Advertising

Breaking News

7 Alasan Buruk Mengapa Seseorang Meninggalkan Gerejanya

Sebagai seorang konsumen, dimana kita diajak untuk setia terhadap suatu produk hanya untuk mendapatkan kebutuhan yang sesuai selera. Bukan hanya konsumen sebuah produk, namun juga jemaat gereja. Mereka dengan mudah datang dan pergi. GKJJ, Gereja Kristen Jalan-Jalan. Mereka meninggalkan gereja lama dan mencari gereja baru hanya karena alasan yang tidak sepele. Memang tidak ada gereja yang sempurna.

Mungkin sebagian dari kita merasa tidak nyaman dengan alasan, alasan seperti, ada jemaat gereja yang berselisih dengan kita, merasa bahwa tidak bisa menyalurkan talenta yang dimiliki, dan lain-lain. Banyak orang yang meninggalkan gereja karena alasan yang salah. Apa alasan umum yang buruk untuk kita meninggalkan gereja ?

Ada orang yang membuat kita merasa tidak nyaman


Ini sangat sering terjadi. Ada beberapa orang yang berselisih dan akhirnya salah satu meninggalkan gereja. Jika tetap bertahan, orang itu pasti akan merasa canggung dan jengkel. Tapi jangan biarkan hal ini membuatmu pergi dan mencari gereja yang penuh dengan orang yang sepaham denganmu. Untuk itu,kita perlu merubah pusat pikiran kita. Saat pergi ke gereja, seharusnya kita fokus kepada Tuhan dan bukanlah manusia. Kita perlu mengingat tujuan kita saat pergi kesana.

Merasa tidak dianggap


Banyak orang meninggalkan gereja ketika gagasan/ide mereka tidak direspon baik oleh jemaat lainnya. Mungkin ada yang merasa bisa melakukan sesuatu namun belum diberi kepercayaan. Tidak apa-apa. Jangan pergi mencari gereja lain. Sebaliknya, tetaplah setia. Karena jika kita setia pada perkara kecil, kita pasti setia pada perkara besar. Percayalah bahwa ada buah dari kesetiaanmu.

Gaya ibadah di gerejamu bukanlah yang kamu inginkan


Kamu menginginkan musik yang keras, tapi musik yang dibawakan adalah musik yang lembut, kamu menginginkan dapat berpakaian santai (kaos, jeans), tapi pakaian yang ditentukan adalah pakaian formal (kemeja, celana bahan), kamu membandingkan ibadah di gereja A dan digereja B, atau rangkaian ketidak cocokan lainnya. Tapi hal itu sama sekali tidak perlu. Yang benar adalah, jika kita mau beribadah diluar zona nyaman kita dan tetap focus menyembah kepada Tuhan, kita akan terlatih menjadi pribadi yang rendah hati.

Bosan


Banyak orang merasa bosan dengan satu gereja. “Gitu-gitu mulu”. Setiap minggu, liturgi suatu gereja selalu sama, dan mungkin sebagian kita ingin sebuah suasana baru yang lebih “kekinian”. Lalu ketika merasa bosan, kita memutuskan untuk berpindah gereja yang lebih “kekinian”. Tapi mengapa hal ini adalah langkah yang buruk? Karena siklus ini sama dengan infinite loop, perulangan tanpa henti. Mengapa ? Gereja yang disebut “kekinian” dimasa ini, akan menjadi gereja yang membosankan besok.

Pendeta favoritmu meninggal


Ini adalah motivator umum untuk keluar dari gereja. Pendeta menjadi tolak ukur kita mau pergi ke gereja yang mana. Dan di saat pendeta yang menjadi favorit kita meninggal, kita pun akan berpindah ke gereja lain. Tapi kita perlu tau, bahwa sebuah gereja lebih dari sekedar pendeta.

Hati kita tidak di sana lagi


“Emosi”, saat kita mulai lelah, merasa bahwa ke gereja adalah sebuah kewajiban, emosi mengatakan, “sebaiknya aku berhenti saja”. Ini adalah alasan buruk untuk meninggalkan gereja. Mengapa? Karena setiap hubungan dan komitmen dalam hidup memiliki musim dimana hati kita tidak ada “di sana”. Tapi itu adalah hal yang normal dan tidak ada alasan untuk menyerah.

Tidak mendengar Firman dengan baik


Apa yang kita dapatkan selama beribadah? Dapat bertemu teman? Dapat bernyanyi dengan bebas? Dapat menari-nari? Dapat memainkan musik? Itu saja? Hal-hal itu adalah sesuatu yang penting dalam mendukung ibadah. Namun yang penting lagi, “Apa yang kamu dapat dari khotbah?” Gereja bukan tentang apa yang kita dapatkan darinya, tapi apa yang dapat kita berikan. Pelayanan kita, mendengarkan Firman dengan baik. Sehingga kita bisa membangun tubuh itu dengan baik.

7 alasan diatas, adalah alasan umum mengapa kita ingin berpindah gereja. Apa kah diantara kita ada yang pernah merasakannya? Yuk, kita belajar untuk lebih setia. Tidak ada gereja yang sempurna, oleh karena itu kita ada. Untuk membawa perubahan yang lebih baik di setiap gereja kita masing-masing. Sehingga gereja mampu mengerjakan tugasnya untuk mengabarkan kabar baik itu kepada orang-orang yang belum percaya.

No comments