Advertising

Breaking News

13 Cara Baru Untuk Hidup Sesuai Kehendak Allah

Dimana kita akan melewati keabadian? Dosa adalah sebuah ketidaktaatan akan kehendak Allah. Semua orang telah berbuat dosa. Tetapi kabar baiknya adalah Yesus telah membayar lunas setiap dosa dan pelanggaran kita. Yesus menjadi korban untuk satu kali dan selama-lamanya. “Siap atau tidak, Yesus akan datang.” Bersiap-siaplah sekarang, buatlah keputusan tepat sekarang, karena nanti mungkin terlambat.

Lalu, apakah kita sudah siap? Apakah kita yakin bahwa hidup kita telah berkenan bagi Allah? Apakah kita masih berkutat dalam kubangan dosa? Buatlah Keputusan!

Sebuah Cara Baru Untuk Hidup


Pembaptisan


Salah satu hal utama yang harus dilakukan orang percaya adalah dibaptis di dalam air. Pembaptisan merupakan tanda lahiriah dari keputusan hati untuk mengikut Kristus. Saat seseorang dibaptis dengan ditenggelamkan dalam air, ini menandakan bahwa di kuburnya hidup yang lama. Saat diangkat keluar dari air, ini menandakan kebangkitan hidup baru.

Pergi ke Gereja


Pergi ke gereja memang tidak menandakan bahwa seseorang “lebih Kristen” dari pada orang lain. Namun, sebagai orang Kristen, adalah sebuah kebutuhan untuk datang bersekutu menyembah Allah dengan orang percaya lainnya. Di gereja juga kita mendapatkan pelajaran dari Firman Allah.

Komitmen


Milikilah komitmen untuk memberikan waktu bersama Allah. Sediakan waktu untuk berdoa dan membaca Firman setiap hari. Percayalah, segala sesuatu yang kita berikan kepada Allah, Dia kembalikan berkali-kali lipat.

Dibaptis di dalam Roh Kudus


Masing-masing kita memiliki Roh Kudus, tetapi kita perlu memastikan bahwa Dia memiliki diri kita seutuhnya. Allah ingin memakai kita dalam pelayanan-Nya dan kita memerlukan Roh Kudus supaya pelayanan yang kita lakukan berhasil dan produktif.

Carilah Hadirat Allah, Bukan Hadiah-hadiah-Nya


Allah tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan. Tapi Ia selalu memberi apa yang kita butuhkan. Namun, kita tidak perlu kecewa jika keinginan kita tidak dijawab oleh Allah. Karena kita perlu mengingat bahwa kita lebih membutuhkan Allah dari pada hal-hal lain.

Kita lebih membutuhkan hadirat-Nya, cara-cara-Nya, karakter-Nya, kebijaksanaan-Nya, pengertian-Nya, kuasa-Nya, dan sebagainya. Allah adalah segalanya, dan kita tidak berarti apa-apa tanpa Dia.

Sebuah Cara Baru Untuk Berpikir


wanita-berpikir

Pikiran adalah medan perang di mana kita berperang melawan iblis. 2 Korintus 10:4-5 mengajarkan bahwa kita harus membuang pikiran dan imajinasi yang salah. Yang artinya kita harus berpikir sesuai dengan Firman Allah. Bagaimana caranya?

Membuang pikiran negatif


Seperti apapun keadaan kita, kita harus memiliki visi yang positif untuk masa depan kita. Bersepakat lah dengan Allah dan memercayai bahwa setiap rancangan-Nya adalah terbaik bagi kita. Amsal 15:15 mengatakan, "Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.". Biasanya, masalah dan hal buruk timbul karena kita berpikir secara negatif.

Tidak cemas atau gelisah


Kecemasan sama sekali tidak berguna bahkan merugikan. Kegelisahan berarti kita menjalani hari ini dengan mengkhawatirkan hari esok. Yesus melarang hal itu karena tiap hari cukup dengan masalahnya sendiri. Setiap kali tergoda untuk merasa cemas, katakan kepada iblis bahwa kita adalah anak Allah dan Ia berjanji akan memelihara kita. Jika burung di udara dan bunga bakung di ladang saja Allah pelihara, bukankah kita lebih berharga?

Sebuah Cara Baru Untuk Berbicara


Perkataan mengandung kuasa. Kuasa kreatif atau kuasa yang menghancurkan. Pikiran kita bisa keluar menjadi perkataan. Oleh karena itu, iblis senang menaruh pikiran negatif ke dalam diri kita. "Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran." (Amsal 21:23). Lalu apa saja yang perlu keluar dari mulut kita?

Mengatakan Firman Allah dengan lantang


Firman Allah adalah pedang Roh yang adalah senjata terhebat yang harus kita miliki untuk melawan si iblis. Seperti Yesus melawan iblis di padang gurun dengan menggunakan Firman, jika kita mengikuti teladannya, kita pasti aman dalam perjalanan kita menuju kemenangan. Pastikanlah bahwa apa yang keluar dari mulut kita adalah apa yang dikatakan Firman.

Tidak mengatakan hal-hal negative


Apa yang keluar dari mulut kita, merupakan gambaran dari dari hati kita. Jika perkataan kita jahat, hati kita pasti jahat. Makian, umpatan, dan perkataan kotor lainnya tidaklah boleh menjadi bagian dari kehidupan kita. Sebaliknya, ucapkanlah perkataan yang baik dan menjadi berkat bagi orang lain.

Sebuah Cara Baru Untuk Melihat Diri Sendiri


Gambar diri kita bagaikan potret yang kita bawa di dompet hati kita. Allah mengasihi kita dan Dia ingin agar kita mengasihi diri sendiri. Bukan dengan cara yang egois dan berpusat pada diri sendiri, tetapi dengan cara yang sehat. Kita perlu menyadari bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurna dan kita melakukan banyak kesalahan.

Kita selalu ingin melakukan semua hal dengan benar, namun terkadang kita menemui kegagalan. Itulah sebabnya kita membutuhkan Yesus. Dia pasti akan menunjukkan kekuatan-Nya yang sempurna di dalam kelemahan kita. Jadi, jangan bersikap keras kepada diri sendiri. Belajarlah untuk menerima belas kasih Allah setiap hari. Bangunlah setiap hari dan lakukan segala yang terbaik bagi kemuliaan Allah.

Memahami kebenaran


Kita harus menyadari bahwa kita berharga bagi Allah sehingga Allah mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya kita dibenarkan Allah di dalam Dia.” (2 Korintus 5 : 21).

Menyukai diri sendiri


Kita tidak akan bisa menikmati hidup jika kita tidak menyukai diri kita sendiri. Setiap orang berbeda-beda. Jangan membandingkan diri  kita dengan orang lain. Jadilah diri sendiri dan terima diri kita apa adanya.

Menggantikan Ketakutan Dengan Iman


Ketakutan tidak berasal dari Allah. Hal itu adalah alat yang digunakan iblis untuk mencegah kita agar tidak menjalani hidup yang indah bersama Allah. Namun, Allah ingin agar kita hidup dalam iman. Yaitu menyandarkan seluruh kehidupan kita kepada Allah dengan tidak ragu-ragu dan yakin akan kuasa, kebijaksanaan, dan kebaikan-Nya.

Kita harus belajar untuk terbiasa hidup di dalam iman dan memercayakan masa depan kita kepada Allah dengan penuh keberanian. Keberanian bukan berarti tidak ada rasa takut, tetapi keberanian adalah akan bertindak walaupun merasa takut. Eleanor Roosevelt berkata, “Kamu mendapat kekuatan, keberanian, dan keyakinan dari setiap pengalaman di mana kamu benar-benar berhenti untuk menatap langsung kepada rasa takut.

Kamu harus melakukan apa yang menurutmu tidak bisa kamu lakukan.” Mungkin selama ini kita masih hidup dalam ketakutan. Tetapi, sekarang adalah saatnya untuk kita mengganti ketakutan itu dengan iman.

Nikmatilah Hidup


“Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan; Aku datang supaya mereka memiliki hidup, dan memilikinya secara berlimpah.” (Yohanes 10 : 10). Yesus mau menderita supaya kita dapat menikmati hidup. Namun bukan berarti kita dapat mendapat segala sesuatu yang kita inginkan atau tidak pernah mengalami kesulitan.

Itu berarti, hubungan yang baik dengan Allah dapat membawa suka cita walaupun dalam keadaan susah dan membuat kita bangkit kembali dan menjalani hidup bersama dengan Allah. Sukailah pekerjaanmu, sukailah sekolahmu, sukailah rumahmu, sukailah segala aspek dalam hidupmu. Allah tidak akan pernah menuntut kita menjadi sempurna.

Sebenarnya Dia telah mengetahui bahwa kita tidak akan pernah sempurna seutuhnya. Namun, Dia berharap kita terus melangkah bersama-Nya. Sukailah Allah, sukailah diri kita sendiri, dan nikmatilah hidup yang Yesus berikan lewat pengorbanan-Nya.

Sudahkah kamu membuat keputusan dimana kamu melewatkan keabadian? Ayo, berubah menjadi lebih baik!

No comments