Advertising

Breaking News

Setelah Dicium Kakaknya, Bayi Kecil Ini Sadar Dari Koma

Poppy Smith lahir sebagai pejuang kecil. Bayangkan saja, dia harus berjuang hidup diusia yang masih belia. Ya, Setelah mengalami banyak tantangan ditahun pertama, bayi perempuan itu mengalami kerusakan otak akibat hipoksia pada usia dua tahun. Dokter memperkirakan hidup bayi ini tidak akan bertahan lama. Namun, semua berubah ketika kakaknya mendaratkan ciuman penuh kasih pada perut Poppy.

Sejak keadirannya di dunia, kehidupan Poppy penuh dengan pertempuran. Ia lahir pada usia kandungan 29 minggu dengan berat badan hanya 2 kilogram dan menghabiskan waktu hingga 3 bulan untuk tinggal di bangsal neonatal. Ketika akhirnya dia pulang bersama ayah ibunya, Ami dan Stephen, dokter mendiaknosa Poppy terkena sindrom moebius. Sindrom ini menyebabkan otot wajah Poppy tidak dapat bekerja dengan baik. Dokter bahkan mengatakan, Poppy tidak akan dapat berjalan dan berbicara dengan normal.

Namun, malaikat kecil ini tidak dapat dihentikan begitu saja.

“ Mereka mengatakan bahwa dia mungkin tidak berjalan atau berbicara, tapi dia mulai berjalan pada usia 15 bulan, yang rata-rata cukup untuk bayi prematur," kata ayahnya. "Sungguh menakjubkan melihat dia melakukan semua itu.”

Setiap hari, Poppy tumbuh lebih kuat dan kemajuan yang dialaminya membuat kagum para dokter yang menanganinya. Tapi, pertarungannya belum selesai.

Berjuang untuk Hidup Kembali


Setelah berusia satu tahun, Poppy terus berjuang sebaik mungkin untuk sembuh. Tapi, keadaan semakin sulit setelah ulang tahunnya yang kedua. Suatu saat, Ami berusaha untuk membangunkan Poppy.

“Kami dapat merasakan detak jantungnya, tetapi dia tidak merespon ketika dibangunkan” Kenang Stephen. “Kami sadar bahwa ada yang salah ketika nafas nya terengah-engah”.

Mereka membawa Poppy ke rumah sakit dan dia mulai membaik. Tapi dua hari berikutnya, tepat di hari ulang tahunnya yang kedua, keadaan Poppy mulai memburuk lagi.

“Matanya mulai berguling ke belakang kepalanya,” kata Stephen. “Foto rontgen dada menunjukkan bahwa paru-parunya penuh dengan cairan yang membuatnya harus mendapat bantuan pernapasan. Malam itu dia mulai kejang. Dia memburuk dengan cepat.”

Dokter melakukan tes, dan beberapa hari kemudian mereka mendapat kabar buruk. Pemindaian MRI menunjukkan bahwa Poppy memiliki kerusakan otak hipoksia yang parah.

“Saya bertanya apakah dia akan berjalan atau berbicara lagi, tapi mereka mengatakan bahwa mereka bahkan tidak tahu apakah dia akan bertahan. Sangat menyedihkan," Stephen menjelaskan. "Mereka mengatakan kepada kami bahwa kami harus menunggu dan melihat, tapi itu sama sekali tidak terlihat baik. Saya hanya ingin mereka mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja.”

Berdoa untuk Poppy


Poppy Smith, seorang pejuang kecil

Dokter berusaha membuat Poppy untuk bernafas tanpa bantuan alat pernapasan. Tapi dia tetap tidak merespon. Bahkan ketika dokter menyorot matanya dengan cahaya, dia tak bereaksi sedikitpun.

“Kami memeluknya, namum dia tak menunjukkan reaksi apapun” kenang Stephen. “Saya tidak pernah merasakan sakit seperti itu dalam hidup saya, sakit hati itu tidak nyata.”

Ketika hari natal, kedua orang tua Poppy meminta keajaiban. Hari itu, Ami, Stephen, dan saudara-saudara Poppy, Elisha, Macey, dan Alfie pergi ke rumah sakit untuk menghabiskan liburan natal bersama gadis kecil mereka. Dan pada saat itu, doa mereka terjawab!

Cinta Seorang Saudara


Keluarga itu berkerumun di sekitar Poppy, menunduk dan menatap gadis kecil itu. Macey membungkuk di atas Poppy dan kakak perempuan itu meniupkan ciuman di perutnya. Tidak ada yang berhasil melewati Poppy sebelumnya. Tapi tiba-tiba, tindakan menyenangkan itu mengubah segalanya karena Poppy tertawa!

“Sungguh mengherankan,” kata Stephen. “Lalu ada sedikit kedutan di lengan dan kakinya. Dokter mengatakan itu bisa jadi refleks tulang belakang, tapi aku merasa itu lebih dari sekedar reflex tulang belakang”. Itu adalah sebuah keajaiban!

Mematahkan kemungkinan


Poppy Smith

Setelah hari itu, Poppy menunjukkan bahwa ia semakin membaik setiap harinya. Dia terus membaik, belajar berbicara dan merangkak lagi.

"Kami tidak bisa mempercayainya, baru delapan minggu, sungguh luar biasa, dia berkembang sangat pesat," ayahnya menjelaskan. "Para dokter bingung, mereka mengatakan bahwa dia seharusnya tidak melakukan apa yang sedang dilakukannya, mereka sangat senang, tapi mereka tidak menyangka dia akan melakukannya, dia membuktikan semuanya salah."

Petarung kecil ini telah membuktikan lagi bahwa dia tidak akan membiarkan apapun mematahkannya. Dan betapa manisnya bahwa setelah kakaknya mendaratkan ciuman, Tuhan akan menggunakan saat yang penuh kasih untuk mengirimkan keajaiban!

Teman, keluarga dan orang asing telah mengumpulkan uang untuk Poppy sehingga orang tuanya dapat memindahkannya ke fasilitas rehabilitasi. Di sana, dia akan menjalani terapi fisik yang intensif sehingga membuatnya semakin mudah untuk mobilisasi. Kami akan terus berdoa untuk Poppy kecil dan kemajuannya.

No comments