Advertising

Breaking News

4 Cara Memberi Nasihat Yang Baik dan Benar Menurut Alkitab

Pernahkah kamu menemukan saudara atau sahabatmu sedang mengalami masa sukar? Lalu ia bertanya kepadamu, “Apa yang harus aku lakukan?” atau “Apakah pilihanku sudah benar?” Pernahkan kamu dimintai nasihat oleh teman atau saudaramu? Jika pada artikel sebelumnya membahas seberapa pentingnya nasihat untuk kehidupan kita. Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara memberi nasihat yang baik untuk sesama kita?

PAHAMI SITUASINYA


Untuk menemukan nasihat yang baik, kita wajib tahu dan memahami situasi sahabat atau saudara kita. Dan mencoba melihat masalah melalui cara pandangnya. Kita perlu mengetahui rasanya ada di posisi mereka. Lukas 6 : 39 mengatakan, “Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?” Jika kita tidak mengetahui posisi mereka, nasihat yang kita berikan tidak akan membantu, atau bahkan membingungkan. Oleh karena itu, kita harus mau mendengarkan mereka dengan baik sebelum memberikan nasihat.

JANGAN TERGESA-GESA MEMBERIKAN JAWABAN


Karena memiliki maksud baik, kita seringkali cepat-cepat untuk memberikan jawaban atau bahkan memotong pembicaraan sebelum kita benar-benar memahami situasi mereka. Namun, apakah hal itu bijaksana? Yakobus 1: 19 mengatakan, “Saudara-saudara yang kukasihi, perhatikanlah ini: hendaklah tiap-tiap orang cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berbicara, dan lambat untuk marah.” Adalah lebih baik jika kita berpikir dan memahami sebelum berbicara.

DENGAN RENDAH HATI TERAPKAN FIRMAN ALLAH


Apabila kamu mengatakan, “Kalau aku jadi kamu, aku akan …” Namun adalah lebih baik jika kita belajar dari kesederhanaan dan kesahajaan Yesus, ia mengatakan, “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.” (Yohanes 12 : 49).

HINDARI MEMBUAT KEPUTUSAN UNTUK ORANG LAIN


Kita memang memiliki kuasa untuk memberikan nasihat kepada orang lain. Tetapi dalam membuat keputusan, apakah ia akan mengambil tindakan sesuai nasihat kita atau tidak bahkan bertentangan, hal itu ada diluar kendali kita. Kita tidak punya hak untuk hal itu. Kita tidak punya hak untuk membuat keputusan bagi orang lain.

Galatia 6 : 5 mengatakan, “Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.” Memberikan masukan untuk orang lain memang tidak salah. Yang salah adalah jika kita memaksakan orang lain untuk bertindak sesuai dengan masukan yang kita berikan.

Itulah 4 hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan nasihat kepada orang lain. Saat seseorang membutuhkan nasihat, ada baiknya kita memikirkan 4 hal diatas dan jangan lupa gunakan kata-kata yang baik. Jangan membuat sahabat atau saudara yang membutuhkan nasihat merasa dihakimi. Dan jangan lupa untuk mendoakan sahabat atau saudara kita itu. Yuk, terus berbuat baik!

No comments