Advertising

Breaking News

Your Word Creates Your World

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Ams. 18 : 21)

Beberapa waktu lalu, salah satu teman SMK ku dulu mengeluh tentang hidupnya. "Kenapa ya bro, hidup gue kok selalu begini? Nasib gue apes terus. Dapet kerjaan bentar ngga lama pasti dipecat. Punya pacar dari dulu selalu gue yang jadi korban perasaan. Selalu disakitin, bahkan ditinggal nikah sama mantan-mantan gue. Trus gue hidup buat apa coba? Sial banget hidup gue" Itulah tulisan yang aku baca di WA yang dikirimnya. Sebagai teman, saat itu aku ngga bisa berbuat banyak selain menasihati agar optimis menjalani hidup dan memberinya semangat untuk ngga terpuruk dalam kegagalan-kegagalan yang dialaminya.

Banyak kegagalan dalam hidup memang terkadang membuat kita sering mengeluh dan ngga jarang malah merendahkan diri sendiri, sehingga kita pesimis menjalani hidup ini. Tanpa sadar perkataan pesimis meluncur bebas begitu aja dari mulut kita. Padahal, perkataan-perkataan negatif bisa membuat mental menjadi down, apalagi kalo perkataan negatif dilontarkan pada saat kita sedang bersusah hati.

Karena itulah penulis Amsal mengingatkan kepada kita jangan asal berucap atau berkata-kata, karena buah dari ucapan, kitalah yang akan memakannya. Itu artinya, tiap perkataan yang kita ucapkan, kita pulalah yang akan menerima dampaknya.

Nah, kehidupan kayak apa sih yang sobat harapin terjadi pada diri sendiri? Periksa kembali perkataan kita selama ini, perkataan seperti apa yang sering kita ucapkan. Apakah membangun diri sendiri atau justru sebaliknya, merendahkan diri sendiri? Biasakan lah memperkatakan atau mengucapkan kata-kata yang membangun diri sendiri. Temukanlah janji Tuhan dalam kebenaran firman-Nya. Percayalah, suatu hari, tepat pada waktu-Nya, janji itu akan digenapi atas hidup Sobat Generasihero.

No comments