Advertising

Breaking News

Ajaib! Tuhan Menyembuhkan Orang Ini Dari Penyakit Lyme Yang Mematikan


Dominic Sputo, pendiri “Mute No More” ini dulunya adalah orang yang tidak mengenal Yesus. Bahkan saat muda hidupnya sangat berantakan. Dominic hidup sebagai seorang laki-laki yang tidak mempunyai tanggung jawab.

Kehidupannya yang berantakan itu dimulai ketika dia lulus kuliah. Setelah lulus kuliah, Dominic melarikan diri dari tanggung jawabnya sebagai seorang ayah dari anak perempuannya yang berumur 3 tahun. Setelah 5 tahun melarikan diri, tepatnya saat Dominic berumur 28 tahun, kehidupan Dominic semakin berat. Bukan hanya karena kecanduan alkohol dan narkoba, namun juga karena hutangnya yang menumpuk dimana-mana, hingga angsuran pada kartu kreditnya lebih tinggi dari gaji bulanan nya.

“Segala sesuatu di sekitar saya adalah kehancuran. Akhirnya saya terbangun suatu hari dan menyadari bahwa saya hanya pecundang dan saya tidak dapat keluar dari situ.” Ucap Dominic

Karena belas kasihan Tuhan, Dia mengirimkan seorang teman beragama Kristen di tempat kerja Dominic. Teman itu sering menceritakan tentang Yesus kepadanya dan juga sering mentraktir nya makan siang.  

“Saya mulai mempelajari Alkitab dan saya benar-benar dihukum,” katanya

Hari demi hari, firman Tuhan itu meluluhkan hati Dominic. Sehingga suatu hari dia mengatakan pada rekan kerjanya itu, bahwa dia siap menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat nya.

Setelah menerima Yesus, Dominic mendapat panggilan untuk menemui putrinya, lalu dia pindah dari Atlanta ke Tampa. Setelah menikah dengan istrinya, mereka tinggal di rumah sederhana dan memiliki standar hidup yang juga sederhana.

“Saya berdoa kepada Tuhan. ‘Tuhan, jika Engkau memberi saya lebih banyak uang, saya tidak akan membelanjakan nya untuk kepentingan saya sendiri. Saya akan menggunakannya untuk menunjukkan belas kasihan-Mu kepada dunia ini,’” Ujar Joseph

Selang 6 bulan kemudian Tuhan menuntun Dominic untuk bekerja di sebuah perusahaan. Dia menepati janjinya kepada Tuhan, dengan memberi 10% gajinya untuk perpuluhan ke gereja, dan 10% uangnya untuk amal.

“Hidup saya menjadi segalanya bagi saya. Saya pergi ke gereja, saya adalah guru sekolah minggu. Saya berada di gereja pada hari minggu pagi, siang dan malam, dan rabu malam, tetapi di dalam hati saya melayani guru lain.” Ucapnya

Menuruti keinginan istrinya, Dominic membangun sebuah rumah dekat pantai yang besarnya 5x lebih besar dari tempat tinggalnya yang semula. Namun setelah 2 bulan pindah, Dominic digigit kutu dan setelah diperiksakan ternyata itu adalah penyakit Lyme yang aneh, yang tidak akan merespons antibiotik.

“Itu ada di otak dan di semua organ tubuh saya. Karena komplikasi antibiotik pada saluran pencernaan saya, sehingga saya tidak bisa mencerna makanan. Saya memiliki jamur yang tumbuh di mulut saya dan di jari kuku saya. Saya juga memiliki benjolan merah aneh yang tampak seperti penghapus pensil di seluruh kepala dan leher saya yang tidak akan hilang.” Ujar Dominic

Karena penyakit itu, ia kehilangan hampir 19kg berat badannya. Dia juga menderita radang sendi parah yang membuatnya tidak dapat berjalan dari ujung rumah satu ke ujung yang lainnya. Pantang menyerah, saat itu Dominic dan keluarganya mencoba peneliti Lyme terbaik di Connecticut.

“Kami mencoba berbagai macam koktail antibiotik gila. Saya memiliki perawat yang datang dengan antibiotik IV, tetapi tidak ada yang berhasil.” Ujarnya

Setelah usahanya selama 18 bulan tidak kunjung membuahkan hasil, Dominic akhirnya menyerah dan merasa siap mati karena dokter juga sudah kehilangan harapan untuk menyembuhkannya. Namun, Tuhan memberi tahu Dominic untuk bertobat.

“Tuhan memberi tahu saya, bahwa Dia mendisiplinkan saya karena saya mulai melayani tuan yang lain.” katanya

Setelah itu, tiba-tiba Dominic mendapat telepon penting dari saudara seiman di dalam Kristus.

“Tuhan menyuruh ku menelepon dan memberi tahu mu bahwa Dia akan menyembuhkan mu,” kata pria itu degan suara yang bergetar

Setelah Dominic menutup teleponnya, secara ajaib gejala-gejala itu hilang dari tubuhnya.

“Itu terjadi pada hari sabtu, dan saya pergi ke gereja pada hari minggu. Orang-orang menatap ku, semua benjolan merah pun hilang dan aku juga dapat berdiri tegak.” Ucap Dominic

Karena mukjizat yang dia rasakan, dia tersadar bahwa Tuhan memanggilnya untuk dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain. Setelah itu, Dominic mengulurkan tangan ke 150 gereja terbesar di A.S dan 20 didominasi terbesar.

Dominic juga mendirikan “Mute No More”, karena dia menyadari bahwa dia memiliki pekerjaan yang haris dilakukan. Yaitu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gereja-gereja yang teraniaya.

No comments