Advertising

Breaking News

4 Alasan Mengapa Tuhan Belum Menyembuhkan Penyakitmu

Sakit membuat aktvitas sehari-hari menjadi terhambat. Kita gak kuat dengan rasa sakit. Entah itu sakit gigi, batuk pilek, panas, sampai sakit yang kronis kayak sakit hati J. Maksud hati ingin segera sembuh, namun kenapa Tuhan belum memberi kesembuhan? Mungkinkah itu karena kesombongan?

Ada sebuah cerita di Alkitab, seorang kusta berkata,” Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Dia menderita kusta dan memohon kesembuhan pada Yesus. Yesus mengulurkan tangan, menjamah orang itu, dan berkata:”Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga, orang itu sembuh dari penyakit kustanya.

Cerita orang kusta sejak perjanjian lama sangat memilukan. Mereka harus diasingkan dan menjadi orang buangan. Orang ini tidak dapat menyembunyikan sakitnya. Dia menemui Yesus dan tersungkur. Dia mengakui kebutuhannya pada Yesus disaat Dia sakit yang menjijikkan itu. Lalu bagaimana dengan kita? banyak dari kita menyembunyikan keperluan akan Tuhan karena malu dan takut. Sembunyikan kebanggaan dan carilah kerendahan hati. Kerendahan hati tahu dia butuh dan mencari satu Pribadi yang menyediakan, dialah Tuhan. Lalu, mengapa rasa sakit ini tak kunjung sembuh? Berikut adalah empat alasan mengapa Tuhan belum menyembuhkan sakitmu.

Kamu belum mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh


Iblis dalam dunia ini pandai menipu kita. Dia menyembunyikan kebenaran dari kita dan menyebut kegelapan sebagai cahaya (2 Korintus 11:14-15). Namun, Yesus adalah Terang Dunia. Siapapun yang mengikutnya tidak akan tinggal dalam kegelapan (Yohanes 8:12). Dia adalah jalan kebenaran. Dia adalah Rahmat bagi kita yang menakjubkan. Sadari kita perlu Tuhan.

Kamu belum jujur kepada Tuhan


Keangkuhan mendahului kejatuhan kita (Amsal 18:12). Iblis bekerja untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Dia mengajak kita untuk hidup bersamanya dalam kegelapan. Kegelapan adalah rumah dosa yang melahirkan penghukuman. Bohong lahir dari kegelapan. Saat kamu sedang punya masalah, namun kamu bilang baik-baik saja, itulah kebohongan.

Kerendahan hati itu mengakui kelemahan. Kita belajar dari Rasul Paulus, dia bermegah atas kelemahannya. Sebab dalam kelemahan, kuasa Tuhan menjadi sempurna. Mari kita sama-sama mengakui dosa kita dan saling mendoakan sehingga kesembuhan itu dapat terjadi. Sebab doa orang benar sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16).

Kamu belum percaya bahwa Tuhan punya kuasa untuk menyembuhkan


Kurangnya iman itu seperti iblis menahan kita dari segala hidup yang berkelimpahan, seperti yang Tuhan janjikan (Yohanes 10:10). Yesus Kristus, Tuhan kita telah melakukan mukjizat kesembuhan selama melayani di bumi. Masihkah kamu ragu? Jangan sampai keraguan itu menghalangi kita untuk segera sembuh.

Kamu belum percaya bahwa Dia ada untukmu


Kematian Yesus telah membuat kita layak mendekat kepada Allah, yakinlah bahwa Dia akan mendengar dan menolong kita. Dia telah menyerahkan tahta surga untuk kehidupan kita, manusia yang dikasihi-Nya.

Yuk sama-sama dengan iman mendekati tahta kasih karunia Tuhan (Ibrani 4:16). Memang kita punya musuh yang membuat kita ragu atas kabar sukacita itu. Mungkin kita nggak pede untuk mendekat pada Tuhan. Seringkali terdengar “Jika Tuhan tidak ...., maka Dia juga tidak akan....”. Tetap kuatkan dan teguhkan iman kita hanya pada Tuhan. No ragu.

Masihkah kamu ragu bahwa sakit itu akan dilenyapkan Tuhan? Masihkan kamu merasa tidak pantas menerima kesembuhan? Masihkan kamu menganggap kesembuhan yang Tuhan janjikan itu bukan untukmu hanya karena kamu belum pernah mengalami sebelumnya?

Firman Tuhan akan mengalihkan kita dari kebohongan. Mintalah, kamu akan diberi. Carilah, maka kamu akan mendapatkan. Ketoklah, maka pintu akan dibukakan (Matius 7:7). Apakah ada alasan lain yang masih kamu sembunyikan selain kerendahan hati untuk mencari Tuhan?

No comments