Advertising

Breaking News

Gereja Koptik Mesir Dibom, 27 Orang Tewas

Minggu (9/4/2017), Gereja Girgis Tanta mengadakan sebuah ibadah. Namun, bukan hanya ibadah minggu biasa, hari itu Gereja sedang merayakan Minggu Palma, salah satu hari paling suci dalam kalender Kristen, yang menjadi tanda masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem.

Awalnya, ibadah berlangsung dengan sangat khidmat namun semua menjadi kacau setelah bom mengguncang gereja yang terletak di Delta Sungai Nil Mesir, yang letaknya 120 km utara Kairo.

Seperti yang dikutip Channel News Asia, Jenderal Tarek Atiya selaku Wakil Menteri Dalam Negeri Mesir  mengatakan bahwa bom ditanam pada kursi baris pertama dekat altar. Namun sayang, tak satupun jemaat yang menyadari hal tersebut. Bom meledak ketika kelompok paduan suara menyanyikan kidung.  Kejadian nahas ini menewaskan 27 orang dan melukai lebih dari 78 orang lainnya.

"Segala sesuatu yang ada di dalam gereja rusak. Darah membasahi pilar-pilar marmer," kata Peter Kamel, salah satu saksi mata yang menyaksikan kondisi pascakejadian, seperti yang dikutip oleh CNN.

Hal ini didalangi oleh kaum penganut paham radikal ISIS yang menentang keberadaan Kristen di Mesir. Kekerasan terhadap umat Kristen di Mesir meningkat drastis sejak tahun 2013, ketika militer menggulingkan presiden terpilih, Mohammad Morsi.

Sejumlah kalangan pendukung presiden Mohammad Morsi, yang berasal dari kaum radikal, menuding kaum Kristen ikut campur tangan dalam proses penggulingan tersebut.

Kabar buruknya, kelompok garis keras ISIS juga mengancam akan meluncurkan serangan lagi terhadap orang-orang Koptik, yang mencakup sekitar 10% dari penduduk Mesir.

Sumber: Liputan6, BBC Indonesia

No comments