Wawan Lee yang kurang mampu.

“Yang saya lakukan adalah doa dan doa…sampai sekali waktu, saya bergabung dengan Symphony Worship 2014. Ketika itu saya dalam keadaan stress, walau teman-teman tidak tahu keadaan saya sesungguhnya, karena saya nggak pernah cerita kepada semua orang,” ungkapnya.

Suatu hari, dia seperti mendapatkan ide untuk menulis lagu. Setiap kata yang keluar dari hatinya ia tulis. “Jangan takut, jangan cemas jangan bimbang, percaya kepadaKu.”Lalu aku bangun dari piano, berdiri sambil angkat tangan, tiba-tiba Tuhan kasih nada dan kata-kata: Kunyanyi Haleluya,” terangnya. Ketika Wawan menulis lagu ia membayangkan dirinya tengah berada dalam pertempuran antara Daud dan Goliat. So, dari situlah lagu Kunyanyi Haleluya tercipta.

Setahun kemudian kehidupan Wawan Lee berubah 180 derajat, keadaan ekonomi keluarganya mulai dipulihkan. Bahkan orang tua kekasihnya sudah merestu hubungannya. Dan akhirnya Wawan Lee menikah pada tahun 2015. “Puji Tuhan saya menikah tahun 2015. Semua Tuhan cukupkan, bahkan Tuhan membuat semua indah, Tuhan Yesus luar biasa,” terangnya.

Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa masalah dapat berubah menjadi sebuah karya yang indah. So, besar kecilnya masalah tergantung dari caramu menyikapinya. Yuk, ubah masalahmu menjadi sebuah karya! Tuhan Yesus memberkati.

No comments