Advertising

Breaking News

Berbohong Demi Kebaikan? Bagaimana Pandangan Alkitab Mengenai Hal Ini?

Sederhananya, berbohong adalah tindakan membuat pernyataan yang salah dengan tujuan supaya pendengarnya percaya.  Seringkali kita mengira ada yang namanya dosa besar dan dosa kecil. Sehingga kita menganggap berbohong adalah dosa kecil jika dibandingkan dengan mencuri, membunuh, mengedarkan narkoba, dan tindakan kriminal lainnya. Berbohong kepada orang tua, teman atau sahabat mungkin tidak akan membuat kita dijebloskan ke dalam penjara. Namun, berbohong tetaplah dosa. Dan dosa adalah dosa. Tidak ada dosa kecil, atau dosa besar.

Tetapi, ada beberapa orang yang meyakini bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang memperbolehkan kita untuk berbohong atau berdusta. Namun mari kita lihat, benarkah ada kondisi tertentu yang memperbolehkan kita berdusta?

Orang sering menyebutnya “white lies” atau bohong putih. White lies ini dapat diartikan suatu kebohongan yang bertujuan baik alias demi kebaikan. Biasanya, orang melakukan bohong putih ini karena keterpaksaan. Untuk menjaga hubungan baik, untuk menjaga perasaan seseorang, dan banyak lagi alasan lainnya. Berterus terang mengatakan kebenaran adalah hal yang tidak mudah dilakukan. Apalagi jika kebenaran itu menyakitkan.

Matius 5 : 37 mengatakan, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” Jadi, jika kita berdusta dengan alasan apapun, hal itu berasal dari iblis karena Yohanes 8 : 44 menyebut bahwa iblis adalah bapa segala dusta.

Biasanya kebohongan kecil akan diikuti dengan kebohongan-kebohongan yang lebih besar untuk menutupinya. Hal ini mengakibatkan seseorang bisa memiliki kebiasaan berbohong yang menjadikannya terbiasa atau bahkan tidak menyadari dirinya sedang berbohong. Tentu saja hal ini bisa berakibat fatal.

Seperti Ananias dan Safira, tentu saja pembohong tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga. Wahyu 21 : 27 mengatakan, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.”

Sejak semula Tuhan telah mengingatkan kita di dalam Amsal 19 : 9, “Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa.” Pembohong tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga dan akan menerima hukuman kekal.

Jangan menganggap berbohong atau berdusta adalah hal yang sepele. Hal itu adalah sebuah dosa. A lie is a lie, no matter what. Apapun alasannya, kebohongan tetaplah kebohongan dan Alkitab jelas melarangnya. Apakah kita berbohong untuk menipu atau berbohong untuk kebaikan (white lie), keduanya tetaplah berdosa.

Kesimpulannya, apakah kita boleh berbohong? Jelas tidak. Apakah ada bohong putih? Tidak ada. Dusta tetaplah dusta. Christofer Tapiheru menuliskan, “Berbohong demi kebaikan? Bapa segala dusta itu iblis! Gak ada kebaikan di dalam dirinya.”

Selagi masih diberi kesempatan untuk hidup dan memperbaiki diri, yuk kita bersama-sama belajar meninggalkan kepalsuan dan hidup seturut kebenaran Firman Tuhan.

No comments