Advertising

Breaking News

Apa Yang Kamu Lakukan Jika Agama Kristen Dinista?

Ketika agama menjadi suatu hal yang sensitif, kata nista pun kini semakin enteng untuk diucapkan. Menurut buku tebal yang biasa disebut dengan mbok KBBI, menista adalah tindakan yang menghina atau melecehkan agama tertentu. Jujur saja, kini sulit rasanya untuk dapat mengkualifikasikan ‘penistaan agama’.

Bahkan, kata-kata yang menurut saya tidak mengandung unsur penghinaan, entah mengapa orang-orang tertentu memandangnya sebagai sebuah penghinaan. Saya mulai bimbang, apakah mereka tidak berpikir secara jernih? Tidak, mereka tidak pernah salah :) .

Dari pada menyalahkan orang lain, saya memutuskan untuk bertanya dalam hati saya, apakah pola pikir saya yang salah? Untuk itulah saya menulis ulasan ini sebagai media untuk melontarkan pendapat dan pandangan saya tentang penistaan agama serta apa yang harus saya dan Anda sekalian lakukan ketika agama Kristen dihina.

Pada dasarnya, seorang yang memeluk agama a tentu tidak akan pernah mengakui keberadaan agama b, meski tak terucapkan dan hanya di dalam hati saja. Hal semacam ini tidak dapat dielak lagi.
Sebagai seorang Kristen, saya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Bahkan sampai matahari berhenti bersinar, saya tetap memegang teguh pendirian saya dan tidak akan pernah meninggalkan Tuhan.

Lantas jika saya adalah seorang pemeluk agama a, adakah suatu hal yang salah jika saya menaruh ketidakpercayaan saya terhadap agama b, c atau d. Bagi saya, Itu logis dan pikiran manusia bekerja dengan cara tersebut. Masalahnya, beberapa orang berani menyerang keyakinan orang lain dengan melontarkan kata-kata hinaan. Lebih parah lagi, ada beberapa oknum yang nekat bertaruh nyawa untuk membela keyakinan mereka.

Beberapa waktu lalu, pak Ahok yang menurut hukum di Indonesia telah menista agama. Bukan cuma itu saja, Joshua Suherman baru-baru ini juga dilaporkan karena diduga telah menista salah satu agama lewat materi stand-up comedy-nya. Kasus-kasus penistaan agama semakin marak terjadi, seolah kata nista menjadi ajang untuk menunjukkan kekuatan dan siapa yang berkuasa di negeri ini.

Sikap toleransi antar umat beragama kini telah terkikis oleh berita hoax atau berita-berita penyebar kebencian. Tak salah bila saya mengatakan bahwa toleransi terancam punah bak bunga edelweis. Namun, jika toleransi itu dirawat, hubungan antar sesama pun tidak akan pernah layu. Masih ada harapan!

Yang menjadi pertanyaan besar adalah apa yang harus kita lakukan jika agama Kristen di hina atau dinista? Melaporkannya ke polisi atau melakukan demo dari pagi hingga larut malam di tugu Monas? Dua hal tersebut tidak akan pernah saya lakukan. Sebab saya punya pandangan yang sedikit berbeda tentang kekristenan.

Dapatkah saya berkata bahwa sesungguhnya Kristen bukanlah agama? Menurut saya, Kristen adalah hubungan pribadi antara manusia dengan Tuhan. Jika Anda berpikir bahwa Tuhan lah yang menciptakan agama, Anda salah besar. Mungkin beberapa keyakinan mempercayai itu, tapi tidak dengan Kristen. Pada dasarnya, Tuhan tidak peduli apapun agamamu, asal kamu percaya kepada-Nya kamu akan selamat.

Lantas apa itu agama? Pada dasarnya, agama adalah sebuah komunitas yang dibentuk oleh manusia (para rasul) untuk melabeli atau memberikan sebuah status bahwa orang Kristen adalah pengikut Yesus Kristus. Dengan artian, agama adalah komunitas atau status, sementara Kekristenan adalah sebuah hubungan.

Jadi ketika agama kita dihina, haruskah kita marah? Sebab itu hanya sebuah komunitas atau status yang dibentuk oleh rasul. Kristen punya nilai yang lebih dari itu. Bukankah hubungan kita dengan Tuhan jauh lebih penting? Lalu mengapa kita harus pusing dengan hinaan orang lain?

Terlepas dari semua itu. Sebagai orang Kristen yang telah menaruh segala kepercayaan dan kesetiaan kita kepada Tuhan. Kita dianjurkan untuk selalu melalukan firman-Nya.  Menariknya, Dia tidak pernah berkata bahwa kita (baca: orang Kristen) berkuasa dan akan selalu hidup aman tenteram di dunia ini. Justru sebaliknya, Dia berkata bahwa kita akan sering mendapatkan beragam cacian, makian, hinaan bahkan tindakan kekerasan karena iman kita kepada-Nya.

Oleh sebab itulah, Tuhan mengajari kita untuk selalu mengampuni walau se-sakit apapun. Dia juga mengajak kita untuk selalu mendoakan orang lain bahkan orang-orang yang bertindak jahat kepada kita. Tidak cuma itu saja, Dia berpesan untuk selalu melayani satu sama lain.

Untuk itu, masihkah kita dipusingkan dengan penistaan atau hinaan dari orang lain? Hubungan kita dengan Tuhan jauh lebih penting. Ingat, Dia tidak butuh pembelaan dari kita, sebab Dia telah menang dari maut, Dia yang memegang kunci kehidupan, Dia yang berkuasa, Dia mampu melakukan apapun.

Pada akhirnya, ketika Dia datang dengan kemuliaan-Nya untuk menjemput kita, semua orang akan berlutut dan semua lidah mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Kamu tidak perlu berdebat dengan orang lain tentang sebuah kebenaran, karena melalui pesta ‘kedatangan-Nya’, semua pertanyaan akan terjawab.

No comments