Advertising

Breaking News

8 Alasan Mengapa Kamu Harus Putus Dengannya

Mengakhiri sebuah hubungan merupakan satu hal yang sulit dan tidak menyenangkan. Namun, ada kalanya kita harus mengambil keputusan sulit itu. Mengapa? Menurut buku “Lets Just Be Friend” oleh H. Norman Wright ada banyak alasan mengapa kamu harus mengakhiri hubungan dengannya. Diantaranya sebagai berikut.

Hubungan yang tidak seimbang


Keseimbangan dalam sebuah hubungan sangat dibutuhkan jika ingin memiliki hubungan yang bahagia. Namun, tidak baik jika ada salah satu yang mendominasi sebuah hubungan. Contohnya saja, diantara kalian ada yang selalu berinisiatif melakukan komunikasi dan yang lainnya biasa saja. Hal ini dapat menjadi indikator dalam keseriusan dalam sebuah hubungan. Jika terlihat biasa saja, akan menimbulkan pandangan bahwa dia menjalin hubungan hanya untuk main-main.

Salah satu dari kalian adalah si penyelamat


Ada banyak remaja yang mengalami hubungan yang “putus-nyambung”. Hal ini bisa disebabkan karena ada satu pihak yang selalu menjadi penyelamat. Sang penyelamat akan terus berusaha untuk menyelamatkan hubungannya dengan tidak peduli terhadap kelangsungan hubungan yang mungkin sudah mulai retak. Hal ini sangat tidak dianjurkan karena sebuah hubungan terjadi karena adanya dua pribadi yang saling menguatkan.

Hubungan berdasarkan kemungkinan


Hubungan berdasar kemungkinan bukan berdasar kenyataan. Bahkan sebenarnya kita mengetahui fakta tentang pasangan. Pemikiran-pemikiran semacam “Aku yakin, jika dia bla bla bla, mungkin dia akan bla bla bla”.  Pemikiran semacam ini sangatlah salah dalam sebuah hubungan. Misalanya saja, pasangan kamu adalah seseorang yang sangat boros dan kamu berpikir “Aku yakin kalau dia sudah belajar mengatur keungan, mungkin dia akan berubah dan tidak menghamburkan uang”. Atau kalian akan bangkrut bersama. Berharap dapat mengubah orang lain secara mendasar adalah sama bodonya dengan menggali emas di tambang tembaga.

Salah satu dari kalian over perfeksionis


Standar-standar si perfeksionis sangat tinggi. Ia berusaha melakukan apa yang orang lain tidak bisa lakukan. Ia menetapkan tujuan-tujuan yang tidak realistis, dan ia tidak bisa melihat mengapa pasangannya tidak dapat mencapai hal tersebut. Ia menempatkan pasangannya sebagai sebuah proyek yang harus diselesaikan dengan baik. Sebab ia menginginkan pasangan yang sempurna dan itu tidak mungkin dapat dipenuhi oleh siapapun.

Hubungan menjadi hambar


Hubungan yang menjadi hambar sama halnya seperti mengunyah permen karet. Lama-lama manisnya hilang. Yang awalnya kita tertarik kepada seseorang namun suatu saat kita menemukan kenyataan ada sisi dirinya yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Contohnya kita tertarik kepada seseorang yang mandiri. Namun, setelah menjalani hubungan, kita mendapatinya sebagai seseorang yang hidup di dunianya sendiri tanpa peduli kepada orang lain.

Salah satu dari kalian adalah pemarah


Memiliki hubungan dengan si pemarah akan membuat hubungan menjadi cepat hambar. Marah dapat mengalahkan cinta, perhatian, penghargaan, bahkan dapat menimbulkan kekerasan.

Salah satu dari kalian adalah pemburu


Seorang pemburu akan "mengejar" pasangan mereka tanpa kenal lelah. Pemburu bisa sangat agresif. Ia akan selalu menjadi pihak memulai pembicaraan, membuat janji, dan sebagainya. Namun, kebanyakan pemburu tidak menginginkan penolakan dari pasangannya.

Kepercayaan yang berbeda


Sebuah hubungan yang baik akan membentuk pola segitiga. Dan Yesus sebagai pusat dan tujuan sebuah hubungan. Jika kita tidak memiliki kepercayaan / iman yang sama, bagaimana Kristus dapat menjadi pusat hubungan kita? Mau tukarkan keselamatan yang sudah Kristus bayarkan bagi kita? Pikirkan baik-baik.

Sudah tahu kan apa saja alasan bagi kita untuk mengakhiri sebuah hubungan? Yuk pikirkan dengan matang. Apakah pasanganmu sudah benar-benar menjadi yang terbaik bagimu? Perlu diingat , apa yang sudah dipersatukan Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia. Jadi, sebelum melangkah lebih jauh. Pikirkan dengan baik. Jangan sampai kalian menghabiskan sisa hidup bersama pasangan yang ternyata tidak baik untuk kalian.

No comments