Advertising

Breaking News

6 Ide Sederhana untuk Meningkatkan Kehidupan Doa

"Tetaplah berdoa." (1 Tesalonika 5:17) Begitulah bunyi salah satu ayat dalam Alkitab. Seperti yang telah dikatakan, doa adalah nafas orang percaya. Kita butuh berdoa, kita butuh berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan kata lain, berdoa tidak hanya diperlukan waktu kita ingin bepergian, setelah bangun tidur, sebelum tidur, atau sebelum makan. Kita memerlukan lebih dari itu.

Kita memerlukan waktu untuk berdoa secara pribadi kepada Tuhan. Jika ada ibadah doa yang khusus digereja, tidak ada salahnya jika kita mengikuti kegiatan tersebut. Namun, jika selama ini kita masih bermalas-malas untuk datang kepada Tuhan melalui doa, berikut adalah enam ide sederhana untuk meningkatkan kehidupan doa kita.

Bertobat


Hal pertama yang harus dilakukan adalah bertobat. Meninggalkan kehidupan lama kita. Mengapa harus bertobat? Karena dosa adalah penghalang doa kita untuk sampai kepada Tuhan. Supaya kehidupan doa terus berkembang, kita harus terbiasa untuk secara konsisten mengakui dan bertobat dari dosa-dosa kita di hadapan Tuhan.

Membuat Jadwal


"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif," (Efesus 5:15)
Terkadang kita memang tergoda untuk menawar waktu doa kita untuk melakukan hal yang lainnya. Untuk itu, membuat jadwal doa bisa sangat membantu. Contohnya kita berdoa setiap hari selama 1 jam dengan jadwal sebagai berikut :
Senin : Berdoa untuk orang tua
Selasa : Berdoa untuk orang terdekat dan keluarga
Rabu : Berdoa untuk teman-teman
Kamis : Berdoa untuk gereja
Jumat : Berdoa untuk pemerintah
Sabtu : Berdoa untuk bangsa dan negara
Minggu : Berdoa untuk diri sendiri

Tuliskan doa-doa kita


Digerejaku, setiap hari rabu mengadakan ibadah doa. Setiap doa syafaat, ibu gembala kami memberikan secarik kertas. Disana, tercatat pokok-pokok doa. Sama halnya dengan itu, untuk doa pribadipun, tidak ada salahnya jika kita mencatat pokok-pokok doa yang ingin kita naikkan. Dengan begitu, kita dapat fokus kepada apa yang ingin kita doakan.

Lakukan berdoa dengan konsisten


"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." (Mazmur 90:12)
Kita harus menetapkan kapan kita akan meluangkan waktu untuk berdoa. Pagi, siang, sore, atau malam hari. Setelah menetapkan waktu, kita harus berani berkomitmen untuk selalu mengerjakannya dengan konsisten. Menjadi konsisten bukanlah perkara yang nudah. Namun, kita harus belajar untuk melakukannya. Meluangkan waktu untuk berdoa kepada Tuhan tidak akan pernah sia-sia.

Jangan Berhenti


Seperti ayat teratas dalam artikel ini, Alkitab mendorong kita untuk tetap berdoa. Bertekun dalam doa memang tidak semudah yang orang kira. Terkadang bisa jadi sangat membosankan. Namun, jika mulai bosan. Kita harus ingat kepada ayat tersebut "Tetaplah berdoa."

Percayalah


"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibrani 11:1)
Terkadang kita telah berdoa untuk waktu yang lama dan belum dapat jawaban. Hanya karena kita belum menerima jawaban, bukan berarti kita memiliki alasan yang cukup untuk berhenti percaya. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia dan Ia mampu menjawab doamu.
Pertanyaannya, apakah jawaban yang kita inginkan sesuai dengan kehendak-Nya? Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita. Dan terkadang, apa yang kita inginkan justru berdampak buruk untuk kita. Namun, kita perlu percaya bahwa Tuhan memiliki tujuan untuk doa yang tidak terjawab dalam hidup kita.

Beberapa ide sederhana diatas bisa kita coba untuk meningkatkan kehidupan doa kita. Apapun yang terjadi, jangan meninggalkan kehidupan doa. Doa-lah sarana kita untuk berkomunikasi dengan Allah. Karena Ia hanya sejauh doa-doa kita. Semakin kita sering berdoa, semakin kita mendekat kepada Allah dan sebaliknya. Sekali lagi, 1 Tesalonika 5:17 mengatakan "Tetaplah berdoa."Tuhan memberkati!

No comments