Advertising

Breaking News

7 Kebiasaan Buruk Yang Dapat Menghancurkan Imanmu

Apakah iman kita berada pada area yang stabil ? atau justru ada dalam area yang bahaya? Alkitab memperingatkan tentang kemungkinan-kemungkinan yang dapat membahayakan iman kita. Dalam 1 Timotius 1 :18-19, Rasul Paulus menginstruksikan Timotius untuk selalu memperjuangkan apa yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni sehingga imannya tidak akan seperti “kapal yang karam”. Jadi seperti apakah keadaan iman kita ? apakah seperti kapal yang karam ?

Saya percaya, kebiasaan-kebiasaan tertentu dapat mengalihkan perhatian kita dari Tuhan dan menenggelamkan iman kita. Dan berikut ini adalah tujuh kebiasaan yang dapat menghancurkan iman kita.

Cinta Akan Dunia


Alkitab memperingatkan kita “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya, Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu” – 1 Yohanes 2:15.  Dunia akan terus bersaing untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang. Kita perlu berhati-hati, jangan sampai kita mencintai dunia ini melebihi cinta kita kepada Yesus. Kita perlu mengingat kembali akan pengorbanan Yesus yang menjadi bukti kasih-Nya. Ketika kamu terjerat terhadap hal-hal duniawi, besar kemungkinan sikap itu akan  menghancurkan imanmu. So, jangan sampai itu terjadi, jika terlanjur segeralah kembali kepada fokus utama kita yakni Tuhan Yesus!

Mengabaikan Firman Tuhan


Salah satu hal yang dapat melekatkatkan kita kepada dunia adalah mengabaikan Firman Allah. Jika kita tidak menanamkan Firman ke dalam hati dan pikiran kita, maka kita dapat dikaburkan oleh persepsi dunia. Dalam perumpamaan-Nya tentang penabur, Yesus memperingatkan “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah”. Membaca dan memahami Alkitab akan memperkuat iman kita kepada Allah. Mari kita sama-sama belajar untuk rajin membaca firman.

Terlalu Percaya Kepada Perasaan


Yeremia 17:9, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu….”. Perasaan kita dapat menyesatkan kita dengan membuat kita berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan kita. Padahal faktanya, Dia tidak pernah meninggalkan kita (Ibrani 13:5). Mendasarkan iman bukanlah kepada perasaan, tetapi kepada Allah melalui firmanNya. Perasaan kita dapat berubah-ubah tetapi fakta tentang Allah tidak pernah berubah.

Terlalu Kuatir


Kuatir adalah hal yang paling sering dialami oleh manusia. Banyak orang menganggap hal itu wajar-wajar saja. Tetapi dengan kuatir sebenarnya kamu telah menghina Allah dan tidak mengakui keberadaanNya. Kuatir sama halnya seperti mengatakan “Allah tak kan mampu menangani hal ini”.

Filipi 4:6 mengingatkan kita untuk tidak perlu kuatir. Sebaliknya, kita perlu berdoa tentang segala sesuatu. Iman sama seperti otot, perlu dilatih. Kita dapat melatih iman hanya jika kita tidak kuatir dan percaya penuh kepada Bapa, bahwa yang kita butuhkan dan inginkan akan terjadi pada waktuNya dan bukan waktu kita.

Berteman Dengan Orang yang Salah


Mazmur 1:1 memberitahu kita “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh” .  Kita perlu berhati-hati dalam memilih teman. Tanyakan pada diri sendiri. Apakah teman-teman kita membawa kita bertumbuh dalam iman ? atau justru teman-teman kita membawa kita semakin jauh dari Tuhan? Jangan asal pilih teman supaya iman kita tetap terlindungi.

Mengandalkan Diri Sendiri


Kita hidup dalam dunia yang memuji kemandirian. Tetapi Yesus tidak pernah melakukannya. Ia justru menekankan supaya kita tergantung kepada Allah. Dengan begitu, kesuksesan dan prestasi tidak lagi tentang kemampuan kita sendiri melainkan dari Allah. Jangan mengandalkan diri sendiri. Mandiri itu baik. Tapi dalam iman, mandiri sama sekali tidak efisien.

(Baca Juga : 7 Sikap Yang Bisa Membuat Anda Jadi Orang Yang Gagal)



Menolak untuk Berharap


Banyak orang berkata, “jangan berharap jika tidak mau kecewa”. Kalimat itu benar jika objek-nya adalah manusia. Ibrani 11:1 mendefinisikan “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Jika kita memiliki iman kepada Allah, kita tidak perlu takut untuk berharap. In fact, Allah tak pernah mengecewakan kita.

Dan itulah tujuh kebiasan buruk yang dapat menghancurkan iman kita kedapa Tuhan. Jika kita masih terjebak dalam kebiasaan-kebiasaan tersebut, mari kita sama-sama belajar untuk meninggalkannya dan mengembangkan kebiasaan baru yang mampu mendewasakan iman kita.

No comments