Advertising

Breaking News

Jika Tuhan Mengasihiku, Mengapa Dia Tak Mempermudah Hidupku?

Kemarin secara tidak sengaja saya menemukan status yang berisikan pertanyaan dan curahan hati seorang wanita di salah satu akun sosial media. Dengan gamblang dan berani ia meragukan keberadaan Tuhan dalam hidupnya, sebab ia menerima masalah hidup yang bertubi-tubi.

Heroes, apakah kamu juga pernah ragu akan keberadaan Tuhan dalam hidupmu? Agar keraguan itu hilang kamu harus mengenal-Nya lebih dalam lagi.

Pada dasarnya, TUHAN adalah kasih. Bukan hanya memiliki kasih, tetapi ia adalah kasih itu sendiri. Kasihnya itu adil dan tidak memihak. Saking besarnya kasih Tuhan kepada kita, ia tidak pernah memaksakan kehendak-Nya kepada kita. Sebaliknya, ia justru memberikan sebuah pilihan. Dalam hal pilih memilih inilah kita seringkali melakukan sebuah kesalahan, hingga pada akhirnya menyebabkan kita jatuh kedalam sebuah pencobaan.

Pilihan yang Tuhan sediakan mengandung sebuah konsekuensi yang harus kita terima. Jika kita memilih a maka kita akan menerima dampak dari pilihan a tersebut, pun begitu dengan pilihan b, c dan beragam pilihan lainnya.

Untuk itu berhentilah berpikir bahwa Tuhan lah yang mendatangkan sebuah masalah, karena pada faktanya ketidaktaatan kita lah yang kerap kali membawa kita ke dalam sebuah pencobaan.

Berhentilah berpikir bahwa hidup ini adalah panggung sandiwara dimana Tuhan adalah seorang sutradara yang memaksa kita untuk bertindak sesuai apa yang Dia mau. Tidak! Dia bukan seorang sutradara, sebab Dia memberikan kehendak bebas kepada kita untuk memilih bahkan Dia tidak pernah memaksa kita untuk mengikut-Nya.

Jika dipikir-pikir, bisa saja Tuhan membawa semua manusia masuk ke dalam kerajaan Surga, tapi Dia adalah pribadi menghargai sebuah hubungan dan hubungan tidak berjalan hanya dengan satu arah saja. Senada dengan hal itu, sebenarnya Tuhan mampu menjauhkan kita dari pencobaan, tapi kita tidak akan pernah tahu mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang berkenan dan mana yang tidak berkenan di hadapan-Nya.

Dalam hal inilah, pilihan hidup dan pencobaan akan membangun pribadi kita menjadi lebih berkualitas dari sebelumnya. Pedang tidak akan pernah tajam jika tidak melewati proses penempaan. Demikian pula dengan kita yang tidak akan pernah bisa bertumbuh menjadi lebih baik tanpa masalah yang menyerang kehidupan kita.

Pada akhirnya, Tuhan menciptakan kehendak bebas agar kita memilih sesuatu yang sesuai kehendak dan aturanNya. Walau pilihan kita kadang keliru dan kita harus menerima  konsekuensinya, yakni sebuah pencobaan nyatanya Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu menemani dan menuntun kita kembali ke jalan yang benar. Dia tidak pernah berjanji bahwa jalan selalu rata tapi Dia berjanji untuk selalu menyertai.

No comments