Advertising

Breaking News

Jangan Lakukan 5 Hal Ini Ketika Beribadah di Gereja

Percaya atau tidak, ada dua kubu orang Kristen di dunia ini. Kubu yang pertama adalah mereka yang selalu menanti-nantikan hari Minggu untuk beribadah. Sementara kubu yang kedua adalah mereka yang memandang hari Minggu sebagai hari membosankan karena harus mendengar khotbah panjang dari pendeta. Nah, kamu termasuk kubu yang mana nih? Semoga yang pertama ya.

Seperti yang kita tahu, ibadah adalah acara spesial bagi kita umat Kristen sebab melalui ibadah kita dapat menghampiri takhta kasih Tuhan dan merasakan kehadiran-Nya. Meski dianggap sebagai acara ‘spesial’ seringkali kita melakukan tindakan-tindakan yang salah sehingga ibadah menjadi tidak berkualitas dan pada akhirnya harus kehilangan momen-momen berharga bersama dengan Tuhan. So, berikut ini adalah tindakan-tindakan salah yang kerap dilakukan jemaat Gereja. Setelah membaca ulasan ini, semoga kamu dapat menghindarinya.

Membalas Chatting


Nampak-nya membalas pesan singkat atau chatting merupakan hal yang sepele bahkan mungkin hanya memakan waktu dalam hitungan detik saja. Namun, membalas chatting nyatanya dapat merusak kegiatan ibadahmu. Hal ini dikarenakan fokus-mu kepada Tuhan berkurang karena direnggut oleh benda berukuran 4-6 inci tersebut. Sebisa mungkin matikan smartphone-mu ketika beribadah.

Tapi jika kamu memang harus menggunakan smartphone untuk membaca Alkitab, kamu bisa mengaktifkan mode pesawat agar semua layanan mati. Heroes, momen-momen berharga dengan Tuhan tidak dapat digantikan dengan apapun juga.

Bobok Cantik


tidur

Mendengar khotbah dalam waktu lebih dari satu jam adalah hal yang membosankan bagi beberapa orang. Tipe-tipe orang seperti ini akan mudah mengantuk bahkan tidak mendengarkan firman Tuhan.

Padahal jika dipikir-pikir, khotbah yang diberikan pendeta sangatlah penting karena itu akan menjadi bekal kita untuk menjalani hidup ini. Ada banyak indikasi yang menyebabkan seseorang mengantuk dan akhirnya bobok cantik diantaranya: kecapekan kerja, begadang, atau memang tipe orang yang mudah tidur ketika mendengar orang lain berbicara. Beberapa indikasi tersebut sebenarnya dapat diatasi, seperti mengurangi kegiatan dan pekerjaan sehari sebelum Ibadah serta tidur cukup di malam hari sebelum ibadah. Milikilah gairah untuk mengenal-Nya lebih dalam lagi.

Mencemaskan Masalah


khawatir

Setiap orang pasti memiliki masalah. Mencemaskan masalah adalah hal yang wajar dialami seseorang. Akan tetapi, ketika beribadah kamu harus menanggalkan segala kegelisahan yang ada dan fokus kepada satu nama yakni Tuhan Yesus Kristus.

Percayalah bahwa kamu tidak sendirian, Dia akan membantu dan menopang-mu. Jangan biarkan masalah itu menjauhkan-mu dari kasih-Nya. Serahkan segala sesuatu pada-Nya dan yakin lah Dia akan memberikan jalan keluar dari masalah yang tengah kamu hadapi.

Mengobrol Di Luar Konteks Ibadah


Duduk bersama teman seiman apalagi jika itu teman yang benar-benar akrab denganmu tentu sangat sulit untuk menolak sebuah obrolan. Tapi ingat, ketika beribadah kamu harus memusatkan perhatianmu kepada Tuhan. Oleh sebab itu, jangan bicarakan hal-hal yang berada di luar konteks ibadahmu di Gereja. Alih-alih ingin mengasyikkan suasana, tak sedikit orang terlena dengan obrolan yang ada hingga lupa dengan firman Tuhan yang disampaikan pendeta.

Malu Berekspresi


Pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki rasa malu. Namun, tingkat rasa malu setiap orang berbeda-beda. Latar belakang masa lalu bisa jadi pemicu perbedaan tingkat rasa malu seseorang. Anak orang kaya biasanya lebih percaya diri dibanding anak orang miskin atau anak yang dipandang cantik jauh lebih percaya diri ketimbang anak yang memiliki rupa biasa-biasa saja. Namun, Tuhan tidak menggunakan prinsip dunia seperti itu.

Bagi Tuhan semua yang diciptakan-Nya adalah cantik, indah dan penuh dengan talenta. Itu artinya, semua sama di mata Tuhan. Senada dengan hal itu, ketika beribadah khususnya saat memuji dan menyembah Tuhan, berekspresi lah kepada Tuhan. Melompatlah jika kamu ingin melompat, angkatlah tangan jika kamu ingin mengangkat tangan. Berekspresi lah untuk kemuliaan Tuhan. Jangan malu, percaya dirilah! Sebab yang kamu lakukan bukan untuk orang lain tetapi untuk Tuhan.

No comments