Advertising

Breaking News

Review Film: God’s Not Dead 2, Film Rohani Penguat Iman

Film berdurasi 2 jam 1 menit ini disutradarai oleh Harold Cronk. Rilis tahun 2016 lalu, God’s Not Dead 2 mendapatkan respon yang baik dari para penontonnya. Sesuai dengan judul yang diusung, film ini membawa pesan bahwa sesungguhnya Tuhan tidaklah mati. Beberapa tokoh utamanya adalah Grace Wesley seorang guru, Brooke Thawley seorang mahasiswa dan Tom Endler seorang pengacara.

Grace Wesley bukanlah pembuat onar. Tetapi ketika guru sejarah Kristen ini menjawab beberapa pertanyaan tentang Yesus yang diajukan oleh seorang siswa, Dia menemukan dirinya berada dalam masalah dan berada di garis depan sebuah perang salib. Yaitu untuk membuktikan bahwa Tuhan tidak mati.

Grace pertama kali diseret ke kantor kepala sekolah, lalu di depan dewan sekolah, dan akhirnya ke pengadilan saat ACLU memanfaatkan respon "religiusnya" sebagai cara untuk mendorong persatuan antara gereja dan negara bahkan lebih dalam dari pada yang sebenarnya.

ELEMEN POSITIF


Ini adalah sekolah menengah pertama Brooke Thawley yang mengajukan pertanyaan polos tersebut (keduanya dalam percakapan pribadi dan kemudian di kelas). Dia berjuang untuk memahami kematian tragis kakaknya. Dan saat Grace bertanya pada Brooke bagaimana keadaannya, gadis itu tahu bahwa gurunya benar-benar peduli.

Kepala sekolah Grace dan dewan sekolah sepakat bahwa dia melanggar undang-undang distrik, negara bagian dan federal karena mengutip kata-kata Yesus di kelas. Tapi Grace tahu dia tidak melakukan kesalahan, jadi dengan sikap rendah hati dan berani ia menolak untuk meminta maaf.

Pengacara yang ditunjuknya yakni Tom Endler, awalnya mendorongnya untuk mundur demi karirnya, ia tidak memahami hubungan Grace dengan Tuhan. Tapi akhirnya dia terinspirasi oleh keyakinan spiritual Grace, dan dia bekerja keras untuk mempertahankannya di hadapan hakim.

Konflik di ruang sidang berkisar pada pertanyaan tentang Apakah kutipan Grace tentang Yesus melibatkan pelanggaran terhadap "pembagian gereja dan negara." Akhirnya, Grace dan Tom mencoba untuk membuktikan bahwa Yesus adalah tokoh sejarah yang nyata, kata-kata yang dikutip-Nya dapat diterima untuk dibicarakan di kelas sejarah seperti tulisan Gandhi atau Martin Luther King Jr.

Dan perlu disebutkan bahwa karakter mulia Grace juga terlihat dalam caranya memperhatikan kakeknya yang telah menua, Walter, yang tinggal bersamanya.

KONTEN SPIRITUAL


Brooke bergumul dengan pertanyaan besar tentang kehidupan, kematian dan keyakinan, yang membuatnya bertanya kepada gurunya mengapa ia selalu menerima apapun yang terjadi dalam hidupnya.

“Yesus,” kata Grace.

Dan kemudian, di kelas, ketika Brooke ingin tahu bagaimana komitmen Gandhi dan Martin Luther King Jr terhadap protes tanpa kekerasan dibandingkan dengan ajaran Yesus, Grace menjawab, “Penulis Injil Matius mencatat bahwa Yesus memerintahkan untuk mengasihi musuh dan berdoa untuk orang-orang yang menganiaya kita.” Kemudian dia mengutip kalimat Dr. King: “Kristus memberi semangat dan motivasi, sementara Gandhi melengkapi metode ini”

Sementara itu, di sisi lain Pete Kane pengacara yang kontra dengan masalah ini menuduh Grace ingin “berkhotbah, tidak mengajar,” dan dia khawatir bahwa “jika kita memberi hak kepada Nona Grace Wesley untuk melakukan itu, semua orang yang melanggar hukum hanya atas kepercayaan pribadi kita sendiri, masyarakat kita akan hancur, saya percaya itu.”

Dia mengatakan kepada Tom, “Kamu tahu apa kebencian itu, Tom? Saya tidak membicarakan tentang hal-hal dongeng, maksud saya benar-benar membenci, saya benci seperti apa orang-orang seperti klien kamu. Dan apa yang mereka lakukan terhadap masyarakat kita." Dia meludah, "Kami akan membuktikan satu kali dan untuk semua orang bahwa Tuhan telah mati."

Sedangkan Grace tetap memegang komitmen dan prinsipnya. "Saya lebih suka berdiri bersama Tuhan dan diadili oleh dunia daripada berdiri dengan dunia dan diadili oleh Tuhan," kata Grace. "Saya tidak akan takut untuk mengatakan nama Yesus." Ketika dia mengaku kepada kakeknya bahwa dia belum banyak mendengar kabar dari Juru Selamatnya akhir-akhir ini, dia mengatakan, "Di zaman sekarang ini, orang sepertinya lupa bahwa hak asasi manusia yang paling dasar adalah hak untuk mengenal Yesus."

Karakter lain dari film God's Not Dead adalah seorang pelajar China, Martin terus menumbuhkan keyakinannya, bahkan ketika ayahnya menolaknya. Dan Amy, yang didiagnosis menderita kanker stadium lanjut sebelum menemukan Tuhan, yang akhirnya mau mengenal-Nya dan berjuang bersama-Nya.

KESIMPULAN


God’s Not Dead membawa pesan supaya kita percaya bahwa Tuhan tidak mati. Beberapa orang yang percaya akan hal ini akan mengalami pemulihan dalam hidupnya. Dalam film ini kita tidak diajarkan untuk membela Tuhan melainkan untuk tetap percaya akan kebenarannya meski beberapa orang menyerang keyakinan kita. Film ini sangat kami rekomendasikan, karena sangat sesuai dengan kehidupan kita orang Kristen di Indonesia yang notabene hidup ditengah masyarakat dengan keyakinan yang berbeda.
 

No comments