Advertising

Breaking News

Apakah Yesus Mengklaim Diri-Nya sebagai Tuhan?

Beberapa hari yang lalu, Saya menemukan sebuah artikel yang mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mengakui diri-Nya sebagai Tuhan. Artikel itu ditulis dan disebarkan oleh salah satu media non-kristen.  Ya, itulah pengertian dan pendapat mereka. Tentunya sebagai orang Kristen kita memiliki pandangan dan keyakinan yang berbeda. Ya, kita yakin 100% bahwa Yesus adalah Tuhan. Tapi, setiap statement harus ada pembuktian, maka dari itu ulasannya dibawah ini akan membuktikan bahwa Yesus benar-benar menyatakan diri sebagai Tuhan.

Wahyu 1 : 17 – 18, “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata : “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.”

Ketika Yesus tiba di Filipi, ia bertanya kepada murid-muridnya, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Matius 16 : 15. Mormon menjawab bahwa Yesus adalah saudara roh Lucifer. Saksi yehova mengatakan bahwa Yesus adalah malaikat agung Michael, New Agers mengatakan bahwa Yesus adalah utusan yang tercerahkan. Namun Yesus menjawab bahwa Ia adalah Tuhan.

Pertama, Yesus mengaku sebagai Anak Allah. Akibatnya, para pemimpin Yahudi mencoba membunuh Dia karena Yesus membuat diri-Nya setara dengan Allah. Dalam Yohanes 8 : 85, Yesus berkata bahwa sebelum Abraham jadi, Ia telah ada. Dan Allah telah menyatakan diri-Nya kepada Musa melalui semak yang terbakar (Keluaran 3 :14).  Bagi orang Yahudi, hal ini adalah lambang penghujatan karena Yesus mengklaim diri-Nya sebagai Tuhan.

Pada kesempatan yang lain, Yesus menyampaikan  “Aku dan Bapa adalah satu” Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka : “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu melempari Aku?” Jawab orang-orang Yahudi itu : “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah” (Yohanes 10 : 30 – 33).

Lebih jauh lagi, Yesus membuat klaim yang lebih jelas. Imam besar Kayafas bertanya kepada-Nya, “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”, “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang ditengah-tengah awan-awan di langit” Jawab Yesus (Markus 14 : 61 – 62).  Dalam kalimat-Nya Yesus mengatakan bahwa Dialah Anak Manusia yang akan datang ditengah awan dilangit, yaitu Dialah yang menggenapi nubuat Daniel dalam Daniel & : 13.  Selain itu, ia menggabungkan nubuatan Daniel dengan Mazmur Daud (Mazmur 110), Yesus mengklaim bahwa Dia akan duduk di sebelah kanan Allah. Inilah yang mereka anggap sebagai puncak dari “penghujatan”, sehingga mereka semua mengutuknya dengan hukuman mati.

Yesus mengklaim memiliki sifat-sifat Tuhan. Misalnya, Dia mengklaim kemahatahuan dengan mengatakan kepada Petrus “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali”. Ia juga menyatakan kemahakuasaan dengan tidak hanya menghidupkan kembali Lazarus (Yohanes 11 : 43)  tetapi dengan membangkitkan diri-Nya dari kematian (Yohanes 2 : 19), ia juga menjanjikan Dia akan menyertai murid-murid-Nya sampai kepada akhir jaman (Matius 28 : 20).  Tidak hanya demikian, namun Yesus berkata kepada orang lumpuh itu dalam Lukas 5 : 20, “Hai saudara, dosamu sudah diampuni”. Dengan berbuat demikian, Dia mengklaim hak prerogatif hanya untuk Tuhan saja.

Yesus tidak hanya mengaku sebagai Tuhan namun juga memberikan banyak bukti yang meyakinkan bahwa ia memang Allah.

Pertama, Yesus menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan dalam daging manusia dengan mewujudkan kredensial tanpa dosa. Alkitab mengatakan bahwa “Dia tidak mengenal dosa” (2 Korintus 5 : 21). Dan ini bukan pernyataan tunggal. Yohanes menyatakan, “dan di dalam Dia tidak ada dosa” (1 Yohanes 3 :  5), dan Petrus mengatakan bahwa “Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya” (1 Petrus 2 : 22).  Yesus sendiri melangkah lebih jauh untuk menantang antagonisnya bertanya, “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?” (Yohanes 8 : 46).

Selanjutnya, Yesus menunjukkan kendalinya atas penyakit, kekuatan alam, malaikat yang jatuh, dan bahkan kematian itu sendiri. Matius 4 mencatat bahwa Yesus pergi ke seluruh Galilea untuk mengajar, berkhotbah dan menyembuhkan setiap penyakit  (Ayat 23). Dalam Markus 4, Yesus menegur angin dan ombak berkata, “Diam! Tenanglah!” (Ayat 39). Dalam Lukas 4 Yesus bertemu dengan seorang pria yang dimasuki oleh roh jahat dan memerintahkan iblis untuk “Diam, keluarlah dari padanya!” (Ayat 35). Dan dalam Yohanes 4, Yesus mengatakan kepada seorang pejabat kerajaan yang anaknya sudah dekat dengan kematian, “Pergilah, anakmu hidup!” (Ayat 50). Sebenarnya, keempat Injil mencatat bagaimana Yesus menunjukkan kuasa tertinggi atas maut melalui fakta kekal dari kebangkitan-Nya.

Akhirnya, kepercayaan kepada Kristus terlihat dalam kehidupan banyak pria, wanita, dan anak-anak. Setiap hari, orang-orang dari setiap lidah dan suku dan bangsa mengalami kebangkitan Kristus dengan bertobat dari dosa-dosa mereka dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kehidupan mereka. Jadi, mereka tidak hanya mengetahui tentang Kristus secara nyata, namun secara pengalaman Kristus menjadi lebih nyata bagi mereka daripada daging di atas tulang mereka.

No comments