Advertising

Breaking News

9 Hal Yang Alkitab Katakan Tentang Kasih

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata kasih? Apakah itu adalah hadiah dari seseorang untukmu ? Apakah hari istimewa yang dipersiapkan seseorang untuk menunjukkan betapa berharganya dirimu? Dunia mengatakan bahwa kita tak dapat hidup tanpa cinta. Lalu apakah kasih itu akan pergi pada esok hari? Atau ada kasih yang berlangsung selamanya? Berikut adalah 10 hal yang Alkitab katakan tentang kasih.

Tuhan adalah Pencetus Kasih


“Kita mengasihi, karena Allah lebih dulu mengasihi kita” (1 Yohanes 4 :19). Tanpa Tuhan, kita tak akan pernah bisa mengasihi. Kasih adalah sesuatu yang dimasukkan kedalam diri kita. Tuhan mengembangkan karakter kita saat kita berjalan bersamanya. Dan semakin lama kita berjalan bersama Tuhan, semakin banyak orang akan mulai melihat seperti apa Tuhan itu. Karena Tuhan itu adalah kasih.

Kasih itu Memberi


Kebanyakan dari kita akan mengasihi orang lain karena apa yang mereka lakukan untuk kita dan apa yang bisa mereka berikan kepada kita. Itu bukan kasih, hanya semacam balas budi. Kita harus menyadari bahwa kasih lebih dalam dari itu.  Jika kita benar-benar mengasihi, kita akan memiliki keinginan untuk memberi, bukan hanya menerima. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8). Heroes, Kasih itu memberi!

Tuhan Menghargai Kasih


Kasih menuntut kita untuk memikirkan orang lain. Pesan yang diberikan dunia adalah “aku nomor satu”. Tapi, pesan itu berbeda dengan pesan yang diberikan Alkitab bagi kita yakni bagaimana mengasihi tanpa pamrih. Seperti idola kita, Yesus Kristus. Dia datang untuk melayani, bukan dilayani. Ibrani 12:2 mengatakan bahwa Yesus yang menanggung salib, Dia mengabaikan penghinaan yang diterimanya karena kasih-Nya kepada manusia.

Kasih itu Mau Mendengarkan


Jika kita memikirkan orang lain, kita pasti ingin tahu apa yang mereka rasakan dan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Kita mengetahuinya dengan mendengarkan. Saat kita berdoa, Tuhan selalu mendengarkan. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5 : 8). Mengapa Tuhan mau melakukan itu? Karena Ia peduli dengan apapun keadaan kita.

Kasih itu Melindungi


Karena Tuhan mengasihi kita, Dia memasang perisai perlindungan disekitar kita. Dia selalu ada untuk kita kapanpun kita membutuhkanNya.  Sama seperti seorang ayah yang memperhatikan anak-anaknya, Bapa Sorgawi juga memperhatikan kita. Tuhan akan membantu kita walau apapun terjadi dalam kehidupan kita.

Kasih itu Mengampuni


Berapa kali kita harus mengampuni ? Tujuh puluh kali tujuh kali. Sama seperti Tuhan Yesus yang selalu mengampuni kita lagi dan lagi. “Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka” (Ibrani 8 : 12). Mengampuni tak hanya sekedar mengampuni. Namun, mengampuni dan melupakan rasa sakit hati yang ada.

 ( Baca Juga : Cara Mudah Mengampuni Orang Lain 100% Work )



Kasih itu Tetap


Banyak hal dalam kehidupan kita yang bersifat sementara. Pekerjaan, teknologi, bahkan terkadang hubungan kita. Manusia tidak selamanya bersahabat. Tapi hubungan kita dengan Tuhan berbeda. Ia memulai hubungan pada saat kita percaya pada Yesus. Ia berkomitmen untuk mengasihi kita sepanjang hidup. Ia tidak pernah pergi kemana-mana. Mungkin seseorang pernah berjanji kepada kita untuk selalu mengasihi dan berada disamping kita. Namun, ia ingkar janji dan melukai hati kita. Tapi Tuhan selalu menepati janji-Nya. Ia tak kan pernah meninggalkan kita.

Kasih itu Disiplin


Dari semua cara Tuhan mengasihi kita, disiplin terasa tidak seperti kasih. Ibrani 12 : 6, mengatakan, “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Yang artinya, Tuhan mendisiplikan orang yang Dia cintai. Kasih membutuhkan kedisiplinan. Ketika seorang anak keluar dari jalan yang seharusnya, orang tua dengan penuh kasih harus mendisiplinkan anak itu. Ini untuk perlindungan anak. Dan saat kita memercayai Tuhan, Dia akan selalu menuntun kita dalam jalan-Nya.

Kasih itu Damai


Terkadang Tuhan akan membiarkan ada luka dalam kehidupan kita. Tapi semakin kita mengenal-Nya, semakin kita tahu bahwa kita bersandar kepada-Nya. Bahkan saat dalam keadaan sulit. Karena kita tahu bahwa Dia selalu ada bersama kita. Didalam Dia ada damai yang dapat kita rasakan walaupun saat dalam keadaan yang tidak baik. Ingat, saat akan naik ke sorga, Yesus meninggalkan kita dengan Roh Kudus karena Ia ingin memastikan bahwa kita terhibur.

 

No comments