Advertising

Breaking News

5 Sosok Pemimpin Dalam Alkitab Yang Patut Untuk Diteladani

Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khusus yang mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan sebuah tindakan guna mencapai tujuan bersama. Negara kita sendiri di pimpin oleh seorang Presiden. Lalu apakah kita sebagai orang kristen atau kaum minoritas bisa menjadi pemimpin di Indonesa? Tentu saja bisa!

Pasalnya, Indonesia merupakan negara kesatuan yang berbentuk republik. Indonesia juga memiliki dasar negara sekaligus ideologi bangsa yaitu Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Seperti yang kita ketahui, Makna dari "Bhineka Tunggal Ika" adalah berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Meski kita berbeda tetapi kita satu, sama-sama mempunyai hak untuk hidup termasuk untuk menjadi seorang pemimpin.

Seperti yang diatur dalam undang-undang dasar 1945 mulai dari pasal 27 ayat (1) dan (2); pasal 28, pasal 28D ayat (3), pasal 28E ayat (3) yang menegaskan bahwa negara harus memenuhi hak asasi setiap warga negaranya, khususnya dalam ketertiban pemerintahan untuk dipilih dalam event pesta demokrasi yang meliputi Pemilu, Pilpres dan Pilkada.

Lalu bagaimana kriteria untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dimata Tuhan? Sobat, di Alkitab ada banyak contoh pemimpin yang patut diteladani. Mau tahu siapa saja? Berikut adalah daftarnya.

Raja Daud


"Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil".

Mazmur 119:64

Dalam Firman Tuhan, Daud merupakan salah satu tokoh yang terkenal sebab dikatakan bahwa dari keturunan Daud akan muncul Juru Selamat yaitu Yesus Kristus. Bahkan Daud lah yang menulis pasal terbanyak dalam Alkitab. Beberapa hal yang perlu diteladani dari Daud yaitu kesukaannya dalam memuji Tuhan, sehingga dalam kitab Mazmur banyak tertulis puji-pujian kepada Tuhan.

Bahkan Daud juga mengatakan bahwa tujuh kali dalam sehari, ia memuji-muji Tuhan. Kunci kesuksesan Raja Daud adalah memuji Tuhan dan selalu mengandalkan Tuhan, hendaklah hidup kita juga diwarnai dengan pujian serta penyembahan kepada Tuhan sebab hanya Tuhanlah yang layak menerima segala pujian dan kehormatan.

Raja Salomo


Raja Salomo adalah putra dari Raja Daud dan Betsyeba. Salomo sendiri sangat rendah hati, Salomo menyadari bahwa ia membutuhkan kasih karunia Tuhan, ia menyadari sepenuhnya bahwa ia sangat terbatas dalam hal pengalaman, ia masih sangat muda dan belum sempat memakan asam garam sebanyak ayahnya, dan ia menyadari tugas yang ia emban bukanlah tugas yang ringan.

Meski begitu, Salomo tidak tergiur dengan kekayaan, ketenaran, kejayaan, pembalasan terhadap musuh. Sebagai raja yang masih sangat muda, Salomo menyadari, bahwa ia membutuhkan hikmat yang dari pada Tuhan, maka ia terus menaruh harapan serta meminta Tuhan memimpin setiap langkahnya. Begitupula dengan hidup kita, kalau kita mau diberi hikmat oleh Tuhan kita harus mau setia kepada Tuhan.

Yusuf


Dalam kitab Perjanjian Lama, siapa yang tidak mengenal tokoh yang satu ini? Ya, ia adalah anak emas Yakub dari Rahel. Yakub sangat menyayangi Yusuf lebih dari saudara-saudaranya yang lain sehingga ia membuatkan Yusuf jubah mahaindah (Kejadian 37:3). Itulah yang menjadi alasan saudara-saudara Yusuf membenci dia.

Meski Yusuf mengalami banyak tekanan, mulai dari aniaya dari saudara-saudaranya, dijual, dijadikan budak, dituduh berzinah dengan istri Potifar hingga dipenjarakan. Sampai pada suatu waktu ia bisa menafsirkan mimpi dari Raja Mesir dan akhirnya Yusuf diangkat menjadi orang terpandang nomor dua di Mesir. Nah, Sobat apabila kita tetap berjalan teguh bersama Tuhan, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik buat kita.

Raja Yosafat


Pemerintahan Yosafat umumnya berlangsung dengan baik. Kitab Tawarikh mencatat bahwa Tuhan menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang terdahulu yaitu Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, melainkan mencari Allah. Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel (Utara) yang menyembah baal-baal lain dan memberhalakan benda-benda mati.

Oleh sebab itu Tuhan mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat, sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat. Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan.

Sobat, Tuhan kita adalah Tuhan yang cemburu, kita layak meneladani kisah dari Raja Yosafat, dengan tidak menduakan Tuhan. Biarlah hanya Yesus yang senantiasa ada dihati kita, karna hanya Yesuslah jalan kebenaran dan kehidupan bagi setiap kita.

Tuhan Yesus


Teladan yang terakhir adalah Tuhan Yesus sendiri. Tuhan Yesus adalah Raja diatas segala raja yang ada, Tuhan Yesus juga adalah Raja yang sederhana namun dengan kesederhanaanNya itu tidak mengurangi kemasyuranNya didunia ini. Karna hanya Yesus yang mampu menyelamatkan dan membebaskan manusia dari maut dan hanya Yesuslah sumber dari segalanya. Sobat, meneladani tokoh Alkitab yang ada adalah baik, tapi jangan sampai kita melupakan teladan yang utama bahkan terbesar kita sendiri yaitu Tuhan Yesus Kristus. Karena, semua yang ada didalam Yesus adalah sempurna.

Demikianlah beberapa tokoh alkitab yang menjadi teladan saat memimpin. Bercita-cita sebagai pemimpin boleh2 saja dan sah2 saja. Jadilah pemimpin yang adil, yang dapat dipercaya dan yang selalu mengandalkan Tuhan maka kita akan menjadi pemimpin yang baik dimata manusia dan Tuhan. Jangan pernah menyerah, jangan takut bertindak. Kalau Indonesia butuh kamu, bergeraklah dan gunakan kesempatan yg ada sebaik mungkin. Tuhan Yesus memberkati

No comments