Advertising

Breaking News

Konsekuensi Mengikut Kristus

Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku (Luk 9:23)

Nyanyian "Amazing Grace" ciptaan John Newton pada abad ke-18, tentu ngga asing bagi kita. Lirik lagu tersebut mengungkapkan kekaguman atas keselamatan yang diberikan Tuhan. Anugerah itu ngga cuma dialami sang pembuat lagu tapi juga dialami setiap pengikut Kristus. Memang luar biasa anugerahnya itu! Lewat pengorbanan Kristus di kayu salib, orang yang percaya dan mau jadi pengikut-Nya bisa ngerasain damai sejahtera, sukacita sorgawi, pemeliharan-Nya tiap hari.

Namun, jadi pengikut Krisus punya konsekuensi tertentu. Seperti ayat diatas, Tuhan Yesus berkata bahwa mereka yang pengen megikut-Nya harus menyangkal diri, memikul salib-Nya tiap hari dan mengikuti-Nya. Kata "menyangkal diri" bararti ngga ngeutamain diri sendiri dan mendahulukan kehendak sendiri. Seperti anak TK yang enggan banggun untuk pergi sekokah pada pagi hari. Sang ayah berkata "Bangun , nak, engkau harus sekolah. Segera bangun, nanti kau terlambat!" Sang anak dengan mata yang masih terpejam menjawab, "Ngga, ayah. Aku masih ngantuk, aku masih mau tidur". Tapi, akhirnya sang anak bangun juga karena ia ngga menuruti kehendak dirinya. Ia mengutamakan kewajibannya. Ia menuruti suara ayahnya.

Menyangkal diri berari ngutamain kehendak Tuhan di atas keinginan pribadi. "Memikul salibnya tiap hari" berarti menanggung penderitaan yang besarnya udah ditakar oleh Allah. Salib itu menunjukan pada penderitaan yang harus ditanggung karena melakukan kehendak Allah, demi menaati firman-Nya. Penderitaan yang terjadi demi kepentingan kerajaan Allah, dan bukan disebabin oleh kebodohan atau kesalahan sendiri.

Menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus adalah konsekuensi jadi pengikut-Nya. Ngga ringan memang, tapi inilah jalan sesungguhnya untuk mengalami kehidupan yang berkemenangan di dalam Tuhan tiap hari. Apakah kamu bersedia? Jawab dikolom komentar! God Bless you.

No comments