Advertising

Breaking News

Buku India Sebut Yesus Kristus Adalah 'Iblis', Masyarakat Kristen Marah Besar

Bagi orang kristen, Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia. Lantas bagaimana jika nama Yesus justru di panggil dengan sebutan “Demon” atau “Setan” ? Hal inilah yang terjadi di India. Pasalnya, sebuah buku bahasa Hindi menyebut bahwa Yesus Kristus adalah “setan”. Tentu saja, hal ini membuat masyarakat Kristen serta Komunitas Kristen di Ahmedabad India marah besar .

Seperti yang dikutip oleh News 18, Pemerintah India mengklaim bahwa kata sifat 'hevaan' atau 'demon' yang digunakan sebelum nama Yesus dalam buku teks terbitan Gujarat State School Textbook Board adalah sebuah kesalahan besar dan akan segera diperbaiki. Sebenarnya komunitas Kristen telah memberi tahu pemerintah tentang kesalahan tersebut sejak sebulan yang lalu namun tidak ada tindakan yang diambil, sampai sekarang.

Bab 16 dari buku teks yang dimaksud menyatakan, "Is sambandh me hevaan Isa ka ek kathan sada smaraniya hai," yang diterjemahkan sebagai "satu statement dari iblis Yesus selalu diingat."  Fr. Vinayak Jhadav, juru bicara Gereja Katolik Gujarat, mengatakan bahwa kesalahan tersebut ditunjukkan oleh ketua GSSTB pada bulan Mei. "Nampak bahwa kata 'hevaan', yang merupakan iblis atau setan, mungkin salah ketik dan kami meminta koreksi segera," kata Jhadav.

"Ketika kami tidak mendapatkan tindakan dari Gujarat State School Textbook Board, kami membawa masalah ini ke Forum Kristen Gujarat United dan memutuskan untuk mengangkat kasus tersebut di hadapan menteri pendidikan negara untuk meminta penjelasan, koreksi, dan tindakan disipliner terhadap mereka yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Hal ini bukan hanya tentang agama, ini tentang kualitas pendidikan. " tambah Jhadav.

Seorang pengacara Subramaniam Iyer, yang juga melihat kesalahan tersebut, menyatakan bahwa undang-undang India melarang tindakan yang disengaja untuk mendiskriminasi agama tertentu.

hindi

"Yesus digambarkan sebagai setan bagi para siswa. Sangat jelas, ini adalah kasus yang menyerang keagamaan," kata Iyer. Bahkan jika kesalahan tersebut terbukti tidak disengaja, masih berpotensi menciptakan keretakan di antara masyarakat. "Ini tidak bisa diterima dan harus segera dihapus," tambahnya.

Kita tahu India didominasi dengan warga agama Hindu, di mana tak sedikit orang Kristen menderita atas penganiayaan di tangan kaum radikal dan ekstrimis. Bahkan, Open Doors USA menempatkan India di urutan ke-15 dalam daftar World Watch List tahun 2017 di mana orang-orang Kristen dihukum berat atas iman mereka.

Selain serangan radikal Hindu, organisasi Kristen juga menjadi sasaran undang-undang pemerintah anti-penginjilan. Bahkan, Organisasi sponsor anak Compassion International terpaksa menutup programnya dan meninggalkan 147.000 anak-anak.

Melihat situasi yang tidak karuin ini, kita diingatkan lagi dengan firmannya yang mengatakan “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat,” (Markus 13 : 13). Nah, kini ada dua pilihan sobat, kita mau bertahan bersama Yesus atau berpaling dari-Nya. Mana pilihanmu? Tulis dikolom komentar!

Baca Juga : Apa Yang Harus Dilakukan Jika Agama Kristen Dihina?


sumber : christianpost,news18

2 comments: